Sustainable travel atau perjalanan berkelanjutan bukan lagi sekadar tren di 2026 — ini sudah menjadi kebutuhan nyata. Pariwisata berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon, sampah plastik, konsumsi air, dan kepadatan di destinasi-destinasi yang rentan. Tapi pariwisata juga menggerakkan ekonomi lokal, mendanai konservasi, dan mempererat pemahaman antar budaya. Tujuan dari sustainable travel bukan untuk berhenti bepergian, melainkan bepergian dengan cara yang meninggalkan destinasi dalam kondisi lebih baik dari sebelumnya. Berikut cara melakukannya secara praktis.
Penerbangan menyumbang porsi signifikan dari jejak karbon pariwisata, dan cara kamu terbang sama pentingnya dengan seberapa sering kamu terbang. Penerbangan langsung menghasilkan emisi jauh lebih sedikit dibanding rute dengan transit karena fase take-off dan landing adalah yang paling boros bahan bakar. Sebisa mungkin, gabungkan perjalanan — satu perjalanan panjang ke Asia Tenggara yang mencakup beberapa negara menghasilkan dampak per destinasi yang jauh lebih kecil dibanding tiga perjalanan terpisah. Traveloka menyediakan pilihan tiket pesawat lintas Asia Tenggara dengan opsi rute yang membantu kamu merencanakan koneksi paling efisien.
Tue, 16 Jun 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 1.425.100
Wed, 10 Jun 2026

Super Air Jet
Surabaya (SUB) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 766.800
Wed, 10 Jun 2026

Batik Air
Jakarta (HLP) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 1.491.400
Tempat menginap adalah salah satu keputusan berdampak terbesar yang kamu buat sebagai wisatawan. Properti bersertifikat eco memegang kredensial terverifikasi dari organisasi seperti Green Key, EarthCheck, atau LEED, yang berarti mereka memenuhi standar terukur untuk efisiensi energi, konservasi air, pengurangan sampah, dan keterlibatan komunitas. Di luar sertifikasi, guesthouse milik lokal, eco-lodge, dan homestay keluarga menyimpan jauh lebih besar porsi pendapatan pariwisata yang beredar di dalam ekonomi lokal dibanding brand internasional. Di Asia Tenggara, destinasi seperti Ubud di Bali, Luang Prabang di Laos, dan dataran tinggi Chiang Mai punya jaringan properti yang dibangun di atas prinsip keberlanjutan sejati. Temukan dan bandingkan hotel eco-conscious di Asia Tenggara melalui Traveloka.
Pilihan transportasi darat di destinasi tujuan punya dampak besar terhadap emisi lokal dan kepadatan lalu lintas. Kereta, bus bersama, dan feri menghasilkan emisi jauh lebih sedikit per penumpang dibanding taksi pribadi atau penerbangan domestik. Di Asia Tenggara, kereta malam yang menghubungkan kota-kota besar di Thailand dan Vietnam menggabungkan kenyamanan dengan keberlanjutan — satu perjalanan semalam mengeliminasi sekaligus penerbangan domestik dan satu malam hotel. Sepeda dan e-bike semakin tersedia di destinasi mulai dari Hoi An hingga Chiang Mai hingga Ubud. Cek tiket pesawat Traveloka untuk menemukan koneksi paling efisien antar destinasi.
Setiap keputusan pembelian saat bepergian adalah keputusan keberlanjutan. Makan di warung atau kedai lokal, membeli kerajinan langsung dari pengrajin, dan memesan tur yang dipimpin pemandu lokal — semuanya mengarahkan manfaat ekonomi kepada orang-orang dan tempat yang kamu kunjungi. Program community-based tourism yang umum di Laos, Kamboja, dan pedesaan Indonesia membawa ini lebih jauh, dengan desa-desa menerima pendapatan pariwisata yang secara langsung mendanai sekolah, fasilitas kesehatan, dan konservasi. Saat memesan tempat wisata melalui Traveloka, cari pengalaman yang dioperasikan secara lokal: kelas memasak, tur desa, workshop budaya, dan trekking alam yang dipandu anggota komunitas.
Plastik sekali pakai tetap menjadi salah satu masalah lingkungan paling nyata di destinasi wisata populer di Asia Tenggara. Membawa botol minum isi ulang, peralatan makan bambu, dan tas belanja kain mengeliminasi sumber sampah perjalanan paling umum dengan gangguan minimal. Di tingkat destinasi, mendukung restoran dan kafe yang beroperasi bebas plastik memperkuat permintaan pasar untuk praktik yang lebih baik. Pemerintah Bali telah menerapkan pembatasan plastik sekali pakai, dan semakin banyak restoran di seluruh pulau yang mengganti kemasan plastik dengan daun pisang, bambu, dan alternatif biodegradable lainnya.
Interaksi satwa liar yang etis adalah salah satu pilar utama sustainable travel. Hindari aktivitas yang melibatkan hewan pertunjukan, kontak langsung dengan satwa liar, atau fasilitas yang mengurung hewan dalam ruang kecil atau tidak alami. Di Asia Tenggara, pengalaman gajah yang memprioritaskan observasi, berjalan bersama, dan pemberian makan telah menjadi standar yang diterima di sanctuary yang bertanggung jawab. Aktivitas laut — snorkeling, diving, dan kayak — harus dilakukan bersama operator bersertifikat yang menegakkan kebijakan no-touch reef, menyediakan sunscreen ramah terumbu karang, dan membatasi ukuran kelompok. Pesan tempat wisata dan aktivitas alam melalui Traveloka untuk menemukan opsi terkurasi.
Sustainable travel lebih mudah dipraktikkan ketika semua pilihan tersedia dalam satu platform. Sebagai platform perjalanan terdepan di Asia Tenggara yang dipercaya lebih dari 100 juta pengguna, Traveloka menyediakan tiket pesawat, hotel, tempat wisata, sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan — semuanya dalam satu aplikasi. Dari memesan eco-lodge di Ubud hingga menemukan kelas memasak yang dijalankan komunitas di Chiang Mai, Traveloka memberi kamu alat untuk membuat setiap keputusan perjalanan berarti. Cek promo Traveloka untuk penawaran terkini dan unduh aplikasinya sekarang.












