
Jauh di perbukitan Blitar Selatan, tepatnya di Desa Bakung, berdiri sebuah monumen yang mengenang salah satu operasi militer penting dalam sejarah Jawa Timur. Kawasan ini dulunya berupa hutan dan tebing curam yang sulit dijangkau, namun kini bisa didatangi wisatawan yang tertarik menelusuri jejak sejarah di luar jalur wisata utama Blitar.
Monumen Trisula dibangun untuk mengenang Operasi Trisula pada 1968, operasi TNI yang bertujuan menghentikan aktivitas kelompok yang berafiliasi dengan PKI di wilayah Blitar Selatan, Malang Selatan, dan Tulungagung. Bila Anda memesan Tiket Kereta ke Blitar, monumen ini bisa jadi tambahan menarik di luar rute wisata Makam Bung Karno yang lebih populer.

Indonesia

Blitar Volcano Civilization

9.0/10
Nglegok
Rp 2.100.000
Operasi Trisula digelar TNI pada 1968 setelah ditemukan kelompok yang diduga sisa-sisa PKI berkumpul kembali di wilayah Blitar Selatan. Daerah ini dipilih karena kondisinya berupa perbukitan, tebing curam, dan gua-gua yang sulit dijangkau pasukan darat, sehingga dianggap tempat yang aman untuk berkonsolidasi.
Pada 25 Mei 1968, Komando Daerah Militer VIII/Brawijaya membentuk Satuan Tugas Trisula dengan wilayah operasi meliputi Blitar Selatan, Malang Selatan, dan Tulungagung. Operasi ini berlangsung sekitar dua bulan dan berhasil menghentikan aktivitas kelompok tersebut di kawasan itu. Untuk mengenang peristiwa ini, monumen dibangun di Desa Bakung dan diresmikan pada 18 Desember 1972 oleh Deputy Kasad, Letjen TNI Mochamad Jasin.
Monumen ini berdiri di lahan seluas 5.626 meter persegi dengan desain yang penuh simbol perjuangan. Berikut bagian-bagian yang paling menarik untuk dilihat.
Tiga patung menggambarkan prajurit TNI lengkap dengan atribut senjata, salah satunya menunjuk ke depan sebagai simbol arah dan kepemimpinan. Dua patung lainnya menggambarkan warga sipil yang ikut membantu jalannya operasi, menegaskan persatuan antara militer dan rakyat.
Selain patung, monumen ini juga dilengkapi deretan pilar dan anak tangga yang dirancang dengan makna simbolik, mencerminkan perjalanan panjang operasi yang dilakukan di kawasan perbukitan ini.
Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan membuat monumen ini dikelilingi pemandangan hijau yang cukup asri, jauh dari suasana ramai pusat kota.
Berikut rincian biaya dan jam operasional Monumen Trisula yang bisa Anda jadikan patokan sebelum berkunjung.
| Kategori | Biaya / Jam |
| Tiket Masuk | Gratis |
| Parkir Kendaraan | Rp2.000 - Rp5.000 |
| Jam Operasional | 08.00 - 17.00 WIB (setiap hari) |
Catatan: Harga parkir dan jam operasional di atas bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola setempat.
Monumen Trisula berada di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Berikut cara mencapainya dari beberapa titik keberangkatan.
Dari Kota Blitar, ikuti jalur ke arah selatan menuju Pantai Tambakrejo. Setelah sampai di perempatan Gawang, ikuti papan petunjuk Monumen Trisula dan belok kanan, lalu lanjutkan sekitar 8 km lagi hingga sampai di lokasi.
Bagi yang datang dari luar kota, perjalanan bisa dimulai dengan turun di Stasiun Blitar, lalu melanjutkan perjalanan darat memakai Sewa Mobil di Blitar menuju Desa Bakung.
Rute ini bisa dilalui dengan motor maupun mobil, dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari pusat kota, sehingga cukup ideal digabung dengan kunjungan ke Pantai Tambakrejo di hari yang sama.

Indonesia

Hotel Santika Blitar

9.5/10
•



Sananwetan
Rp 532.555
Beberapa tips berikut bisa membantu perjalanan Anda ke Blitar Selatan lebih lancar.
Rute menuju Bakung melewati jalan perbukitan dengan beberapa tanjakan, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum berangkat.
Berangkat pagi memberi waktu lebih banyak untuk menjelajah kawasan Blitar Selatan, termasuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Tambakrejo setelahnya.
Karena lokasinya cukup terpencil, sinyal internet bisa naik-turun, jadi ada baiknya juga bertanya arah ke warga sekitar jika ragu.
Jika waktu memungkinkan, gabungkan kunjungan ini dengan wisata sejarah lain di Blitar seperti Makam Bung Karno yang lebih dekat dengan pusat kota.
Monumen Trisula menyimpan kisah tentang operasi militer yang berlangsung di kawasan perbukitan Blitar Selatan pada 1968. Lima patung, deretan pilar, dan anak tangga simbolisnya menjadi pengingat visual atas peristiwa yang membentuk sejarah wilayah ini.
Meski letaknya cukup jauh dari pusat kota, perjalanan menuju monumen ini bisa dipadukan dengan kunjungan ke Pantai Tambakrejo, menjadikan satu perjalanan ke Blitar Selatan lebih lengkap dari sisi sejarah maupun alam.
Wed, 23 Sep 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Kediri (DHX)
Mulai dari Rp 1.025.800
Wed, 23 Sep 2026

Super Air Jet
Bandar Lampung (TKG) ke Kediri (DHX)
Mulai dari Rp 1.398.300
Wed, 23 Sep 2026

Super Air Jet
Pekanbaru (PKU) ke Kediri (DHX)
Mulai dari Rp 1.949.700
Sebagai aplikasi travel #1 di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda menyusun perjalanan ke Blitar dari awal hingga akhir. Pesan Tiket Kereta ke Blitar dan Hotel di Blitar dalam satu aplikasi, lalu lengkapi liburan dengan Aktivitas di Blitar untuk menjelajah destinasi lain di sekitarnya.
Nikmati kemudahan berbayar dengan Traveloka PayLater atau metode pembayaran lokal seperti transfer bank, GoPay, dan OVO. Di luar tiket kereta dan hotel, Traveloka juga menyediakan sewa mobil, eSIM, hingga asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama. Unduh Traveloka sekarang dan rencanakan wisata sejarah Anda ke Blitar Selatan.






