
Sabang lebih sering dikenal lewat pantai berpasir putih dan air laut sebening kaca. Namun, di ujung tenggara Pulau Weh ada satu pantai yang tampil berbeda, dengan pasir hitam pekat yang berkilau saat terkena matahari. Kalau kamu berencana ke sana, perjalanan bisa dimulai dengan memesan Tiket Pesawat ke Banda Aceh.
Pantai Anoi Itam adalah satu-satunya pantai berpasir hitam di Pulau Weh, yang terletak di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Sabang. Selain pasirnya yang unik, kawasan ini punya Benteng Jepang peninggalan Perang Dunia II di atas bukit. Dari sana, pengunjung bisa melihat laut lepas dan garis pantai dari ketinggian.
Pasir Pantai Anoi Itam berwarna hitam karena berasal dari material vulkanik Pulau Weh. Nama pantainya pun diambil dari ciri ini, karena dalam bahasa Aceh anoi berarti pasir dan itam berarti hitam.
Pasir di sini juga terasa lebih berat saat digenggam. Kandungan mineral nikelnya tinggi, sehingga beratnya sekitar tiga kali lipat pasir hitam pada umumnya.
Pantai Anoi Itam berada di sisi tenggara Pulau Weh dan dicapai lewat jalur timur dari Kota Sabang. Perjalanannya memakan waktu sekitar 25 menit dengan kendaraan bermotor.
Di sepanjang rute, kamu akan melewati Pantai Sumur Tiga, yang bisa menjadi persinggahan. Tidak ada angkutan umum menuju pantai ini, jadi kamu perlu menyewa mobil atau sepeda motor.
Pantai ini memadukan pemandangan alam dan peninggalan sejarah dalam satu kawasan. Berikut empat hal yang paling menarik perhatian pengunjung.
Pasir hitam Anoi Itam tampak kontras dengan air laut yang biru. Butirannya halus dan berkilau saat terkena cahaya matahari.
Banyak pengunjung berjalan tanpa alas kaki di atas pasir yang hangat. Kegiatan sederhana ini dipercaya warga memberi rasa rileks pada telapak kaki.
Di beberapa bagian pantai terdapat batu kapur dan pecahan kerang berwarna putih. Warnanya sangat berbeda dari pasir di sekitarnya, sehingga menjadi latar foto yang menarik.
Perpaduan hitam, putih, dan biru ini jarang dijumpai di pantai lain. Karena keunikannya, pantai ini pernah disebut majalah Garuda Indonesia sebagai salah satu pantai terindah di Nusantara.
Di atas bukit dekat pantai berdiri bangunan pertahanan peninggalan masa pendudukan Jepang pada Perang Dunia II. Bangunannya masih kokoh dan menghadap ke laut lepas.
Pengunjung bisa melihat bunker dan pos pengamatan yang dulu dipakai untuk memantau perairan. Tempat ini menjadi bagian dari jejak sejarah Sabang sebagai kota pelabuhan yang strategis.
Dari kawasan benteng, pandangan terbuka luas ke arah laut. Pada hari yang cerah, Gunung Seulawah di daratan Aceh terlihat dari kejauhan.
Angin laut bertiup cukup kencang di atas bukit, sehingga udaranya terasa sejuk. Pagi hari adalah waktu yang baik untuk naik, karena matahari belum terlalu terik.
Sat, 31 Oct 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)
Kuala Lumpur (KUL) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 714.983
Tue, 27 Oct 2026

Super Air Jet
Medan (KNO) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.203.700
Sat, 14 Nov 2026

Lion Air
Padang (PDG) ke Banda Aceh (BTJ)
Mulai dari Rp 1.354.600
Suasana Pantai Anoi Itam lebih tenang dibanding pantai di sisi barat Pulau Weh. Berikut kegiatan yang bisa kamu lakukan.
Fasilitas di Pantai Anoi Itam tergolong sederhana. Di depan pantai terdapat masjid, dan di tepi pantai tersedia pondok kayu untuk beristirahat.
Kebersihan pantai dijaga oleh kelompok sadar wisata setempat. Penginapan lebih banyak tersedia di kawasan Sumur Tiga dan pusat Kota Sabang, yang berada di rute yang sama.
Agar kunjunganmu lebih nyaman, perhatikan beberapa hal berikut.
Pasir hitam menyerap panas lebih cepat daripada pasir putih. Pada siang hari, pasirnya bisa terasa sangat panas di kaki.
Jalan menuju Benteng Jepang menanjak. Sandal gunung atau sepatu lebih aman daripada sandal jepit.
Keunikan pantai ini ada pada pasirnya. Biarkan pasir tetap di tempatnya agar pengunjung berikutnya juga bisa menikmatinya.
Kedua pantai berada di jalur timur yang sama. Kamu bisa mengunjungi keduanya dalam setengah hari.
Pantai Anoi Itam adalah satu-satunya pantai berpasir hitam di Pulau Weh, dengan pasir vulkanik yang berat karena kandungan nikelnya. Letaknya 13 kilometer dari pusat Kota Sabang, dan Benteng Jepang di atas bukit melengkapi kunjungan dengan sisi sejarah.
Di antara deretan pantai putih Sabang, pasir hitam pekat itu menjadi pengingat bahwa Pulau Weh lahir dari aktivitas gunung api. Sempatkan singgah ke sisi tenggara pulau, dan kamu akan melihat wajah Sabang yang berbeda.
Untuk mengelilingi Pulau Weh dari sisi barat sampai tenggara, kamu perlu waktu setidaknya dua sampai tiga hari. Siapkan perjalananmu dengan memesan Tiket Pesawat ke Banda Aceh, memilih Hotel di Sabang, dan melihat Aktivitas di Sabang di Traveloka. Platform travel terdepan di Asia Tenggara ini dipercaya lebih dari 100 juta pengguna, dan menyediakan pula sewa mobil, eSIM, serta asuransi perjalanan dalam satu aplikasi.
Kamu bisa membayar dengan Traveloka PayLater, transfer bank, atau dompet digital seperti OVO dan GoPay. Unduh aplikasi Traveloka di Google Play Store atau Apple App Store, tempat aplikasi ini termasuk aplikasi travel dengan rating tertinggi, lalu mulai susun rencana liburanmu ke Aceh.






