
Bali, pulau dewata yang selalu memikat, tak pernah kehabisan tempat suci yang menyimpan cerita dan nilai sejarah mendalam. Kali ini, kita akan singgah sebentar ke sebuah pura yang mungkin belum sepopuler Tanah Lot atau Uluwatu, namun memiliki kedudukan spiritual dan budaya yang sangat penting, yaitu Pura Gumang. Siapkan diri kamu untuk menyelami keindahan dan makna dari pura yang terletak di timur Bali ini!
BACA JUGA: Apa Itu Melukat, Ritual Adat di Bali?
Pura Gumang adalah salah satu Pura Kahyangan Jagat di Bali, yang artinya pura ini memiliki kedudukan penting bagi seluruh umat Hindu di pulau tersebut, tidak hanya untuk satu wilayah desa saja. Pura ini terletak di Desa Adat Bugbug, Kabupaten Karangasem, Bali Timur. Lokasinya yang berada di atas bukit memberikan pemandangan alam yang luar biasa, berpadu harmonis dengan suasana spiritual yang kental.
Pura Gumang sering disebut juga Pura Gumang Sangkan Bhuana. Pura ini berdiri tegak di puncak sebuah bukit, sehingga untuk mencapainya, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga. Perjalanan menanjak ini bukan hanya ujian fisik, tetapi juga sebuah proses penyucian diri sebelum memasuki area utama pura.
Menurut beberapa sumber sejarah dan tradisi lisan (lontar), keberadaan Pura Gumang sudah sangat tua. Pura ini diyakini sebagai tempat pemujaan yang memiliki kaitan erat dengan pendirian atau keberadaan desa-desa Bali Mula (Bali Aga) di sekitarnya.
Pura ini didirikan untuk memuja manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dalam aspek-Nya sebagai penguasa alam semesta dan sebagai pelindung wilayah timur Bali. Pura ini juga memiliki kaitan erat dengan Rsi Markandeya, salah satu tokoh penting penyebar agama Hindu di Bali.
Sun, 18 Jan 2026

Sriwijaya Air
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 764.600
Wed, 4 Feb 2026

AirAsia Indonesia
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 789.100
Sun, 25 Jan 2026

TransNusa
Jakarta (CGK) ke Bali / Denpasar (DPS)
Mulai dari Rp 851.300
Sebagai Pura Kahyangan Jagat, Pura Gumang memiliki makna yang sangat mendalam bagi umat Hindu. Pura ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat spiritual yang menjaga keseimbangan alam dan kehidupan.
Nama Sangkan Bhuana merujuk pada asal muasal alam semesta. Hal ini menyiratkan bahwa Pura Gumang dipandang sebagai poros spiritual yang menghubungkan manusia dengan sumber kehidupan. Upacara-upacara yang dilaksanakan di sini bertujuan untuk memohon keselamatan, kesuburan, dan keseimbangan Tri Hita Karana—tiga penyebab kesejahteraan: hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
Meskipun letaknya jauh di atas bukit, banyak umat yang datang ke pura Gumang dengan tujuan melakukan melukat (ritual penyucian diri). Kesucian tempat ini dipercaya dapat membersihkan pikiran dan jiwa dari kekotoran spiritual. Perjalanan menanjak yang melelahkan menuju pura juga dianggap sebagai bagian dari penyucian.
Salah satu daya tarik terbesar dari Pura Gumang adalah pelaksanaan upacara Ngusaba Gumang. Upacara ini merupakan salah satu ritual terbesar di Karangasem yang biasanya dilaksanakan setiap dua tahun sekali atau berdasarkan perhitungan khusus kalender Bali.
BACA JUGA: Tari Legong: Keindahan Tari Klasik dari Bali
Tips Perjalanan dan Cara Mengunjungi Pura Gumang
Mengunjungi Pura Gumang adalah pengalaman yang luar biasa, namun membutuhkan persiapan yang matang mengingat lokasinya yang cukup menantang.
Pura Gumang terletak di Kabupaten Karangasem, sekitar dua hingga tiga jam perjalanan dari pusat pariwisata Bali Selatan (Denpasar, Kuta, Seminyak).
Selain itu, kamu juga bisa pesan hotel sesuai dengan lokasi kunjungan. Bisa kamu sesuaikan dengan budget dan bisa kamu cek ulasan dari pengunjung lewat aplikasi Traveloka!
Pura Gumang dalam Konteks Pariwisata Bali Timur
Pura Gumang adalah bagian penting dari pesona pariwisata Bali Timur. Kawasan Karangasem memang menawarkan suasana yang lebih tenang, alami, dan kaya akan tradisi otentik Bali yang masih terjaga.
Berbeda dengan hiruk pikuk di bagian selatan pulau, Karangasem menawarkan kedamaian. Destinasi di sekitar pura Gumang juga tak kalah menarik, seperti Pantai Pasir Putih (Virgin Beach), Taman Ujung Karangasem, dan Tirta Gangga. Menggabungkan kunjungan ke Gumang dengan destinasi lain di Karangasem akan memberikan pengalaman liburan yang seimbang antara spiritualitas, sejarah, dan keindahan alam.
Bagi penggemar fotografi, Pura Gumang menawarkan angle yang dramatis dan pemandangan yang tak ada duanya, terutama saat matahari terbit atau terbenam. Pura yang berdiri kokoh di puncak bukit, dibingkai oleh langit biru dan hamparan laut, menghasilkan bidikan yang spektakuler. Jangan lupa kunjungi berbagai destinasi wisata yang menarik dengan pesan tiket atraksi wisata di Traveloka. Harganya terjangkau dan bebas antrian!
Untuk mempersiapkan perjalanan eksplorasi ke Bali Timur, kamu bisa mulai dengan memesan tiket pesawat yang efisien menuju Bandara Internasional Ngurah Rai (Denpasar) dengan Traveloka. Setelah tiba, kamu bisa langsung mencari pilihan akomodasi pesan hotel yang nyaman di Karangasem atau sekitarnya. Jika ingin lebih banyak menjelajah tanpa repot, kamu bisa mencari layanan penyewaan kendaraan atau tiket bus dan shuttle yang fleksibel. Jangan lupa cek juga ketersediaan tiket atraksi dan wisata di sekitar Karangasem, seperti Istana Air Tirta Gangga atau Taman Ujung, untuk melengkapi perjalananmu yang penuh nilai budaya di dekat Pura Gumang ini. Perencanaan yang matang akan memastikan liburan kamu berjalan lancar dan berkesan.
Pelestarian Pura Gumang adalah hal yang sangat krusial, tidak hanya untuk umat Hindu, tetapi juga bagi dunia pariwisata dan budaya global.
Pura yang telah berdiri selama ratusan tahun ini tentu membutuhkan perawatan yang intensif. Kondisi geografisnya di puncak bukit membuat pura rentan terhadap pelapukan akibat cuaca ekstrem. Dukungan dari pemerintah, yayasan, dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan struktur pura.
Pura Gumang dikelilingi oleh area perbukitan yang masih hijau. Menjaga kelestarian lingkungan di sekitar pura adalah bagian dari pengabdian. Pengunjung dan masyarakat dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak vegetasi di sepanjang jalur pendakian. Keharmonisan alam adalah refleksi dari kesucian pura itu sendiri.
Masyarakat Adat Bugbug adalah penjaga utama Pura Gumang. Mereka memegang teguh tradisi, dresta (aturan adat), dan filosofi spiritual yang diwariskan leluhur. Segala bentuk kegiatan di pura, terutama upacara besar, diatur secara ketat oleh prajuru desa (pengurus desa adat). Mendukung kearifan lokal mereka berarti mendukung kelestarian budaya Bali yang otentik.
Mengunjungi Pura Gumang seharusnya tidak hanya sebatas melihat keindahan fisik atau berburu foto yang menawan. Yang lebih penting adalah mencoba memahami filosofi di balik setiap ukiran, setiap bangunan, dan setiap ritual yang dilakukan. Inilah yang membuat perjalanan spiritual dan budaya di Bali menjadi sangat berharga.
Pura Gumang adalah permata budaya Bali Timur yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah. Ia adalah tempat di mana spiritualitas, sejarah, dan alam menyatu dalam harmoni sempurna. Jadikanlah kunjungan ke pura ini sebagai kesempatan untuk introspeksi, menghargai warisan budaya, dan menikmati Bali dari sisi yang paling otentik dan damai.
BACA JUGA: 10 Hotel dengan Paket Nyepi di Bali












