Mengenal Pura Gumang, Tempat Suci yang Penuh Nilai Budaya

Travel Bestie
Waktu baca 5 menit

Bali, pulau dewata yang selalu memikat, tak pernah kehabisan tempat suci yang menyimpan cerita dan nilai sejarah mendalam. Kali ini, kita akan singgah sebentar ke sebuah pura yang mungkin belum sepopuler Tanah Lot atau Uluwatu, namun memiliki kedudukan spiritual dan budaya yang sangat penting, yaitu Pura Gumang. Siapkan diri kamu untuk menyelami keindahan dan makna dari pura yang terletak di timur Bali ini!

Sekilas Sejarah dan Lokasi Pura Gumang

Pura Gumang adalah salah satu Pura Kahyangan Jagat di Bali, yang artinya pura ini memiliki kedudukan penting bagi seluruh umat Hindu di pulau tersebut, tidak hanya untuk satu wilayah desa saja. Pura ini terletak di Desa Adat Bugbug, Kabupaten Karangasem, Bali Timur. Lokasinya yang berada di atas bukit memberikan pemandangan alam yang luar biasa, berpadu harmonis dengan suasana spiritual yang kental.

Keunikan Lokasi dan Tata Letak

Pura Gumang sering disebut juga Pura Gumang Sangkan Bhuana. Pura ini berdiri tegak di puncak sebuah bukit, sehingga untuk mencapainya, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga. Perjalanan menanjak ini bukan hanya ujian fisik, tetapi juga sebuah proses penyucian diri sebelum memasuki area utama pura.

1.
Pemandangan Alam: Dari ketinggian Pura Gumang, kamu bisa menikmati panorama 360 derajat yang menakjubkan. Di satu sisi, terlihat hamparan laut biru dengan garis pantai yang panjang, dan di sisi lain, terlihat hijaunya perbukitan Karangasem.
2.
Arsitektur Khas Bali Timur: Struktur Pura Gumang menunjukkan ciri khas arsitektur Bali Timur, yang cenderung lebih sederhana namun kokoh, mencerminkan ketahanan dan filosofi hidup masyarakat Karangasem.

Sejarah Singkat Pura

Menurut beberapa sumber sejarah dan tradisi lisan (lontar), keberadaan Pura Gumang sudah sangat tua. Pura ini diyakini sebagai tempat pemujaan yang memiliki kaitan erat dengan pendirian atau keberadaan desa-desa Bali Mula (Bali Aga) di sekitarnya.

Pura ini didirikan untuk memuja manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dalam aspek-Nya sebagai penguasa alam semesta dan sebagai pelindung wilayah timur Bali. Pura ini juga memiliki kaitan erat dengan Rsi Markandeya, salah satu tokoh penting penyebar agama Hindu di Bali.

Terbang Bersama Traveloka

Sun, 18 Jan 2026

Sriwijaya Air

Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 764.600

Wed, 4 Feb 2026

AirAsia Indonesia

Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 789.100

Sun, 25 Jan 2026

TransNusa

Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)

Mulai dari Rp 851.300

Makna Spiritual dan Nilai Budaya Pura Gumang

Sebagai Pura Kahyangan Jagat, Pura Gumang memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu. Pura ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat spiritual yang menjaga keseimbangan alam dan kehidupan.

Fungsi Pura sebagai Sangkan Bhuana

Nama Sangkan Bhuana merujuk pada asal muasal alam semesta. Hal ini menyiratkan bahwa Pura Gumang dipandang sebagai poros spiritual yang menghubungkan manusia dengan sumber kehidupan. Upacara-upacara yang dilaksanakan di sini bertujuan untuk memohon keselamatan, kesuburan, dan keseimbangan Tri Hita Karana—tiga penyebab kesejahteraan: hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.

Tempat Melukat dan Penyucian Diri

Meskipun letaknya jauh di atas bukit, banyak umat yang datang ke pura Gumang dengan tujuan melakukan melukat (ritual penyucian diri). Kesucian tempat ini dipercaya dapat membersihkan pikiran dan jiwa dari kekotoran spiritual. Perjalanan menanjak yang melelahkan menuju pura juga dianggap sebagai bagian dari penyucian.

Tradisi Unik: Upacara Ngusaba Gumang

Salah satu daya tarik terbesar dari Pura Gumang adalah pelaksanaan upacara Ngusaba Gumang. Upacara ini merupakan salah satu ritual terbesar di Karangasem yang biasanya dilaksanakan setiap dua tahun sekali atau berdasarkan perhitungan khusus kalender Bali.

1.
Tujuan Upacara: Ritual ini dilakukan sebagai wujud syukur atas hasil panen dan memohon perlindungan serta kemakmuran untuk masa mendatang.
2.
Ritual Khas: Ngusaba Gumang dikenal dengan ritual-ritual tradisional yang masih asli dan melibatkan seluruh komponen masyarakat adat Bugbug, termasuk tari-tarian sakral yang jarang ditampilkan di tempat lain. Bagi wisatawan yang beruntung menyaksikan upacara ini, akan mendapatkan pengalaman budaya yang autentik dan tak terlupakan.

Tips Perjalanan dan Cara Mengunjungi Pura Gumang

Mengunjungi Pura Gumang adalah pengalaman yang luar biasa, namun membutuhkan persiapan yang matang mengingat lokasinya yang cukup menantang.

Akses Menuju Karangasem

Pura Gumang terletak di Kabupaten Karangasem, sekitar dua hingga tiga jam perjalanan dari pusat pariwisata Bali Selatan (Denpasar, Kuta, Seminyak).

1.
Kendaraan Pribadi/Sewa: Cara termudah adalah sewa mobil atau motor, yang memungkinkan fleksibilitas waktu.
2.
Transportasi Umum: Pilihan ini lebih terbatas. Namun, saat ini banyak layanan tiket bus dan shuttle yang melayani rute Denpasar ke Karangasem, meski perlu dilanjutkan dengan ojek atau taksi lokal ke Desa Bugbug.

Selain itu, kamu juga bisa pesan hotel sesuai dengan lokasi kunjungan. Bisa kamu sesuaikan dengan budget dan bisa kamu cek ulasan dari pengunjung lewat aplikasi Traveloka!

Persiapan Fisik dan Etika Berpakaian

1.
Pakaian Adat: Karena ini adalah tempat suci, setiap pengunjung wajib mengenakan pakaian adat Bali: sarung (kamben), selendang (senteng), dan baju sopan. Jika kamu tidak membawanya, biasanya ada penyewaan di sekitar kaki bukit.
2.
Kondisi Fisik: Ingat, kamu akan menapaki ratusan anak tangga. Pastikan kondisi fisik fit dan bawalah air minum yang cukup.
3.
Etika: Jaga sikap dan ucapan selama berada di area pura. Dilarang memasuki area utama pura (Jeroan) bagi wanita yang sedang datang bulan.

Pura Gumang dalam Konteks Pariwisata Bali Timur

Pura Gumang adalah bagian penting dari pesona pariwisata Bali Timur. Kawasan Karangasem memang menawarkan suasana yang lebih tenang, alami, dan kaya akan tradisi otentik Bali yang masih terjaga.

Pesona Bali yang Autentik

Berbeda dengan hiruk pikuk di bagian selatan pulau, Karangasem menawarkan kedamaian. Destinasi di sekitar pura Gumang juga tak kalah menarik, seperti Pantai Pasir Putih (Virgin Beach), Taman Ujung Karangasem, dan Tirta Gangga. Menggabungkan kunjungan ke Gumang dengan destinasi lain di Karangasem akan memberikan pengalaman liburan yang seimbang antara spiritualitas, sejarah, dan keindahan alam.

Surga Fotografi

Bagi penggemar fotografi, Pura Gumang menawarkan angle yang dramatis dan pemandangan yang tak ada duanya, terutama saat matahari terbit atau terbenam. Pura yang berdiri kokoh di puncak bukit, dibingkai oleh langit biru dan hamparan laut, menghasilkan bidikan yang spektakuler. Jangan lupa kunjungi berbagai destinasi wisata yang menarik dengan pesan tiket atraksi wisata di Traveloka. Harganya terjangkau dan bebas antrian!

Untuk mempersiapkan perjalanan eksplorasi ke Bali Timur, kamu bisa mulai dengan memesan tiket pesawat yang efisien menuju Bandara Internasional Ngurah Rai (Denpasar) dengan Traveloka. Setelah tiba, kamu bisa langsung mencari pilihan akomodasi pesan hotel yang nyaman di Karangasem atau sekitarnya. Jika ingin lebih banyak menjelajah tanpa repot, kamu bisa mencari layanan penyewaan kendaraan atau tiket bus dan shuttle yang fleksibel. Jangan lupa cek juga ketersediaan tiket atraksi dan wisata di sekitar Karangasem, seperti Istana Air Tirta Gangga atau Taman Ujung, untuk melengkapi perjalananmu yang penuh nilai budaya di dekat Pura Gumang ini. Perencanaan yang matang akan memastikan liburan kamu berjalan lancar dan berkesan.

Menjaga Kelestarian Warisan Pura Gumang

Pelestarian Pura Gumang adalah hal yang sangat krusial, tidak hanya untuk umat Hindu, tetapi juga bagi dunia pariwisata dan budaya global.

Upaya Konservasi Bangunan

Pura yang telah berdiri selama ratusan tahun ini tentu membutuhkan perawatan yang intensif. Kondisi geografisnya di puncak bukit membuat pura rentan terhadap pelapukan akibat cuaca ekstrem. Dukungan dari pemerintah, yayasan, dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan struktur pura.

Konservasi Lingkungan Sekitar

Pura Gumang dikelilingi oleh area perbukitan yang masih hijau. Menjaga kelestarian lingkungan di sekitar pura adalah bagian dari pengabdian. Pengunjung dan masyarakat dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak vegetasi di sepanjang jalur pendakian. Keharmonisan alam adalah refleksi dari kesucian pura itu sendiri.

Peran Masyarakat Adat Bugbug

Masyarakat Adat Bugbug adalah penjaga utama Pura Gumang. Mereka memegang teguh tradisi, dresta (aturan adat), dan filosofi spiritual yang diwariskan leluhur. Segala bentuk kegiatan di pura, terutama upacara besar, diatur secara ketat oleh prajuru desa (pengurus desa adat). Mendukung kearifan lokal mereka berarti mendukung kelestarian budaya Bali yang otentik.

Mengenal Filosofi di Balik Keindahan

Mengunjungi Pura Gumang seharusnya tidak hanya sebatas melihat keindahan fisik atau berburu foto yang menawan. Yang lebih penting adalah mencoba memahami filosofi di balik setiap ukiran, setiap bangunan, dan setiap ritual yang dilakukan. Inilah yang membuat perjalanan spiritual dan budaya di Bali menjadi sangat berharga.

Pura Gumang adalah permata budaya Bali Timur yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah. Ia adalah tempat di mana spiritualitas, sejarah, dan alam menyatu dalam harmoni sempurna. Jadikanlah kunjungan ke pura ini sebagai kesempatan untuk introspeksi, menghargai warisan budaya, dan menikmati Bali dari sisi yang paling otentik dan damai.

Dalam Artikel Ini

• Sekilas Sejarah dan Lokasi Pura Gumang
• Keunikan Lokasi dan Tata Letak
• Sejarah Singkat Pura
• Makna Spiritual dan Nilai Budaya Pura Gumang
• Fungsi Pura sebagai Sangkan Bhuana
• Tempat Melukat dan Penyucian Diri
• Tradisi Unik: Upacara Ngusaba Gumang
• Akses Menuju Karangasem
• Persiapan Fisik dan Etika Berpakaian
• Pesona Bali yang Autentik
• Surga Fotografi
• Menjaga Kelestarian Warisan Pura Gumang
• Upaya Konservasi Bangunan
• Konservasi Lingkungan Sekitar
• Peran Masyarakat Adat Bugbug
• Mengenal Filosofi di Balik Keindahan

Penerbangan yang Ditampilkan dalam Artikel Ini

Sun, 18 Jan 2026
Sriwijaya Air
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 764.600
Pesan Sekarang
Wed, 4 Feb 2026
AirAsia Indonesia
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 789.100
Pesan Sekarang
Sun, 25 Jan 2026
TransNusa
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 851.300
Pesan Sekarang
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan