
Medan, kota terbesar ketiga di Indonesia, selalu berhasil memikat banyak traveler berkat kulinernya yang khas, budayanya yang kaya, serta lokasi strategisnya sebagai gerbang menuju berbagai destinasi populer di Sumatera Utara, termasuk Danau Toba. Namun ada satu hal yang sering terlupakan oleh para traveler ketika menyusun itinerary, yaitu cuaca di Medan. Padahal, memahami pola cuaca akan membantu kamu merencanakan perjalanan dengan lebih efisien dan nyaman.
Cuaca di Medan memiliki karakter tropis yang cenderung panas, lembap, dan memiliki curah hujan cukup tinggi di waktu tertentu. Meski begitu, kota ini tetap bisa dikunjungi sepanjang tahun karena setiap musim memberikan pengalaman yang berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang cuaca di Medan, waktu terbaik untuk mengunjunginya, destinasi yang cocok dikunjungi, serta tips berlibur yang akan membantumu merencanakan perjalanan dengan lebih matang.
BACA JUGA: Rincian Tarif Tol Medan Sinaksak
Secara umum, Medan memiliki dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau, seperti daerah tropis pada umumnya. Meskipun begitu, cuacanya tidak selalu ekstrem karena Medan berada di dataran rendah dan cukup dekat dengan pesisir timur Sumatera.
Selama musim kemarau, cuaca di Medan cenderung cerah dengan suhu rata-rata 26–33°C. Kondisi ini membuat suasana terasa lebih panas terutama pada siang hari. Di waktu ini, udara di kota bisa terasa terik dan membuatmu cepat haus, jadi penting untuk sering minum air putih. Namun, musim kemarau adalah waktu terbaik untuk eksplorasi luar ruangan. Sebagian besar traveler memilih datang di periode ini karena lebih nyaman untuk mengunjungi tempat-tempat wisata seperti kawasan kota tua, wisata kuliner, hingga perjalanan keluar kota.
Kelembapan udara di Medan tetap tinggi meskipun sedang kemarau. Karena itu, kamu mungkin akan sering merasa gerah terutama saat berada di luar ruangan. Menggunakan pakaian berbahan ringan seperti katun atau linen sangat dianjurkan.
Di musim hujan, curah hujan meningkat terutama pada sore hingga malam hari. Suhu udara turun menjadi lebih sejuk, sekitar 24–30°C. Hujan bisa turun secara tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga deras, sering kali disertai awan gelap di sore hari.
Meskipun begitu, bukan berarti kamu tidak bisa berlibur ke Medan di periode ini. Justru banyak aktivitas wisata indoor yang tetap bisa dinikmati, seperti mengunjungi museum, mencicipi kuliner khas, atau menjelajahi bangunan bersejarah. Kamu hanya perlu menyesuaikan jadwal perjalanan agar tidak terjebak hujan, misalnya dengan melakukan kegiatan outdoor di pagi hari ketika langit masih cerah.
Ada beberapa faktor yang membuat cuaca di Medan unik dan terkadang sulit diprediksi:
1. Kedekatan dengan Pesisir Timur
Letaknya yang tidak jauh dari pantai timur membuat Medan memiliki kelembapan tinggi sepanjang tahun.
2. Angin Monsun
Perubahan arah angin musiman turut memengaruhi intensitas curah hujan terutama pada akhir tahun.
3. Pola Awan Lokal
Awan konvektif kerap terbentuk pada siang hari akibat suhu udara tinggi, menyebabkan hujan turun pada sore hari dengan intensitas variatif.
Pemahaman faktor-faktor ini membantu kamu merencanakan perjalanan lebih efisien, terutama jika ingin mengunjungi destinasi outdoor.
Mon, 9 Feb 2026

Batik Air Malaysia
Jakarta (CGK) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 1.102.900
Tue, 10 Feb 2026

AirAsia Indonesia
Jakarta (CGK) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 1.239.833
Tue, 10 Feb 2026

AirAsia Indonesia
Jakarta (CGK) ke Medan (KNO)
Mulai dari Rp 1.279.200
Secara umum, Medan bisa dikunjungi kapan saja. Namun, ada beberapa periode yang dianggap paling ideal, terutama jika kamu ingin perjalanan yang nyaman dan lebih leluasa.
Ini adalah waktu paling favorit untuk berlibur karena cuacanya paling stabil, minim hujan, dan cocok untuk aktivitas outdoor. Kamu bisa dengan bebas berkunjung ke berbagai tempat wisata seperti Istana Maimun atau kawasan kuliner tanpa khawatir rintik hujan mengganggu.
Meski berada di musim hujan, suhu udara pada bulan-bulan ini lebih sejuk sehingga kota terasa lebih nyaman. Hanya saja, kamu perlu menyesuaikan jadwal wisata dengan lebih cermat.
Jika kamu ingin merasakan nuansa budaya dan suasana kota yang lebih meriah, datanglah saat hari besar seperti Natal, Imlek, atau Idulfitri. Namun, kamu perlu mempertimbangkan meningkatnya jumlah wisatawan pada waktu tersebut.
Medan memiliki begitu banyak destinasi wisata, baik indoor maupun outdoor. Berikut rekomendasi tempat wisata yang bisa kamu kunjungi kapan pun, menyesuaikan dengan kondisi cuaca di Medan.
Menjadi ikon kota Medan, Istana Maimun adalah bangunan bersejarah yang memadukan arsitektur Melayu, Eropa, dan India. Tempat ini cocok dikunjungi saat cuaca cerah untuk menikmati keindahan bangunan dari luar maupun bagian interiornya.
Masjid megah berusia lebih dari 100 tahun ini menawarkan suasana religius dan arsitektur unik. Bagian dalamnya cukup sejuk, sehingga cocok dikunjungi saat cuaca panas di siang hari.
Bangunan ini merupakan rumah bersejarah milik Tjong A Fie, seorang saudagar legendaris di Medan. Tempat ini sangat ideal untuk dikunjungi di musim hujan karena seluruh aktivitas wisata dilakukan di dalam ruangan.
Museum satwa yang sangat menarik ini menampilkan koleksi berbagai hewan dari seluruh dunia dalam bentuk taksidermi. Cocok banget untuk wisata keluarga, terutama saat hujan.
Medan sering menjadi titik awal bagi traveler yang ingin mengunjungi Danau Toba. Perjalanan sekitar 4–5 jam akan membawamu menuju danau vulkanik terbesar di dunia ini. Cuaca cerah adalah waktu terbaik untuk eksplorasi Danau Toba.
Jika kamu suka kuliner dan budaya, kawasan ini wajib dikunjungi. Di sini kamu bisa menemukan makanan khas India serta kuil-kuil indah yang cocok untuk foto.
Kawasan ini dipenuhi bangunan tua, kedai kopi, dan kuliner lokal khas Medan. Sangat cocok untuk wisata malam atau sesi foto saat cuaca cerah.
BACA JUGA: 10 Hotel untuk Wedding di Medan
Agar pengalaman liburanmu makin maksimal, beberapa tips berikut bisa dijadikan panduan:
1. Gunakan Pakaian yang Nyaman
Medan cenderung panas, jadi kenakan pakaian yang tidak membuatmu mudah berkeringat. Pilih bahan katun, kaus tipis, atau linen.
2. Selalu Cek Prakiraan Cuaca
Sebelum memulai aktivitas, cek prakiraan cuaca harian terutama saat musim hujan agar kamu bisa menyusun itinerary tanpa terjebak hujan.
3. Bawa Payung atau Jas Hujan
Ini wajib terutama jika kamu datang pada Oktober–Maret. Cuaca di Medan bisa berubah cepat.
4. Kunjungi Destinasi Outdoor di Pagi Hari
Karena hujan biasanya turun sore atau malam hari, lebih baik mengunjungi tempat outdoor di pagi hari.
5. Perhatikan Kondisi Lalu Lintas
Hujan deras sering menimbulkan kemacetan di beberapa titik. Gunakan transportasi online atau sewa kendaraan agar lebih fleksibel.
6. Siapkan Sunscreen
Meski panas tidak selalu terik, radiasi matahari tetap tinggi. Sunscreen membantu melindungi kulit saat aktivitas outdoor.
7. Bawa Air Minum
Kondisi panas dan lembap bisa membuatmu cepat haus. Membawa air minum sendiri jauh lebih praktis.
Memahami cuaca di Medan membantu kamu merencanakan liburan dengan lebih tepat, mulai dari menentukan waktu keberangkatan hingga memilih destinasi wisata terbaik. Medan adalah kota yang bisa dikunjungi kapan saja, asalkan kamu menyesuaikan itinerary dengan kondisi cuaca, baik itu musim hujan maupun kemarau.
Agar perjalanan semakin nyaman, kamu bisa memesan tiket pesawat ke Medan melalui Traveloka yang menawarkan berbagai pilihan harga dan maskapai. Tidak hanya itu, Traveloka juga menyediakan layanan lengkap mulai dari hotel, tiket atraksi wisata, tiket bus & shuttle, hingga tiket kereta untuk memudahkan perjalananmu selama di Medan maupun ketika berlanjut ke kota lain di Sumatera Utara.
Dengan persiapan matang dan dukungan layanan Traveloka, liburanmu di Medan pasti akan menjadi pengalaman menyenangkan yang siap dikenang.














