
Sumatera Barat merupakan sebuah provinsi yang terteletak di sepanjang pesisir barat bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terkenal dengan kekayaan alam, kebudayaan Minangkabau yang kuat, serta seni arsitektur tradisionalnya yang khas.
Sumatera Barat memiliki Ibu Kota yaitu Padang dengan mayoritas Suku Minangkabau memiliki kuliner yang lezat seperti Rendang, Sate Padang, Dendeng Balado, dan Teh Talua. Selain dari itu juga memiliki Tari-tarian dari Sumatera Barat beragam, tidak jarang jadi penghibur tamu penting yang datang. Selain tari-tarian, rumah Adat Sumatera Barat juga tak kalah menarik lho. Arsitektur bangunannya punya keunikan tersendiri.
Setiap rumah Adat memiliki filosofi dan fungsi tersendir. Yuk, kenali ragam rumah Adat Sumatera Barat sekaligus rekomendasi hotel untuk liburan ke Ranah Minang!
Rumah Adat Sumatera Barat dikenal juga dengan nama Rumah Gadang ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Godang, Rumah Bagonjong atau Rumah Baanjuang oleh masyarakat sekitar. Rumah dengan panggung khas Minangkabau ini dapat dengan mudah kamu temui disana, ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol kebudayaan, struktur sosial matrilinear, dan filosofi hidup “Alam Takambang Jadi Guru”.
Tue, 10 Nov 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Padang (PDG)
Mulai dari Rp 1.278.308
Tue, 24 Nov 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)
Kuala Lumpur (KUL) ke Padang (PDG)
Mulai dari Rp 586.807
Tue, 17 Nov 2026

Lion Air
Kuala Lumpur (KUL) ke Padang (PDG)
Mulai dari Rp 686.116
Shutterstock.com
Rumah Gadang adalah rumah Adat yang berasal dari Sumatera Barat, jika dilihat sekilat rumah ini seperti berbentuk tanduk kerbau. Selain dari rumah ini memiliki sejarah yang cukup panjang karena pada saat itu Kerajaan Majapahit tengah menduduki Minangkabau. Masyarakat setempat ingin mempertahankan wilayahnya pun memutuskan untuk berperang dengan menyiapkan pasukan berjumlah besar.
Masyarakat Minangkabau menyadari, jika mereka memiliki peluang untuk menang sangat kecil. Jadi, mereka menawarkan untuk adu kerbau dengan kesepakatan. Jika Kerajaaan Majapahit kalah dalam pertandingan adu kerbau, maka masyarakat Minangkabau berhak menduduki tanah Minang. Begitupun sebaliknya.
Pada saat proses pertandingan adu kerbau masyarakat Minangkabau berhasil memenangkan pertandingan dengan Kerajaan Majapahit. Sehingga masyarakat Minangkabau bisa mempertahankan daerahnya dari jajahan Kerajaan Majapahit. Untuk lambang kemenangan itulah, masyarakat Minangkabau membuat atap rumah gadang yang terinspirasi dari tanduk kerbau.
Rumah Adat Sumatera Barat memiliki berbagai fungsi, jika ingin digunakan keluarga besar juga bisa akan tetapi pembagian kamarnya tergantung dari jumlah anak perempuan yang tinggal bersamanya.
Sementara untuk fungsi adatnya, biasanya dipakai untuk melangsungkan upacara adat seperti pernikahan, bermusyawarah, Batagak Gala, memeringati kematian, dan lain-lain. Rumah ini juga bisa tercermin dari status sosial pemiliknya jika memiliki banyak tanduk atau gonjong atapnya. Tambah banyak jumlahnya, maka semakin tinggi pula status sosialnya.
Shutterstock.com
Rumah Adat Sumatera Barat memiliki banyak daya tarik di dalamnya dimulai dari arsitekturnya yang unik, memiliki atap seperti tanduk kerbau yang lancip meruncing, arsitektur yang kokoh sebab dikawasan ini rawan akan bencana gempa bumi oleh karena itu menggunakan tiang-tiang sebagai penyanggah, dan memiliki ukiran yang memiliki banyak makna terkandung.
Ciri khas rumah Adat Sumatera Barat ini adalah rumah panggung dengan dengan kolong. Dahulu digunakan untuk menghindari binatang buas. Selain dari atap berbentuk runcing seperti tanduk kerbau jumlahnya bisa 2-7 buah. Dan ternyata, semakin banyak jumlah gonjong, maka semakin tinggi status sosialnya.
Pada bagian dinding Rumah Gadang di buat dari bahan papan, sedangkan bagian belakang dari bahan bambu. Papan dinding dipasang vertikal, sementara semua papan yang menjadi dinding dan menjadi bingkai diberi ukiran, sehingga seluruh dinding menjadi penuh ukiran. Penempatan motif ukiran tergantung pada susunan dan letak papan pada dinding Rumah Gadang.
Shutterstock.com
Rumah Gadang Gajah Maharam adalah tipe yang paling besar, lebar dan kokoh. Selain dari itu juga memiliki banyak ruang di dalamnya, rumah ini juga berfungsi untuk berbagai macam acara seperti pesta pernikahan atau kematian bukan untuk rumah hunian. Pintu masuk rumah gadang biasanya terletak di tengah, baik di depan maupun belakang.
Rumah Gadang jenis ini banyak ditemukan di Luhak Agam, mempunyai sayap pada sisi kiri dan kanan atapnya. Pintu masuk rumah Gadang ini terletak di bagian belakang. Tapi seiring berjalannya waktu, sudah ditambahkan pintu depan. Pintu belakang ini juga memiliki makna jika yang mempunyai rumah adalah seorang perempuan.
Jika dilihat dari namanya “ampek” artinya empat dengan ciri khas memiliki empat buah gojong di atas atap. Ukurannya besar, sehingga ada sekitar 7 ruangan di dalamnya. Keunikan lainnya, biasanya ada anjung di sisi dan kanan bangunan. biasanya terlihat di wilayah adat Luhak Nan Tigo.
Selanjutnya adalah Rumah Gadang Gonjong Limo dengan ciri khas tidak ada anjung dan memiliki lima gonjong. Mirip dengan Gajah Maharam namun ada penambahan gonjong di bagian kiri dan kanan dari bangunan. Jenis rumah satu ini banyak berada di Kota Payakumbuh.
Jika dibandingkan dengan yang lainnya, jenis rumah ini lebih modern. Ciri khasnya adalah memiliki banyak jendela dan sudah mengalami modifikasi pada ukuran khas Minang. Dindingnya sudah memanfaatkan papan dan juga mirip dengan Rumah Gadang Gajah Maharam.
Gonjong Sibak Baju memiliki bentuk yang sekilas mirip pakaian khas Sumatera Barat. Bentuknya juga disebut mirip dengan baju yang sedikit dirobek, bahan bakunya terbuat dari kayu sasak. Tapi memang jika dilihat sekilas bentuknya mirip dengan rumah Gadang Gajah Maharam tapi bahan bakunya saja yang berbeda.
Satu lagi ada rumah gadang batingkek yang ciri khasnya adalah gonjong bertingkat-tingkat. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Minangkabau, gojong bertingkat dimanfaatkan untuk menyimpan hasil panen. Bentuk ini banyak ditemukan di daerah Padang.
Rumah Gadang ini memiliki variasi khas dari daerah Koto Anau atau dari Kota Solok yang memadukan elemen khas gaya tradisional lokal dengan beberapa tingkatan lantai.
Rumah ini dari adat utama Suku Mentawai yang memiliki berukuran besar, sebagai tempat tinggal beberapa kepala keluarga sekaligus sebagai pusat kegiatan adat dan ritual.
Rumah ini juga berasal dari Suku Mentawai, rumah ini memiliki ukuran yang lebih kecil karena hanya digunakan untuk tempat tinggal sehari-hari untuk keluarga inti saja.
Rumah ini biasanya bersifat pondok saja karena hanya untuk ditinggal sementara, dan ditinggali oleh kaum muda mudi yang belum berkeluarga atau menikah
Berikut ini beberapa rekomendasi hotel terbaik untuk kamu menginap ketika sedang berada di Sumatera Barat:
Hotel Pangeran Beach Padang menawarkan akomodasi bintang empat yang berlokasi strategis di tepi pantai kawasan Padang Utara, Sumatra Barat. Hotel ini menyediakan fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari kolam renang outdoor, pusat kebugaran, fasilitas spa dan sauna, restoran ber-AC, hingga layanan resepsionis 24 jam dan akses Wi-Fi gratis di seluruh area. Setiap kamar didesain luas dan nyaman dengan pilihan pemandangan laut yang memukau. Tarif menginap di hotel ini ditawarkan mulai dari harga kisaran Rp550.000 per malam di platform pemesanan online.
Hotel Santika Premiere Padang merupakan opsi penginapan bintang empat kelas atas yang terletak di Jalan Ahmad Yani, pusat kota Padang, Sumatra Barat. Properti modern ini dilengkapi dengan beragam fasilitas mewah seperti kolam renang outdoor, ruang aula resepsi, fasilitas rapat, restoran berkonsep luas, lift, area parkir, serta jaringan Wi-Fi gratis bagi seluruh tamu.
Setiap kamar dirancang secara elegan dengan panorama keindahan kota maupun laut yang sangat menawan. Harga kamar di hotel ini dipatok mulai dari sekitar Rp1.190.000 per malam.

Indonesia

Hotel Santika Premiere Padang

9.2/10
•




Padang Barat
Rp 1.060.606
Whiz Prime Hotel Khatib Sulaiman Padang adalah hotel bintang tiga kontemporer yang berlokasi di kawasan bisnis strategis Padang Utara, Sumatra Barat. Hotel ini dilengkapi fasilitas menarik seperti restoran rooftop di Puncak Singgalang yang menyajikan pemandangan kota, ruang rapat, jaringan Wi-Fi cepat, layanan resepsionis 24 jam, serta area parkir yang aman.
Kamar-kamar yang bersih dan bergaya minimalis menjadikan penginapan ini sangat ideal untuk keperluan bisnis maupun liburan keluarga. Tarif menginap dibanderol mulai dari kisaran Rp465.000 per malam.

Indonesia

Whiz Prime Hotel Khatib Sulaiman Padang

8.4/10
•



Padang Utara
Rp 627.593
Sumatera Barat menawarkan keindahan alam serta keberagaman kuliner yang bisa kamu coba bersama orang-orang tercinta. Kamu bisa jelajahi keindahannya dengan merencanakan perjalanan liburan bersama Traveloka. Dalam satu aplikasi, kamu bisa boking hotel, pesan tiket pesawat, tiket kereta, bus dan travel, serta menemukan berbagai atraksi seru melalui Traveloka Xperience.
Untuk mempersiapkan perjalanan, kamu dapat menggunakan Traveloka untuk mencari hotel, tiket pesawat, tiket kereta api, atau tiket bus & shuttle. Sebelum melakukan pemesanan, jangan lupa cek promo Traveloka, termasuk Promo BCA, Kode Kupon Traveloka, dan Promo Bank Traveloka yang sedang berlaku untuk mendapatkan harga lebih hemat.










