
Pulau Paskah adalah pulau kecil di tengah Samudra Pasifik, ribuan kilometer dari daratan Chile. Di pulau terpencil ini berdiri ratusan patung batu berwajah panjang dengan dahi lebar dan bibir terkatup. Penduduk setempat menyebut pulau mereka Rapa Nui, dan patung-patung itu disebut Moai.
Patung Moai adalah patung batu berbentuk manusia yang dipahat oleh orang Rapa Nui di Pulau Paskah, Chile, sekitar tahun 1250 sampai 1500. Jumlahnya lebih dari 900 patung, dengan tinggi rata-rata sekitar 4 meter. Untuk sampai ke sana, wisatawan biasanya terbang dulu ke ibu kota Chile dengan Tiket Pesawat ke Santiago, lalu melanjutkan penerbangan ke Pulau Paskah.
Moai adalah patung monolit, yaitu patung yang dipahat dari satu bongkah batu, dan tersebar di seluruh Pulau Paskah. Berikut ringkasan informasinya.
| Lokasi | Pulau Paskah (Rapa Nui), Chile |
| Pembuat | Orang Rapa Nui |
| Masa pembuatan | Sekitar tahun 1250–1500 |
| Jumlah | Lebih dari 900 patung |
| Bahan | Batu tuf vulkanik dari Rano Raraku |
| Ukuran rata-rata | Tinggi sekitar 4 meter, berat sekitar 12,5 ton |
| Status | Taman Nasional Rapa Nui, Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1995 |
Patung Moai dibuat oleh orang Rapa Nui untuk menggambarkan leluhur yang mereka hormati. Patung juga menjadi tanda kedudukan bagi kelompok-kelompok keluarga yang ada di pulau. Hampir semua Moai dipahat di satu tempat, yaitu tambang batu di lereng gunung api Rano Raraku.
Setelah selesai dipahat, patung dibawa ke berbagai penjuru pulau dan didirikan di atas panggung batu yang disebut ahu. Sebagian besar ahu berada di dekat garis pantai. Tidak semua patung sempat dipindahkan, sehingga banyak Moai masih berada di Rano Raraku sampai sekarang.
Seiring waktu, banyak Moai yang roboh dari ahu-nya. Sekitar 50 patung kemudian didirikan kembali pada masa modern. Pada tahun 1995, kawasan ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dengan nama Taman Nasional Rapa Nui.
Thu, 5 Nov 2026

LATAM Airlines
Sydney (SYD) ke Santiago (SCL)
Mulai dari Rp 16.926.753
Wed, 11 Nov 2026

Cathay Pacific
Sydney (SYD) ke Santiago (SCL)
Mulai dari Rp 18.530.177
Thu, 5 Nov 2026

Qantas
Sydney (SYD) ke Santiago (SCL)
Mulai dari Rp 18.804.280
Walau sekilas mirip satu sama lain, Moai punya beberapa ciri yang menarik untuk diperhatikan. Berikut empat di antaranya.
Kepala Moai berukuran sekitar tiga per delapan dari seluruh tinggi patung. Wajahnya panjang, dengan alis menonjol, hidung besar, dan telinga memanjang. Karena kepalanya begitu dominan, banyak orang mengira Moai hanya berupa kepala.
Moai sebenarnya memiliki badan lengkap dengan lengan yang menempel di sisi tubuh. Patung ini tidak dibuat dengan kaki. Di Rano Raraku, banyak Moai tertimbun tanah sampai sebatas bahu, sehingga yang terlihat dari luar hanya kepalanya.
Sebagian Moai memakai pukao, yaitu batu merah berbentuk silinder yang diletakkan di atas kepala. Pukao dibuat dari batu skoria merah dan menjadi tanda kedudukan tinggi. Rongga mata Moai dulu juga diisi mata dari karang putih dengan pupil dari batu obsidian atau skoria merah.
Sebagian besar Moai berdiri membelakangi laut dan menghadap ke arah permukiman. Pengecualiannya adalah tujuh Moai di Ahu Akivi yang menghadap ke arah laut. Susunan ini membuat pemandangan di tiap situs terasa berbeda.
Penelitian terbaru menunjukkan patung Moai kemungkinan dipindahkan dalam posisi berdiri, dengan cara digoyang ke kiri dan kanan memakai tali sehingga tampak seperti berjalan. Cara ini diperkirakan membutuhkan puluhan sampai lebih dari seratus orang untuk satu patung. Sebelumnya, banyak yang menduga patung ditarik dalam posisi rebah di atas landasan kayu.
Ukuran patung membuat pertanyaan ini terus menarik perhatian. Moai tertinggi yang pernah didirikan bernama Paro, dengan tinggi hampir 10 meter dan berat 82 ton. Di Rano Raraku bahkan ada satu patung yang belum selesai, yang tingginya akan mencapai sekitar 21 meter jika rampung.
Moai tersebar di banyak titik, tetapi ada beberapa situs yang paling sering dikunjungi. Lima lokasi berikut memberi gambaran yang cukup lengkap tentang patung ini.
Rano Raraku adalah tambang batu tempat hampir semua Moai dipahat. Di lereng gunung api ini kamu bisa melihat patung dalam berbagai tahap pengerjaan, termasuk yang masih menempel di dinding batu. Di sinilah juga terdapat deretan Moai yang tertimbun tanah sampai bahu.
Ahu Tongariki adalah panggung upacara terbesar di Rapa Nui, dengan 15 Moai berdiri berjajar. Lokasinya di pantai timur pulau, sekitar 25–30 menit berkendara dari Hanga Roa. Situs ini dikenal sebagai tempat melihat matahari terbit di belakang barisan patung.
Kompleks Tahai berada hanya beberapa menit dari Hanga Roa, kota utama di pulau. Karena menghadap ke barat, tempat ini menjadi titik paling populer untuk melihat matahari terbenam. Lokasinya yang dekat membuat Tahai mudah didatangi pada sore hari.
Ahu Akivi berada di bagian dalam pulau, bukan di tepi pantai. Tujuh Moai di sini berukuran hampir sama dan berdiri sejajar. Situs ini istimewa karena patung-patungnya menghadap ke arah laut.
Anakena adalah pantai berpasir putih dengan deretan pohon kelapa di sisi utara pulau. Di dekat pantai berdiri Ahu Nau Nau, tempat beberapa Moai masih memakai pukao di kepalanya. Di sini kamu bisa melihat patung sekaligus bersantai di pantai.
Perjalanan ke Pulau Paskah butuh persiapan lebih banyak dibanding destinasi lain. Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui.
Penerbangan reguler ke Pulau Paskah dilayani LATAM dari Santiago menuju Bandara Mataveri. Waktu tempuhnya sekitar 5 jam 30 menit tanpa transit. Jadwalnya umumnya satu kali sehari, jadi pesan tiket jauh-jauh hari.
Sebelum berangkat, pengunjung perlu mengisi formulir masuk secara daring. Kamu juga perlu menunjukkan tiket pulang dan bukti pemesanan penginapan di pulau. Lama tinggal wisatawan di Pulau Paskah dibatasi paling lama 30 hari.
Situs-situs Moai berada di dalam Taman Nasional Rapa Nui dan memerlukan tiket masuk. Tiket untuk wisatawan asing dewasa disebut sekitar 100 dolar AS dan berlaku 10 hari. Kunjungan ke situs wajib didampingi pemandu lokal terakreditasi, dan Rano Raraku serta Orongo hanya bisa dimasuki satu kali per tiket. Harga dan aturan tiket dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola taman nasional.
Moai dan ahu adalah peninggalan yang dilindungi. Tetaplah berada di jalur yang sudah ditentukan dan jangan menyentuh patung atau naik ke atas panggung batu. Mengikuti arahan pemandu akan membuat kunjunganmu lancar.
Patung Moai adalah patung batu berbentuk manusia yang dipahat orang Rapa Nui sekitar tahun 1250 sampai 1500 dari batu tuf Rano Raraku. Jumlahnya lebih dari 900, dengan tinggi rata-rata sekitar 4 meter dan kepala yang sangat besar. Sebagian memakai topi batu merah bernama pukao, dan hampir semuanya menghadap ke daratan.
Lokasi terbaik untuk melihatnya antara lain Rano Raraku, Ahu Tongariki, Tahai, Ahu Akivi, dan Pantai Anakena. Pulau Paskah dicapai dengan penerbangan sekitar 5,5 jam dari Santiago. Siapkan formulir masuk, tiket taman nasional, dan pemandu lokal sebelum mulai berkeliling.
Pulau Paskah memang jauh, tetapi persiapannya bisa dicicil dari sekarang. Mulailah dengan mencari Tiket Pesawat ke Santiago dan memilih Hotel di Pulau Paskah lewat Traveloka, lalu lihat juga pilihan Aktivitas untuk kota-kota yang kamu singgahi di perjalanan. Traveloka adalah platform travel terdepan di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, dengan layanan tiket pesawat, hotel, aktivitas, eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi.
Biaya perjalanan jauh juga bisa diatur dengan pilihan pembayaran yang beragam, seperti Traveloka PayLater, transfer bank, GoPay, OVO, dan dompet digital lainnya. Aplikasi Traveloka tersedia di Google Play Store dan Apple App Store. Unduh aplikasinya, pantau harga tiket, dan susun rute menuju barisan Moai di Rapa Nui.






