
Tidak jauh dari Tibumana Waterfall di Bali ada air terjun yang sering terlewat padahal akses jalannya sangat mudah. Pengibul Waterfall yang juga dikenal dengan nama Taman Sari atau Yeh Empel, menawarkan dua kolam alami bertingkat dan tempat melukat yang tenang.
Jalurnya pendek dan berundak, sehingga cocok untuk keluarga yang ingin menikmati air terjun tanpa trekking panjang.
Berikut ulasan lengkap tentang lokasi, daya tarik, fasilitas, tiket masuk, hingga tips berkunjung ke Pengibul Waterfall.
Pengibul Waterfall berada di perbatasan Gianyar dan Bangli, tidak jauh dari Tibumana Waterfall. Alamatnya dilaporkan di Jalan Ngenjung Sari, Bakbakan, Gianyar, dan jaraknya sekitar 1,5 jam dari Bandara Ngurah Rai.
Tue, 17 Nov 2026

Citilink
Bandung (BDO) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 1.360.500
Mon, 16 Nov 2026

Wings Air
Lombok (LOP) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 736.000
Mon, 2 Nov 2026

Batik Air
Labuan Bajo (LBJ) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 818.800
Nama air terjun ini berbeda tergantung arah datang: dari barat disebut Taman Sari, sedangkan dari timur menuju Tibumana disebut Pengibul.
Dari area parkir yang luas untuk mobil dan motor, kamu menyeberang jalan lalu turun lewat tangga beton selama sekitar 3 menit.
Jalur ini bisa disambung ke Tibumana lewat jalan setapak di tengah sawah sepanjang sekitar 500 sampai 600 meter.
Walau tidak terlalu tinggi, tempat ini punya beberapa hal yang membuatnya menarik:
Air terjun ini punya dua kolam dengan kedalaman sekitar 130 sentimeter di bagian atas dan 150 sentimeter di bagian bawah. Kedalaman yang relatif dangkal membuatnya aman untuk berendam, termasuk bagi anak-anak yang didampingi.
Di dekat air terjun terdapat area melukat, yaitu ritual pembersihan diri secara spiritual. Pengunjung yang ingin melukat biasanya membawa canang sebagai persembahan dan mengikuti aturan setempat.
Tangga beton yang rapi membuat perjalanan menuju air terjun hanya sekitar tiga menit. Banyak pengunjung menyebutnya cocok untuk dikunjungi bersama anak-anak.
Dari air terjun, kamu bisa menyeberangi sungai dan menyusuri jalan sawah menuju Tibumana. Cahaya pagi yang menembus pepohonan membuat suasananya indah untuk fotografi.
Fasilitasnya cukup lengkap untuk air terjun berukuran kecil. Beberapa yang bisa kamu temukan:
Loker dilaporkan disewakan sekitar Rp10.000, sedangkan ban renang sekitar Rp15.000. Saat ini sebagian area air terjun juga sedang ditata, sehingga kondisinya bisa berubah.
Informasi tiket Pengibul dilaporkan berbeda-beda. Salah satu sumber menyebut tarif Rp15.000 untuk dewasa domestik, Rp10.000 untuk anak, dan Rp20.000 untuk wisatawan asing.
Sumber lain menyebut pengunjung diminta berdonasi, dengan nominal yang disarankan sekitar Rp15.000.
Jam buka dilaporkan pukul 08.00 hingga 17.30 WITA pada Senin sampai Sabtu, dan 08.00 hingga 18.00 WITA pada hari Minggu.
Karena jadwal dan tarif dapat berubah, konfirmasikan lagi di lokasi.
Agar kunjunganmu nyaman, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:
Pagi hari memberi suasana sepi dan cahaya lembut. Fotografer bahkan menyarankan datang sekitar pukul 06.15 untuk menangkap sinar yang menembus pepohonan, meski loket resmi mungkin belum buka.
Kolam alaminya cocok untuk berendam, jadi siapkan baju ganti, handuk, dan sabun jika ingin membilas badan. Area sekitar air terjun bisa licin sehingga alas kaki yang tidak licin akan membantu.
Pengibul juga menjadi tempat melukat bagi umat Hindu. Berpakaian sopan, jaga sikap, dan ikuti arahan penjaga saat berada di area ritual.
Walau jalurnya mudah, air terjun dan kolam tetap berisiko bagi anak kecil. Pastikan mereka selalu dalam pengawasan saat berada di dekat air.
Karena berada di perbatasan Gianyar dan Bangli, kamu bisa menggabungkan kunjungan ini dengan beberapa tempat berikut:
Tibumana Waterfall berjarak sekitar 500 sampai 600 meter dari Pengibul lewat jalan sawah. Air terjunnya dikenal dengan aliran halus dan kolam yang luas untuk berenang.
Air terjun ini cocok untuk melengkapi kunjungan ke dua air terjun sekaligus.
Tegenungan Waterfall adalah air terjun populer di Desa Kemenuh, Gianyar, dan mudah dijangkau dari Ubud. Tiket masuknya dilaporkan sekitar Rp20.000.
Kamu bisa menikmatinya dari bawah atau dari sisi atas yang menawarkan sudut pandang berbeda.
Pusat Ubud menawarkan Puri Ubud, Pasar Seni Ubud, dan Sacred Monkey Forest.
Tempat ini cocok untuk menutup hari dengan belanja dan makan malam. Jaraknya berkisar 40 menit berkendara dari Tibumana, tergantung lalu lintas.
Penginapan di sekitar Ubud menjadi basis yang praktis. Berikut beberapa yang bisa kamu pertimbangkan:
Kenran Resort Ubud by Soscomma berada di Tegallalang dengan 50 kamar ber-AC, dua kolam renang outdoor, dua restoran, dan spa.
Tersedia yoga, ruang uap, WiFi gratis, dan parkir gratis. Jaraknya sekitar 6 kilometer dari Tibumana, sehingga cocok untuk menginap di suasana yang lebih tenang.
Goya Boutique Resort berada di Jalan Bisma, Ubud, hanya sekitar 9 menit berjalan kaki dari Ubud Monkey Forest dan Puri Ubud.
Tersedia dua kolam renang, restoran Senja, spa, dan WiFi gratis. Cocok untuk kamu yang ingin menginap di pusat Ubud dan mudah berjalan kaki ke restoran maupun pasar.
Svarga Bebek Villas berada di Peliatan, Ubud, dengan dua kolam renang, restoran, winery, dan spa.
Letaknya sekitar 2 menit berkendara dari Ubud Monkey Forest. Tersedia parkir gratis dan layanan antar-jemput ke pusat perbelanjaan.
Pengibul Waterfall cocok untuk kamu yang ingin air terjun yang mudah, tenang, dan tidak membuat anak-anak kelelahan.
Dua kolam alami, tangga yang rapi, dan jalur sawah menuju Tibumana membuatnya bisa dinikmati dalam satu pagi yang santai.
Rencanakan liburan mulai dari pesan hotel, pesan tiket kereta api, hingga cari aktivitas wisata air terjun lainnya di Bali, semuanya bisa dilakukan dalam satu aplikasi di Traveloka.
Untuk perjalanan darat, kamu bisa sewa mobil atau beli tiket bus & travel. Manfaatkan Promo Traveloka agar biaya liburan ke Bali lebih hemat dan perjalananmu terasa lebih nyaman dari awal sampai akhir.
Jadi, ajak keluarga atau teman, siapkan baju ganti, dan rasakan sendiri sejuknya Pengibul Waterfall!






