
Ternate, sebuah noktah vulkanik di Maluku Utara, merupakan episentrum sejarah yang memadukan aroma cengkih dengan kemegahan tata busana. Iklim pesisirnya yang tropis namun berangin laut memengaruhi pemilihan material yang kontras antara fungsionalitas dan prestise sosial.
Secara tekstilogi, masyarakat Ternate mengadopsi beludru dan sutra sebagai material utama busana kebesaran. Penggunaan material mewah ini bukan tanpa alasan; kilau beludru di bawah cahaya obor upacara adat menciptakan aura sakral yang merefleksikan identitas sebagai "Moloku Kie Raha".
Evolusi bentuk pakaian adat Ternate merekam jejak panjang perdagangan global yang melewati jalur rempah. Pengaruh busana dari Timur Tengah, Eropa (Portugis dan Belanda), hingga Tiongkok bersintesis dengan kearifan lokal, melahirkan siluet yang struktural namun tetap bernapas Islam.
Tradisi busana di sini bukan sekadar penutup raga, melainkan manifes kedaulatan. Dalam setiap helai benang emas yang disulam, terselip narasi tentang kejayaan Sultan Baabullah dan filosofi hidup masyarakat yang menyeimbangkan antara urusan duniawi dan pengabdian ilahi.

Ternate Selatan

BELA HOTEL

8.2/10
•




Ternate Selatan
Rp 855.856
Rp 573.999
Tekstilogi & Material: Menggunakan kain beludru (velvet) hitam untuk pria dan sutra atau satin cerah untuk wanita. Ornamen utama berupa sulaman benang emas (emas jukut) yang dikerjakan dengan teknik bordir timbul manual.
Anatomi & Potongan: Manteren Lamo memiliki potongan struktural menyerupai jas panjang berkerah tegak yang melambangkan ketegasan. Kimun Gia menggunakan potongan baju kurung yang lebih feminin namun tetap menutup aurat secara elegan, sesuai dengan syariat Islam.
Filosofi & Strata: Warna hitam pada Manteren Lamo melambangkan kedalaman ilmu dan perlindungan bagi rakyat. Keunikan pakaian adat Ternate ini terletak pada jumlah kancing dan motif sulaman yang secara eksplisit membedakan status Sultan, pangeran, hingga pejabat keraton.
Tekstilogi & Material: Terbuat dari kain batik Ternate atau sutra yang diperkaku dengan pelapis dalam. Serat kainnya dipilih yang mampu mempertahankan lipatan tajam untuk menciptakan siluet yang tegak dan berwibawa.
Anatomi & Potongan: Destar dibentuk melalui teknik pelilitan manual tanpa jahitan, menciptakan sudut-sudut runcing ke atas. Teknik ini menuntut presisi tinggi agar posisi kain tetap simetris saat dikenakan dalam upacara sakral atau tarian perang.
Filosofi & Strata: Ujung kain yang mencuat ke atas melambangkan fokus pikiran kepada Tuhan YME. Dalam filosofi pakaian adat Ternate, penempatan lipatan tertentu menandakan apakah pemakainya adalah seorang pemangku adat atau keturunan langsung dari Kesultanan.
Tekstilogi & Material: Menggunakan katun halus atau sutra satin yang seragam dengan baju utama. Beberapa varian menggunakan Batik Ternate dengan motif geometris atau rempah yang dihasilkan melalui teknik cap maupun tulis.
Anatomi & Potongan: Celana panjang pria memiliki potongan longgar (loose fit) untuk mobilitas tinggi, sementara wanita mengenakan sarung yang dililit rapi dengan teknik drapery asimetris. Penambahan ikat pinggang emas (stagen) sering digunakan untuk mempertegas siluet.
Filosofi & Strata: Penggunaan celana panjang di balik sarung pada pria mencerminkan pengaruh budaya militer kesultanan di masa lalu. Motif cengkih pada kain bawahan berfungsi sebagai pengingat akan sumber kemakmuran dan sejarah panjang perlawanan terhadap kolonialisme.

Ternate Tengah

Funworld Frenzy Jatiland Mall Ternate Card Top-up

9.0/10
Ternate Tengah
Rp 260.000
Rp 200.000
Fungsi pakaian adat Ternate disempurnakan oleh perhiasan logam mulia seperti kalung bersusun dan anting-anting filigri yang rumit. Para pria bangsawan biasanya menyematkan Keris atau Parang Salawaku di pinggang, yang hulu-nya diukir dari kayu hitam atau perak.
Teknik pembuatan perhiasan ini menggunakan metode tempa dan ukir tangan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap detail logam melambangkan keberanian pelaut Maluku dan ketaatan mereka pada adat yang bersendikan kitabullah.
Sun, 6 Sep 2026

Sriwijaya Air
Makassar (UPG) ke Ternate (TTE)
Mulai dari Rp 1.564.193
Wed, 9 Sep 2026

Batik Air
Jakarta (CGK) ke Ternate (TTE)
Mulai dari Rp 2.358.180
Wed, 19 Aug 2026

Sriwijaya Air
Manado (MDC) ke Ternate (TTE)
Mulai dari Rp 763.328
Kini, warisan tekstil Ternate beradaptasi melalui gerakan Sustainable Fashion dengan penggunaan pewarna organik pada Batik Ternate. Serat kain mulai menggunakan bahan ramah lingkungan seperti serat nanas, tanpa meninggalkan kemewahan benang emas yang menjadi ciri khasnya.
Revitalisasi modern terlihat dalam acara-acara kontemporer seperti Festival Legu Gam, di mana baju tradisional Ternate dimodifikasi menjadi lebih praktis namun tetap sakral. Langkah ini memastikan generasi muda Ternate tetap mencintai identitas budayanya di tengah arus globalisasi.
Untuk memahami kedalaman tekstilogi dan sejarah Ternate, Anda direkomendasikan mengunjungi:
Tertarik menyaksikan langsung kilau emas Manteren Lamo di bawah bayang-bayang Gunung Gamalama? Rencanakan perjalanan budaya Anda ke Maluku Utara melalui Traveloka. Pesan Tiket Pesawat menuju Bandara Sultan Babullah dan pilih Hotel terbaik di Ternate hanya dalam satu aplikasi.
Nikmati pengalaman tanpa cemas dengan fitur Easy Reschedule dan berbagai pilihan pembayaran aman, termasuk PayLater. Dapatkan juga promo khusus pengguna baru untuk memesan Traveloka Xperience menuju destinasi sejarah dan pusat kriya tradisional di tanah Ternate.







