2 Minuman Khas Purworejo yang Melegenda, Wajib Dicoba Wisatawan

Mas Bellboy
Waktu baca 3 menit

Di sisi barat Jawa Tengah, tak jauh dari kaki Pegunungan Menoreh, Purworejo dikenal wisatawan lewat Goa Seplawan dan jejak viral Keraton Agung Sejagat. Namun di balik itu, kabupaten ini juga menyimpan warisan minuman sederhana yang usianya sudah lebih dari tujuh dekade, lahir dari kebutuhan petani melepas dahaga di sawah, bukan dari tren kuliner musiman.

Dua minuman khas Purworejo yang paling layak dicoba adalah Es Dawet Ireng dari Kecamatan Butuh dan Kopi Robusta dari dataran tinggi Gebang-Bruno. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Yogyakarta lewat Traveloka sebagai pintu masuk terdekat, Purworejo hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan darat, cukup dekat untuk mampir mencicipi keduanya langsung dari tempat asalnya.

2 Minuman Khas Purworejo yang Wajib Dicoba

Meski jumlahnya tidak banyak, dua minuman berikut punya sejarah dan karakter rasa yang benar-benar khas Purworejo, bukan sekadar variasi minuman umum Jawa Tengah.

1. Es Dawet Ireng

Es Dawet Ireng adalah cendol hitam bersantan gurih dan gula jawa cair yang warna hitamnya berasal dari abu jerami padi yang dibakar, dihaluskan, lalu disaring ke dalam adonan cendol. Racikan ini pertama kali dijual sekitar tahun 1950-1960 oleh Mbah Ahmad Dansri, yang saat itu berjualan berkeliling dari sawah ke sawah untuk menyegarkan para petani yang sedang panen.

Warung aslinya kini diteruskan oleh Pak Wagiman, cucu Mbah Ahmad Dansri, di Jalan Nasional No. 3, Krajan, Butuh, tepat di dekat Jembatan Butuh yang menjadi asal julukan lokal minuman ini. Santan yang dipakai diperas langsung dari kelapa parut segar di depan pembeli, dengan cendol yang porsinya sengaja dibuat lebih banyak dibanding kuah santan dan gulanya.

Segelas Dawet Ireng versi asli ini hanya dibanderol sekitar Rp6.000, harga yang nyaris tidak berubah selama bertahun-tahun. Rasanya manis legit dari gula jawa, gurih dari santan segar, dengan tekstur cendol kenyal yang jadi pembeda utama dari dawet hijau biasa.

Purworejo

Bunda Esti Baby Spa Purworejo

9.0/10

Purworejo

Rp 70.000

Rp 63.000

2. Kopi Robusta Purworejo

Kopi Purworejo adalah kopi robusta dengan sedikit arabika yang ditanam di kawasan pegunungan Kecamatan Gebang, Bruno, Pituruh, dan Kaligesing pada ketinggian 150 hingga 1.250 meter di atas permukaan laut. Area penanaman terluas berada di Gebang, disusul Bruno yang topografinya berbukit dan sejuk sepanjang tahun.

Profil rasa kopi robusta Purworejo cenderung brown sugar, spicy, dan nutty, dengan hasil uji cita rasa spesialti yang tercatat di atas angka 80, cukup tinggi untuk ukuran robusta pada umumnya. Sebagian petani lokal bahkan mengolah biji kopi ini dengan metode semi ala Turki, mencampurnya dengan jenis biji lain untuk menciptakan karakter rasa yang berbeda dari kopi robusta daerah lain.

Pemerintah Kabupaten Purworejo kini tengah mendorong pendaftaran Indikasi Geografis untuk kopi robusta ini agar identitas dan kualitasnya diakui secara resmi. Secangkir kopi Purworejo di kedai lokal sekitar Gebang dan Bruno biasanya dijual mulai Rp8.000 hingga Rp15.000, sementara kemasan bubuk untuk oleh-oleh berkisar Rp30.000 ke atas per 200 gram.

Terbang Bersama Traveloka

Sun, 26 Jul 2026

Batik Air

Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 920.200

Mon, 27 Jul 2026

Lion Air

Banjarmasin (BDJ) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 981.500

Sun, 26 Jul 2026

NAM Air

Pangkalan Bun (PKN) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 970.300

Di Mana Bisa Menikmati Minuman Khas Purworejo?

Lokasi terbaik untuk mencicipi kedua minuman ini berbeda cukup jauh secara geografis, karena satu berasal dari dataran rendah dan satu lagi dari dataran tinggi Purworejo.

1. Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh

Kawasan ini adalah lokasi asli dan paling autentik untuk mencicipi Dawet Ireng, tepatnya di warung Pak Wagiman di Jalan Nasional No. 3, Krajan, Butuh. Warung buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, dengan proses memarut kelapa yang masih dilakukan manual di depan pembeli.

2. Pasar dan Alun-Alun Kota Purworejo

Di pusat kota, banyak pedagang seperti Dawet Ireng Mbak Prih dan penjual lain di sekitar pasar tradisional serta Alun-Alun Purworejo yang menjajakan versi Dawet Ireng dengan cita rasa serupa. Kawasan ini lebih mudah dijangkau wisatawan yang menginap di pusat kota dibanding harus ke Butuh.

3. Kecamatan Gebang dan Bruno

Dua kecamatan berbukit ini adalah sentra utama Kopi Robusta Purworejo, tempat wisatawan bisa mengunjungi kebun kopi petani sekaligus mencicipi seduhan segar langsung dari sumbernya. Beberapa kelompok tani di kawasan ini juga mulai membuka kedai kecil untuk memperkenalkan kopi lokal kepada pengunjung.

Kenapa Warna Dawet Ireng Purworejo Bisa Hitam?

Warna hitam pada Dawet Ireng berasal dari abu jerami padi yang dibakar hingga tuntas, kemudian dihaluskan dan disaring sebelum dicampurkan ke adonan tepung untuk cendol. Proses ini murni menggunakan bahan alami tanpa pewarna buatan, berbeda dari dawet hijau pada umumnya yang mengandalkan ekstrak daun pandan atau daun suji.

Teknik pewarnaan dari abu jerami ini juga yang membuat Dawet Ireng sulit ditiru sembarangan, karena membutuhkan proses pembakaran dan penyaringan yang tepat agar warnanya pekat namun rasanya tidak berubah pahit. Warisan resep inilah yang dijaga turun-temurun oleh keluarga Mbah Ahmad Dansri hingga generasi ketiga saat ini.

Dari cendol hitam yang lahir di tengah sawah hingga kopi robusta yang kini mulai diperkenalkan lewat jalur Indikasi Geografis, dua minuman khas Purworejo ini menunjukkan bahwa daerah kecil pun bisa punya cerita kuliner yang kuat. Keduanya sama-sama lahir dari kebutuhan sehari-hari warga, bukan dari rekayasa tren kuliner kekinian.

Bagi wisatawan yang singgah di Purworejo, mencicipi Dawet Ireng langsung di Jembatan Butuh dan menyeruput kopi robusta di kaki perbukitan Gebang atau Bruno adalah cara paling autentik untuk mengenal identitas rasa daerah ini. Kesederhanaan bahan justru menjadi kekuatan utama yang membuat kedua minuman ini bertahan lintas generasi.

Jelajahi Rasa Otentik Purworejo Bersama Traveloka

Traveloka adalah platform perjalanan terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke berbagai daerah, termasuk kabupaten kecil yang kaya cerita seperti Purworejo. Pesan Tiket Pesawat ke Yogyakarta sebagai gerbang udara terdekat, atau naik Tiket Kereta ke Purworejo yang stasiun utamanya, Kutoarjo, dilewati kereta jarak jauh rute selatan Jawa dari Jakarta, Bandung, hingga Cilacap. Lanjutkan dengan Hotel di Purworejo untuk menginap nyaman, serta jelajahi berbagai Aktivitas di Purworejo mulai dari Goa Seplawan hingga pantai-pantai berpasir hitamnya.

Semua kebutuhan perjalanan ini bisa diatur dalam satu aplikasi, mulai dari tiket pesawat, tiket kereta, hotel, dan aktivitas wisata, hingga eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan untuk kenyamanan ekstra. Pembayaran juga fleksibel lewat Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal seperti transfer bank, GoPay, OVO, dan dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan rencanakan perjalanan Anda menjelajahi cita rasa otentik Purworejo, aplikasi yang konsisten masuk jajaran teratas kategori travel di Google Play Store dan App Store.

Dalam Artikel Ini

• 2 Minuman Khas Purworejo yang Wajib Dicoba
• 1. Es Dawet Ireng
• 2. Kopi Robusta Purworejo
• Di Mana Bisa Menikmati Minuman Khas Purworejo?
• 1. Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh
• 2. Pasar dan Alun-Alun Kota Purworejo
• 3. Kecamatan Gebang dan Bruno
• Kenapa Warna Dawet Ireng Purworejo Bisa Hitam?
• Jelajahi Rasa Otentik Purworejo Bersama Traveloka

Jelajahi Keindahan Purworejo

Purworejo

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan