Panduan Lengkap Tata Cara Umrah Sesuai Sunnah untuk Jemaah

Travel Bestie
Waktu baca 6 menit

Menjalankan ibadah ke Tanah Suci adalah impian setiap Muslim, dan memahami tata cara umrah yang benar merupakan langkah awal yang paling penting agar perjalanan kamu menjadi lebih bermakna. Persiapan yang matang, mulai dari kelengkapan dokumen hingga pemahaman rukun ibadah, akan membantu kamu menjalani setiap prosesnya dengan lebih tenang dan fokus. Dalam artikel ini, kami akan memandu kamu memahami seluruh rangkaian tata cara umrah secara menyeluruh, sehingga kamu tidak perlu bingung lagi saat berada di tengah ribuan jemaah lainnya di Masjidil Haram.

Kami telah merangkum panduan ini mulai dari persiapan syarat wajib, cara mengenakan ihram di lokasi miqat, hingga teknis pelaksanaan tawaf dan sa'i yang benar. Selain itu, kamu juga akan mempelajari detail mengenai tahallul sebagai prosesi penutup yang menandai berakhirnya ibadah kamu. Dengan mengikuti urutan tata cara umrah yang sudah kami susun dengan bahasa yang sederhana ini, diharapkan kamu bisa menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan sesuai sunnah. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai tata cara umrah berikut ini agar persiapan keberangkatan kamu menjadi jauh lebih maksimal!

Persiapan Dokumen dan Syarat Wajib Umrah

Sebelum melangkah jauh ke tanah suci, langkah pertama yang paling krusial adalah memastikan semua aspek administratif dan syarat syariat sudah terpenuhi. Persiapan yang matang di awal akan membuat perjalanan kamu jauh lebih tenang dan bebas dari hambatan teknis saat keberangkatan nanti. Berikut adalah daftar persiapan dokumen dan syarat wajib umrah yang perlu kamu perhatikan:

Beragama Islam dan Baligh: Syarat utama umrah adalah jemaah harus beragama Islam. Selain itu, jemaah diharapkan sudah baligh dan memiliki akal yang sehat untuk memahami rangkaian ibadah.
Paspor yang Masih Berlaku: Pastikan kamu memiliki paspor dengan masa berlaku minimal enam bulan sebelum tanggal keberangkatan. Biasanya, pihak imigrasi juga meminta nama di paspor terdiri dari dua atau tiga kata.
Visa Umrah: Ini adalah izin resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Biasanya, pengurusan visa ini dilakukan melalui agen travel berizin resmi yang bekerja sama dengan pihak penyedia visa di sana.
Pas Foto Terbaru: Kamu perlu menyiapkan pas foto khusus dengan latar belakang putih dan fokus wajah sekitar 80%. Ukuran yang diminta biasanya adalah 4x6 sebanyak beberapa lembar.
Buku Kuning (Vaksin Meningitis): Meskipun aturan sering diperbarui, memiliki bukti vaksinasi meningitis tetap menjadi standar kesehatan internasional untuk melindungi kamu dari penularan penyakit saat berkumpul dengan jemaah dari seluruh dunia.
Dokumen Mahram (Bagi Wanita): Bagi jemaah wanita, pastikan dokumen yang membuktikan hubungan dengan mahram (seperti Kartu Keluarga atau Buku Nikah) sudah disiapkan jika diperlukan dalam proses administrasi.
Kemampuan Finansial dan Fisik: Umrah membutuhkan fisik yang kuat untuk berjalan jauh dan biaya yang cukup untuk perjalanan serta keluarga yang ditinggalkan di rumah.

Dengan melengkapi semua daftar di atas, kamu sudah satu langkah lebih dekat untuk beribadah di depan Ka'bah. Pastikan kamu memeriksa kembali setiap dokumen satu per satu agar tidak ada yang terlewat sebelum hari keberangkatan tiba.

Tata Cara Ihram dan Mengambil Miqat

Setelah dokumen siap, langkah pertama dalam rangkaian ibadah adalah memulai ihram. Ihram bukan sekadar mengenakan pakaian putih, melainkan sebuah pernyataan niat suci untuk memulai ibadah umrah dengan mengikuti batasan-batasan tertentu yang telah ditetapkan. Berikut adalah tata cara ihram dan pengambilan miqat yang perlu kamu pahami:

Mandi Sunnah dan Membersihkan Diri: Sebelum memakai kain ihram, kamu disarankan untuk mandi besar (jinabah), memotong kuku, serta merapikan rambut atau kumis. Ini dilakukan agar kondisi fisik kamu bersih dan segar saat memulai ibadah.
Mengenakan Pakaian Ihram: Bagi laki-laki, gunakan dua helai kain putih tidak berjahit (satu disampirkan di bahu dan satu dililit di pinggang). Bagi perempuan, kamu cukup mengenakan pakaian syar'i yang menutup aurat, namun pastikan wajah dan telapak tangan tetap terbuka.
Menuju Lokasi Miqat: Miqat adalah batas garis geografis di mana kamu harus sudah memulai niat ihram. Lokasinya bergantung pada jalur kedatanganmu, misalnya jemaah dari Madinah biasanya mengambil miqat di Bir Ali (Dzulhulaifah), sedangkan yang langsung ke Jeddah bisa mengambil miqat di Yalamlam atau di atas pesawat sebelum mendarat.
Melakukan Salat Sunnah Ihram: Setelah berganti pakaian dan sampai di miqat, kamu disarankan melakukan salat sunnah dua rakaat jika memungkinkan, sebagai tanda kesiapan batin sebelum berihram.
Mengucapkan Niat Umrah: Di titik miqat inilah kamu secara resmi melafalkan niat umrah. Setelah niat diucapkan, kamu sudah berada dalam status ihram dan wajib menjaga diri dari hal-hal yang dilarang.
Membaca Talbiyah: Setelah berniat, perbanyaklah membaca kalimat Talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah. Ini adalah bentuk komunikasi langsung kamu kepada Allah bahwa kamu telah datang memenuhi panggilan-Nya.

Dengan mengikuti urutan ini secara tertib, kamu sudah resmi memulai perjalanan spiritual di tanah suci. Pastikan kamu selalu menjaga lisan dan perbuatan selama dalam keadaan ihram agar kesucian ibadahmu tetap terjaga hingga tiba di Masjidil Haram.

Panduan Tawaf Mengelilingi Ka'bah

Setelah kamu sampai di Masjidil Haram dengan keadaan sudah berihram, rukun selanjutnya yang harus dilakukan adalah Tawaf. Prosesi ini adalah momen yang sangat emosional karena untuk pertama kalinya kamu akan berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Berikut adalah panduan praktis dalam melaksanakan Tawaf agar ibadah kamu berjalan lancar:

Memastikan Suci dari Hadas: Syarat sah Tawaf adalah dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar. Jadi, pastikan kamu sudah berwudu dengan sempurna sebelum memasuki area pelataran Ka’bah.
Memulai dari Hajar Aswad: Putaran Tawaf selalu dimulai dari garis sejajar dengan Hajar Aswad. Kamu bisa melihat tanda lampu hijau di dinding masjid sebagai penanda titik awal dan akhir setiap putaran.
Posisi Ka’bah di Sebelah Kiri: Saat berjalan mengelilingi Ka’bah, pastikan posisi Ka’bah selalu berada di sebelah kiri bahu kamu. Jangan sampai posisi badan kamu berbalik atau membelakangi Ka’bah saat sedang berjalan.
Melakukan Tujuh Kali Putaran: Tawaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran penuh tanpa terputus. Bagi laki-laki, disarankan untuk lari-lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran sisanya.
Membaca Doa dan Zikir: Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca di setiap putaran, sehingga kamu bebas membaca zikir, selawat, atau doa apa pun yang kamu hafal. Namun, saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca doa Sapu Jagat.
Menutup dengan Salat Sunnah Tawaf: Setelah menyelesaikan tujuh putaran, kamu disunnahkan untuk melakukan salat dua rakaat di belakang Makam Ibrahim (atau di area mana pun yang memungkinkan di dalam Masjidil Haram) dan meminum air zamzam.

Melaksanakan Tawaf dengan tenang dan tidak terburu-buru akan membantu kamu lebih meresapi setiap langkah di baitullah. Setelah menyelesaikan rangkaian ini, kamu bisa bersiap untuk melanjutkan rukun berikutnya, yaitu Sa’i.

Ketentuan Sa'i antara Bukit Safa dan Marwah

Setelah menyelesaikan tawaf dan salat sunnah, rukun selanjutnya yang harus kamu jalani adalah Sa’i. Ibadah ini merupakan napak tilas perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail AS, yang mengajarkan kita tentang arti kesabaran dan ikhtiar yang tidak terputus. Berikut adalah beberapa ketentuan dan panduan saat melaksanakan Sa’i antara Bukit Safa dan Marwah:

Memulai dari Bukit Safa: Prosesi Sa’i harus dimulai dari Bukit Safa. Sesampainya di sana, kamu disunnahkan menghadap ke arah Ka’bah sambil membaca doa dan zikir sebelum mulai berjalan menuju Bukit Marwah.
Melakukan Tujuh Kali Perjalanan: Berbeda dengan tawaf yang berputar, Sa’i dihitung per lintasan. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari Marwah kembali ke Safa dihitung satu kali lagi, hingga genap tujuh kali dan berakhir di Bukit Marwah.
Berjalan Kaki dengan Tenang: Kamu cukup berjalan kaki dengan kecepatan normal di sepanjang jalur Sa'i. Area ini sudah dilengkapi pendingin ruangan dan jalur yang rata, sehingga kamu bisa melaksanakannya dengan lebih nyaman.
Lari-Lari Kecil di Pilar Hijau: Khusus untuk jemaah laki-laki, terdapat area yang ditandai dengan lampu atau pilar hijau. Di sepanjang area tersebut, kamu disunnahkan untuk melakukan lari-lari kecil, sementara untuk jemaah perempuan cukup tetap berjalan biasa.
Memperbanyak Doa dan Zikir: Selama berjalan di antara kedua bukit ini, tidak ada bacaan wajib tertentu. Kamu bebas memanjatkan doa-doa pribadi, berzikir, atau membaca Al-Qur'an sepanjang lintasan yang panjangnya sekitar 405 meter tersebut.
Tidak Wajib dalam Keadaan Wudu: Berbeda dengan tawaf, Sa’i tetap sah dilakukan meskipun kamu sedang tidak dalam keadaan suci atau wudu. Namun, tetap menjaga wudu sangat dianjurkan agar kamu bisa beribadah dengan lebih sempurna.

Melaksanakan Sa’i memang membutuhkan stamina fisik yang cukup, jadi pastikan kamu mengatur napas dan menjaga hidrasi dengan minum air zamzam yang tersedia di sepanjang jalur. Setelah mencapai putaran ketujuh di Bukit Marwah, kamu tinggal selangkah lagi menuju prosesi terakhir.

Prosesi Tahallul sebagai Penutup Ibadah

Setelah menyelesaikan rangkaian Sa’i, kamu akan sampai pada tahap akhir dari ibadah umrah, yaitu Tahallul. Secara harfiah, Tahallul berarti "menjadi halal", yang menandai selesainya masa ihram sehingga larangan-larangan yang berlaku sebelumnya kini sudah tidak ada lagi. Berikut adalah panduan mengenai prosesi Tahallul sebagai penutup ibadah kamu:

Memotong Rambut di Bukit Marwah: Setelah menyelesaikan putaran ketujuh Sa’i dan berakhir di Bukit Marwah, jemaah biasanya langsung melakukan Tahallul di area tersebut. Kamu bisa memotong rambut sendiri atau meminta bantuan sesama jemaah.
Ketentuan bagi Laki-Laki: Bagi jemaah laki-laki, disunnahkan untuk mencukur habis rambut kepala (tahalul kamil) atau setidaknya memotong sebagian rambut secara merata di seluruh bagian kepala. Mencukur habis sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan doa yang lebih besar dari Rasulullah SAW.
Ketentuan bagi Perempuan: Bagi jemaah perempuan, prosesi ini cukup dilakukan dengan memotong rambut sepanjang ujung jari atau sekitar 2-3 cm saja. Pastikan pemotongan dilakukan dengan tetap menjaga aurat di tempat yang tertutup atau dibantu oleh mahram.
Simbol Pembersihan Diri: Tahallul bukan sekadar memotong rambut secara fisik, melainkan simbol bahwa kamu telah melepaskan segala beban dosa dan kembali bersih setelah menjalankan rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan.
Berakhirnya Larangan Ihram: Segera setelah helai rambut terpotong, semua larangan ihram (seperti memakai wewangian, memotong kuku, atau menggunakan penutup kepala bagi laki-laki) kini sudah diperbolehkan kembali bagi kamu.
Menutup dengan Doa Syukur: Akhiri prosesi ini dengan membaca doa syukur karena Allah SWT telah memberikan kelancaran bagi kamu untuk menyelesaikan seluruh rukun umrah dari awal hingga akhir.

Dengan berakhirnya prosesi Tahallul, maka ibadah umrah kamu telah sempurna secara rukun. Kini kamu bisa kembali beraktivitas dengan tenang di tanah suci, memperbanyak ibadah sunnah di Masjidil Haram, dan menikmati momen spiritual yang berharga sebelum kembali ke tanah air.

Agar ibadahmu semakin lancar dan nyaman, pastikan semua kebutuhan perjalanan sudah siap sebelum berangkat. Traveloka bisa membantumu merencanakan perjalanan dengan lebih praktis! Kamu bisa memesan tiket pesawat dengan berbagai pilihan maskapai dan harga terbaik, serta menemukan hotel sesuai dengan kebutuhan dan budgetmu. Jangan lupa untuk menjelajahi berbagai atraksi wisata menarik dengan pemesanan tiket masuk yang mudah di Traveloka.

Selain itu, Traveloka juga menyediakan layanan tiket kereta api, antar jemput bandara, dan rental mobil bagi kamu yang ingin bepergian dengan lebih fleksibel, serta pilihan shuttle dan bus untuk transportasi yang lebih hemat. Tak hanya itu, kamu juga bisa melengkapi perjalanan dengan berbagai layanan tambahan seperti asuransi perjalanan, kartu SIM, hingga pelengkap wisata lainnya agar perjalananmu semakin nyaman dan menyenangkan. Jadi, tunggu apa lagi? Rencanakan perjalananmu sekarang juga dengan Traveloka dan nikmati pengalaman liburan yang tak terlupakan!

Dalam Artikel Ini

• Persiapan Dokumen dan Syarat Wajib Umrah
• Tata Cara Ihram dan Mengambil Miqat
• Panduan Tawaf Mengelilingi Ka'bah
• Ketentuan Sa'i antara Bukit Safa dan Marwah
• Prosesi Tahallul sebagai Penutup Ibadah
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan