
Klaten, yang berada di antara Yogyakarta dan Solo, dikenal sebagai Kota Seribu Mata Air dengan pesona umbul alami, situs bersejarah, dan budaya yang kuat. Dari Umbul Ponggok hingga kompleks Candi Prambanan, daerah ini menawarkan pengalaman wisata yang menyegarkan. Namun, sebelum berkunjung, memahami cuaca di Klaten sangat penting karena wilayah tropis ini dipengaruhi dua musim utama. Dengan mengetahui pola cuacanya, perjalananmu dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.
BACA JUGA: 7 Tempat Wisata Sekitar Alun-Alun Klaten
Secara geografis, Klaten berada di dataran rendah hingga kaki Gunung Merapi di bagian utara, menjadikannya daerah yang unik dengan variasi suhu dan kelembaban. Klaten memiliki iklim muson tropis, yang berarti pola hujan dan kemaraunya sangat jelas.
Musim kemarau adalah waktu di mana Klaten menampilkan sisi terindahnya, terutama untuk aktivitas outdoor. Curah hujan rendah, dan langit didominasi warna biru cerah.
Selama musim kemarau, suhu harian di Klaten cenderung tinggi. Rata-rata suhu berkisar antara 24°C hingga 33°C, bahkan bisa terasa lebih panas saat siang hari. Kelembaban udara menurun, tetapi angin mungkin terasa kering.
Musim hujan membawa kesegaran ke Klaten. Pepohonan dan sawah terlihat sangat hijau, dan udara terasa lebih sejuk. Namun, musim ini menuntut persiapan ekstra.
Suhu udara cenderung sedikit lebih rendah dan stabil, berkisar antara 22°C hingga 29°C. Namun, kelembaban sangat tinggi. Hujan sering turun dengan intensitas sedang hingga lebat, biasanya terjadi pada sore hari atau malam hari.
Meskipun sebagian besar waktu cuaca Klaten cukup stabil sesuai musimnya, ada saat-saat di mana kondisi cuaca menjadi ekstrem, terutama sebagai dampak perubahan iklim global.
Klaten, yang dekat dengan Selat Jawa dan dipengaruhi oleh pergerakan angin dari Gunung Merapi, kadang mengalami angin kencang, terutama saat terjadi transisi musim atau badai lokal.
Mon, 19 Jan 2026

TransNusa
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 651.100
Sat, 31 Jan 2026

Pelita Air
Jakarta (CGK) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 748.400
Mon, 19 Jan 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Yogyakarta (YIA)
Mulai dari Rp 2.093.258
Cuaca di Klaten sangat memengaruhi kelancaran transportasi, baik bagi wisatawan yang datang maupun bagi warga lokal yang beraktivitas sehari-hari.
Jika kamu datang dari luar daerah, memilih transportasi yang tepat sangat penting. Transportasi darat seperti kereta api atau bus seringkali menjadi pilihan utama. Klaten dilalui jalur kereta api utama dan memiliki stasiun penting seperti Stasiun Klaten.
Dalam mempersiapkan segala aspek perjalanan yang nyaman, pastikan kamu memanfaatkan layanan Traveloka. Perjalanan menuju Klaten dari luar pulau Jawa bisa dimulai dengan tiket pesawat yang mendarat di Bandara Adi Soemarmo (Solo) atau Bandara Adisutjipto (Jogja). Dari sana, kamu bisa melanjutkan perjalanan darat menggunakan tiket kereta api yang terhubung langsung ke Stasiun Klaten, atau tiket bus dan shuttle. Jangan lupa untuk pesan hotel atau penginapan yang lokasinya strategis di Klaten, sehingga mobilitas saat cuaca sedang tidak menentu tetap terjamin.
Bahkan, jika kamu berencana mengunjungi objek populer seperti Umbul Ponggok, kamu bisa pesan tiket atraksi dan wisata di muka agar tidak perlu menghabiskan waktu antri panjang, yang sangat berguna baik saat panas terik maupun hujan.
Cuaca sangat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan perjalanan darat, mulai dari visibilitas hingga kondisi jalan. Memahami dampaknya membantu Anda berkendara dengan lebih aman dan siap menghadapi situasi tak terduga.
Kekayaan mata air (umbul) Klaten adalah anugerah iklim. Umbul-umbul ini tetap beroperasi optimal hampir sepanjang tahun, menjadi salah satu daya tarik utama Klaten, yang membuat cuaca di Klaten terasa lebih sejuk dibandingkan daerah lain di sekitarnya.
Warga lokal dan wisatawan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan umbul, terutama saat musim hujan di mana risiko kontaminasi dari air permukaan lebih tinggi. Jangan buang sampah sembarangan dan patuhi aturan yang berlaku di setiap lokasi wisata mata air.
Secara umum, pagi hari (sebelum jam 10) saat cuaca cerah di musim kemarau adalah waktu paling ideal. Selain udara masih sejuk, kualitas cahaya untuk berfoto di bawah air juga sangat baik.
Klaten adalah destinasi yang ramah untuk semua musim. Baik kamu mencari petualangan outdoor di bawah terik matahari, atau relaksasi indoor sambil menikmati udara sejuk khas Kota Seribu Mata Air, Klaten siap menyambut. Kunci dari liburan yang sukses dan aman adalah kesiapan dan adaptasi terhadap dinamika cuaca di Klaten.
Dengan bekal informasi yang akurat mengenai musim kemarau dan musim hujan, serta tips logistik yang cerdas, kamu tidak hanya akan menikmati keindahan Klaten secara maksimal, tetapi juga dapat menghindari risiko dan ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat perubahan cuaca yang tiba-tiba.















