5 Minuman Khas Bukittinggi Warisan Minangkabau yang Wajib Dicoba

Mas Bellboy
Waktu baca 3 menit

Di kaki Gunung Marapi dan Singgalang, Bukittinggi berdiri sebagai salah satu pusat budaya Minangkabau paling hidup di Sumatra Barat, dengan Jam Gadang yang menjulang sebagai titik nol kota. Namun jauh sebelum landmark ikonik itu berdiri, warga Bukittinggi sudah punya tradisi meracik minuman dari hasil bumi sekitar, mulai dari kebun kopi di lereng gunung hingga rimbunan daun cincau di pekarangan rumah.

Minuman khas Bukittinggi yang paling dikenal adalah Teh Talua, teh telur yang dipercaya menambah stamina, disusul Kopi Kawa yang unik karena diseduh dari daun kopi, bukan bijinya. Jika Anda memesan Tiket Pesawat ke Padang lewat Traveloka sebagai pintu masuk terdekat menuju Bukittinggi, sempatkan mampir ke kedai-kedai legendaris di sekitar Jam Gadang untuk mencicipi minuman-minuman ini langsung dari akarnya.

5 Minuman Khas Bukittinggi yang Wajib Dicoba

Dari warisan era kolonial hingga racikan yang masih diminum turun-temurun, berikut lima minuman yang paling merepresentasikan cita rasa Bukittinggi.

1. Teh Talua

Teh Talua adalah minuman legendaris Minangkabau yang dibuat dari teh panas, kuning telur ayam kampung, dan gula yang dikocok bersama hingga berbusa tebal. Perasan jeruk nipis ditambahkan di akhir untuk menghilangkan bau amis telur sekaligus memberi sentuhan segar pada rasanya.

Minuman ini dipercaya turun-temurun sebagai penambah stamina, sehingga dulu populer di kalangan pedagang dan buruh yang butuh energi ekstra. Setiap kedai punya keunikan sendiri dari segi tampilan penyajian, porsi, dan topping yang digunakan, salah satu yang paling dikenal hingga mancanegara adalah racikan Teh Talua Bang Ucok.

2. Kopi Kawa (Aia Kawa)

Kopi Kawa adalah minuman unik dari daun kopi yang disangrai dan dikeringkan, lalu diseduh seperti teh, bukan dari biji kopi seperti kopi pada umumnya. Rasanya lebih ringan dibanding kopi biasa, namun tetap punya aroma harum khas dengan sedikit sentuhan pahit yang menenangkan.

Sejarah minuman ini berawal dari masa kolonial Belanda, ketika seluruh hasil panen biji kopi Minangkabau wajib dikirim ke Belanda sehingga masyarakat lokal tidak kebagian jatah untuk dinikmati sendiri. Sebagai bentuk inovasi, warga menyeduh daun kopinya sebagai gantinya, dan kebiasaan ini bertahan hingga sekarang, biasa disajikan dalam tempurung kelapa untuk menambah sensasi tradisional.

Padang Barat

Paket Tour Padang Bukittinggi 2 Hari 1 Malam by Exnevia Travel

Padang Barat

Rp 2.000.000

Rp 1.900.000

3. Aia Aka (Cincau Hijau)

Aia Aka adalah minuman penyegar dari perasan daun cincau hijau alami yang mengental, disajikan dengan gula aren cair dan santan. Teksturnya kenyal dan lembut, menciptakan kombinasi rasa manis dan gurih yang pas dinikmati saat cuaca panas Bukittinggi di siang hari.

Warga setempat memercayai Aia Aka membantu meredakan panas dalam, memperlancar pencernaan, serta bermanfaat untuk kesehatan jantung. Minuman ini mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pedagang kaki lima yang menjajakannya dengan gerobak keliling.

4. Es Tebak

Es Tebak adalah minuman segar dengan isian utama "tebak", yaitu adonan dari tepung beras dan sagu yang dibentuk memanjang menyerupai cendol tebal. Tebak ini dipadukan dengan kolang-kaling, tapai, dan potongan roti, menghasilkan tekstur yang jauh lebih kaya dibanding es campur biasa.

Kombinasi rasa manis, kenyal, dan sedikit fermentasi dari tapai membuat Es Tebak jadi favorit wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Barat. Minuman ini paling sering dijajakan di sekitar pasar dan kawasan wisata kuliner Bukittinggi.

Terbang Bersama Traveloka

Fri, 24 Jul 2026

Lion Air

Jakarta (CGK) ke Padang (PDG)

Mulai dari Rp 1.276.700

Wed, 29 Jul 2026

Super Air Jet

Batam (BTH) ke Padang (PDG)

Mulai dari Rp 1.176.600

Mon, 10 Aug 2026

Super Air Jet

Medan (KNO) ke Padang (PDG)

Mulai dari Rp 1.203.600

5. Ampiang Dadiah

Ampiang Dadiah adalah perpaduan dadiah, yogurt tradisional dari susu kerbau yang difermentasi dalam wadah bambu, dengan ampiang atau emping beras dan gula jawa. Taburan kelapa parut di atasnya menambah sensasi gurih yang melengkapi rasa asam segar dari dadiah.

Proses fermentasi susu kerbau dalam bambu inilah yang membuat dadiah kaya akan probiotik alami, menjadikannya baik untuk kesehatan pencernaan. Ampiang Dadiah biasa disajikan dingin sebagai hidangan penutup atau camilan sore yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Di Mana Bisa Menikmati Minuman Khas Bukittinggi?

Sebagian besar minuman khas Bukittinggi bisa ditemukan di beberapa kawasan berikut, mulai dari pusat kota hingga pasar tradisional.

1. Kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas

Kawasan pusat kota di sekitar Jam Gadang dan Pasar Atas adalah lokasi paling mudah menemukan Teh Talua dan Kopi Kawa dari kedai-kedai legendaris, termasuk yang sudah beroperasi puluhan tahun. Area ini ramai pengunjung sepanjang hari, terutama sore hingga malam.

2. Pasar Bawah dan Pasar Lereng

Di kawasan pasar tradisional ini, Aia Aka dan Es Tebak banyak dijajakan pedagang kaki lima dengan gerobak keliling, terutama pada siang hari saat cuaca sedang terik. Harganya sangat terjangkau dan cocok dinikmati sambil berbelanja oleh-oleh.

3. Kawasan Ngarai Sianok dan Sekitarnya

Warung-warung di sekitar kawasan wisata Ngarai Sianok turut menyajikan Ampiang Dadiah dan minuman tradisional lainnya, cocok dinikmati sambil menikmati pemandangan ngarai yang hijau. Area ini ramai dikunjungi wisatawan terutama di akhir pekan.

Guguk Panjang

Grand Gallery Hotel Bukittinggi

8.4/10

Guguk Panjang

Rp 429.975

Rp 387.189

Kenapa Kopi Kawa Diseduh dari Daun, Bukan Biji Kopi?

Kopi Kawa diseduh dari daun karena sejarah kolonial Belanda yang mewajibkan seluruh hasil panen biji kopi Minangkabau dikirim ke Belanda, sehingga masyarakat lokal tidak bisa menikmati kopi dari bijinya sendiri. Sebagai bentuk inovasi dan penyiasatan atas keterbatasan itu, warga Bukittinggi menyangrai dan mengeringkan daun kopi, lalu menyeduhnya layaknya teh.

Tradisi ini justru bertahan hingga kini, bukan sekadar sebagai pengganti kopi biji, melainkan menjadi identitas kuliner tersendiri dengan cita rasa yang lebih ringan dan aroma khas. Penyajiannya dalam tempurung kelapa juga menambah nilai historis dan sensasi tradisional yang tidak dimiliki kopi biasa.

Dari Teh Talua yang legendaris hingga Kopi Kawa yang lahir dari keterbatasan era kolonial, minuman khas Bukittinggi membuktikan bahwa kreativitas masyarakat Minangkabau mampu mengubah keterbatasan menjadi warisan kuliner yang bertahan lintas generasi. Setiap gelas membawa cerita, dari kebun kopi di lereng Marapi hingga rimbunan daun cincau di pekarangan rumah warga.

Menjelajahi kelima minuman ini langsung di Bukittinggi memberi pengalaman yang lebih utuh dibanding sekadar membaca resepnya, apalagi jika dipadukan dengan wisata Jam Gadang atau Ngarai Sianok. Bagi wisatawan yang gemar wisata kuliner otentik, Bukittinggi layak masuk daftar tujuan berikutnya di Sumatra Barat.

Rasakan Warisan Minangkabau Bersama Traveloka

Traveloka adalah platform perjalanan terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan, termasuk menjelajah kota budaya seperti Bukittinggi. Pesan Tiket Pesawat ke Padang sebagai gerbang masuk terdekat, lalu lanjutkan dengan Hotel di Bukittinggi yang lokasinya dekat dengan Jam Gadang dan pusat kuliner kota. Jangan lewatkan juga berbagai Aktivitas menarik yang bisa dipadukan dengan wisata kuliner Anda, semua bisa dipesan dalam satu aplikasi bersama eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan.

Untuk kemudahan bertransaksi, Traveloka menyediakan opsi pembayaran fleksibel seperti Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal favorit seperti transfer bank, GoPay, OVO, dan dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan perjalanan Anda menjelajahi warisan Minangkabau di Bukittinggi, aplikasi yang konsisten menempati posisi teratas kategori travel di Google Play Store dan App Store di Asia Tenggara.

Dalam Artikel Ini

• 5 Minuman Khas Bukittinggi yang Wajib Dicoba
• 1. Teh Talua
• 2. Kopi Kawa (Aia Kawa)
• 3. Aia Aka (Cincau Hijau)
• 4. Es Tebak
• 5. Ampiang Dadiah
• Di Mana Bisa Menikmati Minuman Khas Bukittinggi?
• 1. Kawasan Jam Gadang dan Pasar Atas
• 2. Pasar Bawah dan Pasar Lereng
• 3. Kawasan Ngarai Sianok dan Sekitarnya
• Kenapa Kopi Kawa Diseduh dari Daun, Bukan Biji Kopi?
• Rasakan Warisan Minangkabau Bersama Traveloka

Jelajahi Keindahan Bukittinggi

Bukittinggi

Indonesia
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan