
Di ujung timur Pulau Sumbawa, Bima menyimpan jejak Kesultanan Mbojo yang pernah berjaya sebagai pusat penyebaran Islam dan perdagangan di Nusa Tenggara. Selain rumah adat Uma Lengge yang ikonik dan hamparan sabana kering khas Sumbawa, daerah ini juga punya warisan minuman tradisional yang lahir dari perpaduan rempah, hasil ternak, dan hasil bumi lereng Gunung Tambora.
Minuman khas Bima yang paling dikenal adalah Mina Sarua, racikan beras ketan dan rempah yang jadi primadona saat Lebaran, disusul Kopi Tambora yang tumbuh di tanah vulkanik bekas letusan dahsyat 1815, hingga Susu Kuda Liar yang dipercaya menyehatkan. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Bima lewat Traveloka, sempatkan mampir ke pasar tradisional kota untuk berburu minuman-minuman ini langsung dari sumbernya.
Dari racikan rempah warisan kesultanan hingga hasil kebun kopi lereng Tambora, berikut lima minuman yang paling mewakili cita rasa Tanah Mbojo.
Mina Sarua adalah minuman fermentasi berbahan beras, beras ketan, ragi, kelapa, jahe, merica, cabai jawa (sabia), kunyit, dan gula merah yang direbus bersama air. Rasanya kompleks, perpaduan manis gula merah dengan hangatnya jahe dan sedikit sensasi pedas dari merica serta cabai jawa. Sentra produksinya berada di Kecamatan Bolo, terutama di Desa Bontokape dan Desa Sondosia.
Dalam budaya Mbojo, Mina Sarua sering disajikan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu atau dalam acara adat tertentu, dan permintaannya melonjak drastis menjelang Lebaran. Masyarakat setempat memercayai minuman ini membantu meningkatkan stamina, mengurangi pegal-pegal, hingga meredakan gejala maag dan masuk angin.
Kopi Tambora adalah kopi robusta dan arabika yang ditanam petani di Desa Tambora, Kecamatan Pekat, di lereng Gunung Tambora. Letusan dahsyat gunung ini pada 1815 justru meninggalkan tanah vulkanik yang subur, menghasilkan biji kopi dengan karakter earthy yang khas dan berbeda dari kopi dataran tinggi lain di Nusa Tenggara.
Sebagian besar masyarakat Bima dan Dompu memang dikenal sebagai peminum kopi setia, sehingga kopi lokal seperti Tambora selalu ada di kedai-kedai kopi Kota Bima. Kini kopi ini juga dikemas dalam bentuk bubuk siap seduh, menjadikannya oleh-oleh favorit wisatawan.
Sun, 30 Aug 2026

Wings Air
Lombok (LOP) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.241.400
Sun, 2 Aug 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 2.427.500
Sun, 9 Aug 2026

TransNusa
Bali / Denpasar (DPS) ke Bima (BMU)
Mulai dari Rp 1.008.900
Kopi Kawae adalah kopi robusta lokal yang ditanam di kawasan Pegunungan Kawae, Dusun Kawae, Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo. Sekitar 700 hektare lahan di dusun ini ditanami kopi, dengan sekitar 500 hektare sudah berproduksi, dikelola langsung oleh kelompok tani setempat secara modern.
Rasanya kuat dan pahit khas robusta, dengan kandungan kafein yang cukup tinggi sehingga jadi favorit penikmat kopi hitam pekat. Kopi Kawae kini banyak dijual berdampingan dengan varian lain seperti Tambora dan Lambitu di kedai-kedai kopi Kabupaten dan Kota Bima.
Susu Kuda Liar adalah susu hasil perahan kuda liar yang banyak diternakkan di padang sabana Pulau Sumbawa, termasuk wilayah Bima. Warnanya lebih putih dan rasanya lebih manis dibanding susu sapi, menjadikannya produk minuman khas yang cukup dicari wisatawan sebagai oleh-oleh kesehatan.
Secara tradisional, masyarakat Bima mengonsumsi susu kuda liar untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti sembelit, serta dipercaya meningkatkan sistem imun tubuh. Minuman ini bahkan pernah ditawarkan pejabat daerah kepada pembalap MotoGP sebagai simbol keramahan khas Bima.

Gili Trawangan

One Day Trip: Snorkeling Gili Trawangan, Meno, & Air, (PRIVATE)

9.0/10
Gili Trawangan
Rp 2.400.000
Rp 1.800.000
Es Kelapa Muda adalah minuman penyegar andalan di kafe-kafe pesisir Kota Bima, mengingat letak geografisnya yang berada tepat di tepi pantai. Kelapa muda segar dibelah langsung, disajikan dengan air kelapa alami dan daging kelapa yang lembut, kadang ditambah sirup gula atau susu kental manis.
Minuman ini paling nikmat dinikmati sambil menyaksikan matahari terbenam di kawasan pesisir Bima, berdampingan dengan hidangan seafood segar hasil tangkapan nelayan setempat. Kesegarannya jadi penawar cuaca panas khas dataran rendah Pulau Sumbawa.
Lokasi terbaik untuk mencicipi minuman khas Bima tersebar dari pasar tradisional hingga kawasan pesisir kota, tergantung jenis minumannya.
Pasar-pasar di pusat Kota Bima menjadi tempat paling mudah menemukan Mina Sarua otentik, terutama menjelang bulan Ramadan dan Lebaran ketika produksinya meningkat drastis. Pedagang musiman juga banyak muncul di sekitar area ini pada periode tersebut.
Kedai-kedai kopi di Kota Bima dan Kabupaten Bima menyajikan varian kopi lokal seperti Tambora, Kawae, dan Lambitu secara berdampingan, sehingga wisatawan bisa membandingkan karakter rasa masing-masing dalam satu kunjungan.
Dua desa ini adalah sentra produksi asli Mina Sarua, tempat wisatawan bisa melihat langsung proses peracikan minuman tradisional ini sekaligus membeli dalam kondisi paling segar dari produsennya.
Sepanjang kawasan pantai Kota Bima, terutama dekat Teluk Bima, berjejer kafe dan warung yang menjajakan es kelapa muda sambil menawarkan pemandangan laut. Area ini ramai dikunjungi terutama menjelang sore hari.
Kopi Tambora punya karakter rasa khas karena ditanam di tanah vulkanik subur bekas letusan dahsyat Gunung Tambora pada tahun 1815, salah satu letusan terbesar dalam sejarah dunia. Material vulkanik yang menyebar luas justru menyuburkan lahan di sekitarnya, menciptakan kondisi tanah yang kaya mineral untuk pertumbuhan tanaman kopi.
Kombinasi ketinggian lereng gunung dan tanah vulkanik ini menghasilkan biji kopi dengan sentuhan rasa earthy yang berbeda dari Kopi Kawae di Wawo maupun kopi-kopi dataran tinggi lain di Pulau Sumbawa. Bagi warga Bima dan Dompu yang memang dikenal sebagai peminum kopi setia, perbedaan karakter ini menjadikan Kopi Tambora sebagai salah satu identitas kuliner daerah yang paling dibanggakan.
Dari Mina Sarua yang kaya rempah hingga Susu Kuda Liar yang menyehatkan, minuman khas Bima membuktikan bahwa Tanah Mbojo punya kekayaan kuliner yang tak kalah menarik dari daerah lain di Nusa Tenggara. Setiap tegukan membawa cerita tersendiri, mulai dari warisan Kesultanan Bima hingga hasil bumi lereng Gunung Tambora yang subur.
Menjelajahi kelima minuman ini adalah cara sederhana namun berkesan untuk mengenal lebih dekat budaya Mbojo, sekaligus melengkapi perjalanan wisata ke rumah adat Uma Lengge, Pantai Lariti, atau pendakian Gunung Tambora. Cita rasa lokal yang autentik ini jarang ditemukan di luar Pulau Sumbawa.
Traveloka adalah platform perjalanan terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya oleh jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke seluruh penjuru Nusantara, termasuk Bima. Pesan Tiket Pesawat ke Bima menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, lalu lanjutkan dengan Hotel di Bima yang dekat dengan pusat kuliner dan pasar tradisional kota. Lengkapi juga perjalanan Anda dengan berbagai pilihan Aktivitas di Traveloka, semua bisa dipesan dalam satu aplikasi bersama eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan.
Untuk kemudahan transaksi, Traveloka menyediakan opsi pembayaran fleksibel seperti Traveloka PayLater maupun metode pembayaran lokal favorit seperti transfer bank, GoPay, OVO, dan dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan petualangan kuliner Anda ke Bima, aplikasi yang secara konsisten masuk jajaran teratas kategori travel di Google Play Store dan App Store di Asia Tenggara.







