Ubud merupakan salah satu destinasi liburan terpopuler di Bali, dengan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan di pusat kota. Biasanya, wisatawan akan menjelajahi museum, galeri seni, dan restoran ataupun kafe dengan pemandangan hijau yang indah. Jika kamu sudah mencoba semuanya, kamu dapat berjalan kaki ataupun bersepeda ke salah satu desa yang akan memberikan kamu pengalaman yang berbeda saat liburan ke Ubud.
Hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari Ubud, Desa Petulu menawarkan pemandangan alam yang berbeda. Di sini, kamu bisa duduk santai di pematang sawah dimanjakan lanskap alami yang indah, sambil melihat bintang utama dari Desa Petulu, yakni ribuan burung Kokokan.
Desa Petulu memiliki latar belakang yang unik dan menarik. Desa wisata ini awalnya sama seperti desa biasa lainnya, akan tetapi pada tahun 1965, mereka kedatangan "tamu" yang hingga kini menjadi daya tarik utama Desa Petulu. "Tamu" yang dimaksud adalah burung bangau putih, atau biasa disebut dengan burung Kokokan. Pada saat itu, hanya ada 5 burung Kokokan, dan setiap bulan jumlahnya terus meningkat. Saat itu, warga setempat mulai memburu burung-burung tersebut karena merasa kehidupan sehari-harinya mulai terganggu. Namun setiap kali warga berhasil menangkap burung Kokokan, keesokan harinya pasti akan dilepas kembali. Mengapa? Karena mereka mengaku didatangi makhluk hitam besar yang menakutkan.
Setelah meminta maaf, warga setempat akhirnya mengetahui asal-muasal kedatangan burung-burung Kokokan ini. Melalui Pewisik (wangsit) desa, mereka menemukan bahwa burung-burung tersebut adalah pengawal dari Ida Batara, salah satu dewa yang mereka puja. Burung Kokokan berperan dalam melindungi desa dari gangguan negatif, baik itu penyakit maupun hama. Sejak saat itu, warga menghormati kawanan burung Kokokan. Dan sejak saat itu pula, hasil sawah terus meningkat dan desa ini selalu subur serta dilimpahkan rejeki.
Kini, Desa Petulu menjadi destinasi unik bagi para wisatawan untuk melihat ribuan burung Kokokan berkumpul, beristirahat, maupun berterbangan di sekitar desa. Kamu dapat mengunjungi desa ini kapan pun sepanjang hari, tetapi saat yang paling tepat adalah sore menuju ke petang atau saat matahari terbenam. Karena di atas jam 5 sore, seluruh kawanan burung Kokokan akan terbang bersama dari segala penjuru untuk kembali ke desa, dan kamu pun bisa menyaksikan siluet ribuan burung terbang sambil disinari cahaya matahari yang keemasan. Sungguh kesempatan yang tidak boleh terlewatkan saat liburan di Ubud.
Tags:
alam
burung kokokan
desa petulu
desa
pulau bali











