
Dari padang sabana Sumba hingga kampung-kampung di Manggarai, Flores, anak-anak dan orang dewasa Nusa Tenggara Timur punya cara sendiri untuk menghibur diri sekaligus menjaga tradisi leluhur. Sebagian permainan di sini bahkan bukan sekadar hiburan anak, melainkan ritual adat yang masih ditunggu-tunggu setiap tahunnya.
Permainan tradisional NTT yang paling dikenal antara lain Rangkuk Alu, Caci, Pasola, Motu, Ken Oh, Banga, Gasing Kayu Timor, dan Tali Merdeka, merentang dari permainan anak sederhana hingga tradisi perang-perangan penuh keberanian. Jika Anda membeli Tiket Pesawat ke Labuan Bajo, sempatkan diri untuk mampir ke kampung adat Manggarai dan menyaksikan langsung sebagian dari permainan tradisional ini.
Berikut delapan permainan tradisional dari berbagai pulau di NTT, yaitu Flores, Sumba, dan Timor dengan cara main dan maknanya.
Rangkuk Alu adalah permainan lompat bambu yang berasal dari Manggarai, Flores, dan telah berkembang menjadi seni pertunjukan tersendiri. Empat orang memegang ujung dua pasang bambu sepanjang dua meter, menyilangkannya di atas tanah, lalu menggerakkannya membuka-menutup seperti hendak menjepit.
Satu atau dua pemain harus melompat lincah mengikuti irama musik gambang dan gendang tanpa sampai kakinya terjepit bambu. Semakin cepat tempo permainan, semakin besar tantangan bagi si pelompat untuk menjaga konsentrasi dan koordinasi kaki.

Indonesia

Tur Pulau Komodo - 3 Hari 2 Malam

9.8/10
Labuan Bajo
Rp 4.498.720
Caci adalah duel cambuk dan perisai antar pria dari suku Manggarai, Flores, yang sudah dimainkan sejak ratusan tahun lalu. Satu pemain berperan sebagai paki yang mencambuk lawan dengan pecut dari kulit kerbau kering, sementara lawannya menangkis menggunakan perisai nggiling berlapis kulit kerbau.
Sasaran cambukan hanya boleh mengenai tubuh bagian atas seperti lengan, punggung, atau dada, sementara bagian pinggang ke bawah dilindungi kain penanda batas aman. Meski terlihat keras, Caci dijalankan dengan aturan ketat dan saling menghormati antar peserta.
Pasola adalah tradisi perang-perangan menunggang kuda sambil melempar tombak kayu (hola atau sola) yang berasal dari Sumba. Dua kelompok pemuda dari desa berbeda saling berhadapan di padang luas dan melemparkan tombak berujung tumpul ke arah lawan.
Pasola digelar setiap Februari atau Maret bertepatan dengan musim panen dan ritual adat Marapu, dipercaya sebagai cara berkomunikasi dengan leluhur untuk memohon kesuburan tanah. Meski tampak seperti peperangan sungguhan, tradisi ini dijalankan tanpa dendam meski ada peserta yang terluka.
Sat, 26 Sep 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 1.982.000
Fri, 18 Sep 2026

Lion Air
Surabaya (SUB) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 1.959.931
Sat, 19 Sep 2026

Batik Air
Bali / Denpasar (DPS) ke Kupang (KOE)
Mulai dari Rp 1.967.400
Motu adalah permainan congklak khas Sumba Timur yang dimainkan di atas pasir, bukan papan kayu seperti congklak pada umumnya. Pemain menggali lubang-lubang kecil dan satu lubang besar di pasir sebagai tempat penyimpanan.
Biji-bijian dibagikan secara berputar ke setiap lubang kecil, dan pemain berusaha mengumpulkan biji sebanyak mungkin di lubang besar miliknya. Kesederhanaan alat membuat Motu mudah dimainkan anak-anak kapan saja di halaman berpasir.
Ken Oh atau Ken Tab-Tobe adalah senapan mainan dari bambu khas anak-anak Pulau Timor. Namanya berasal dari "ken" yang berarti menembak dan "oh" yang berarti bambu, dengan laras berdiameter sekitar 1 cm dari ranting bambu.
Pelurunya dulu memakai buah lagundi yang matang musiman, kemudian berganti kertas gulung atau buah bunga bonsai. Permainan ini biasanya ramai dimainkan setelah musim panen jagung antara Maret hingga Mei, meski kini mulai jarang ditemui seiring masuknya hiburan digital ke pelosok Timor.
Banga adalah permainan lempar biji kemiri khas anak-anak Manggarai, dimainkan oleh dua orang atau lebih. Setiap pemain menyiapkan lima hingga sepuluh biji kemiri sesuai kesepakatan sebelum permainan dimulai.
Sebuah lingkaran (ngembo) digambar di tanah dan diisi biji-biji kemiri kecil sebagai target, lalu pemain bergiliran melempar biji yang lebih besar untuk mengeluarkan biji-biji target dari dalam lingkaran. Pemain yang berhasil mengeluarkan biji paling banyak menjadi pemenangnya.
Gasing Kayu Timor adalah permainan gasing tradisional dari Kupang yang kembali populer, terutama saat perayaan Natal di kawasan seperti Penkase Oeleta. Gasing dibuat dari kayu keras dengan ujung bawah runcing dan kadang dilengkapi as logam.
Tali gasing dari nilon atau serat kulit kayu melinjo digunakan untuk melontarkan gasing agar berputar sekencang mungkin. Permainan berjalan dalam tiga tahap, yaitu esa, beo, dan riwe, di mana kelompok yang gasingnya berhenti berputar lebih dulu harus keluar dari permainan.
Tali Merdeka adalah permainan lompat tali dari karet gelang khas kampung-kampung di Manggarai. Empat pemain biasanya berpasangan, dua orang memegang dan mengayunkan tali sementara dua lainnya bergantian melompat.
Tali diayun semakin cepat dan tinggi seiring babak berlanjut, dan pemain yang tersangkut tali harus bergantian posisi menjadi pemegang tali. Permainan sederhana ini melatih ketangkasan sekaligus jadi ajang keakraban anak-anak sepulang sekolah.

Indonesia

On The Rock Hotel by Prasanthi

8.3/10
•



Kelapa Lima
Rp 338.352
Berbeda dari kebanyakan dolanan anak di Jawa, sejumlah permainan NTT seperti Caci dan Pasola justru sarat nilai keberanian dan spiritualitas orang dewasa, bukan sekadar hiburan anak-anak. Keduanya masih dijalankan sebagai bagian dari ritual adat yang menghubungkan masyarakat dengan leluhur dan harapan hasil panen.
Di sisi lain, permainan seperti Rangkuk Alu, Motu, dan Banga tetap menjadi media anak-anak belajar konsentrasi, ketangkasan, dan kejujuran dalam berkompetisi.
Beberapa wilayah di NTT masih rutin menampilkan permainan-permainan ini, baik sebagai ritual adat maupun atraksi budaya untuk wisatawan.
Kampung-kampung di sekitar Ruteng dan Labuan Bajo kerap menampilkan Caci dan Rangkuk Alu saat menyambut tamu atau merayakan panen, biasanya diiringi musik gambang dan gendang khas Manggarai.
Baca Juga: 9 Wisata Labuan Bajo Dekat Bandara Komodo
Sumba Barat menjadi lokasi utama tradisi Pasola setiap Februari-Maret, sementara Sumba Timur masih jadi tempat anak-anak gembala memainkan Motu di sela menjaga ternak.
Di ibu kota provinsi ini, Gasing Kayu Timor masih dimainkan terutama menjelang Natal, sementara Ken Oh dulunya jadi permainan harian anak-anak di pelosok Timor pada musim panen jagung.
Baca Juga: 5 Lirik Lagu Daerah NTT yang Populer
Permainan tradisional NTT menunjukkan betapa beragamnya budaya di satu provinsi kepulauan ini, dari duel cambuk penuh keberanian di Flores hingga perang tombak berkuda di Sumba. Setiap permainan membawa cerita dan fungsi sosialnya sendiri, mulai dari ritual kesuburan hingga sekadar hiburan anak gembala di padang sabana.
Bagi wisatawan yang ingin lebih dari sekadar melihat Komodo, menyaksikan Caci di Manggarai atau mengikuti jadwal Pasola di Sumba bisa jadi pengalaman budaya yang jauh lebih berkesan. Rencanakan waktu kunjungan dengan cermat karena beberapa tradisi ini hanya digelar pada musim tertentu.
Traveloka adalah aplikasi travel #1 di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan ke penjuru Indonesia, termasuk NTT. Pesan Tiket Pesawat ke Labuan Bajo sebagai pintu masuk utama, lalu cari Hotel di Labuan Bajo dengan pilihan mulai dari penginapan sederhana hingga resor tepi pantai.
Lengkapi perjalanan dengan Aktivitas di Labuan Bajo seperti tur Pulau Komodo atau kunjungan ke kampung adat Manggarai, semua bisa dipesan dalam satu aplikasi. Nikmati kemudahan pembayaran lewat Traveloka PayLater atau metode lokal seperti transfer bank, GoPay, dan dompet digital lain, kapan saja lewat aplikasi yang tersedia di Google Play Store dan App Store.










