
Churros adalah salah satu camilan manis yang mudah dikenali dari bentuknya yang panjang, bertekstur, dan digoreng hingga renyah. Biasanya disajikan dengan taburan gula atau dicelupkan ke dalam saus cokelat, churros telah menjadi bagian dari budaya kuliner di berbagai negara. Meski terlihat sederhana, makanan ini menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.
Banyak orang mengenal churros sebagai camilan khas Spanyol atau Amerika Latin, namun tidak semua tahu bagaimana awal mula makanan ini tercipta dan mengapa churros bisa menyebar ke berbagai belahan dunia. Melalui artikel ini, kamu akan mengenal sejarah churros secara lebih mendalam, mulai dari pengertiannya, asal-usul, hingga perkembangannya di era modern dan kehadirannya di Indonesia.
Churros adalah camilan yang terbuat dari adonan sederhana berbahan dasar tepung, air, dan garam, yang kemudian digoreng hingga berwarna keemasan. Setelah matang, churros biasanya dilapisi gula pasir atau gula kayu manis untuk memberikan rasa manis tambahan. Di beberapa negara, churros juga disajikan dengan berbagai jenis saus sebagai pelengkap.
Tekstur churros menjadi ciri khas utamanya. Bagian luar terasa renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Bentuknya yang beralur dihasilkan dari penggunaan spuit atau cetakan khusus saat adonan ditekan ke dalam minyak panas. Meski tampak seperti kue, churros sebenarnya lebih dekat dengan kategori camilan gorengan.
Dalam tradisi kuliner tertentu, churros tidak hanya dianggap sebagai makanan ringan, tetapi juga sebagai bagian dari kebiasaan sosial. Di Spanyol misalnya, churros sering disantap bersama keluarga atau teman sebagai menu sarapan atau camilan sore, terutama ketika cuaca dingin.
Supaya dapat memahami asal-usul churros secara utuh, kamu perlu melihat ke belakang, ke masa ketika makanan ini pertama kali dibuat. Asal-usul churros memang masih memiliki beberapa versi, namun mayoritas sejarawan kuliner sepakat bahwa churros berasal dari Spanyol dan berkembang sebagai makanan rakyat.
Pada awal kemunculannya, churros dibuat dari bahan yang sangat sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa makanan ini lahir dari kebutuhan praktis, bukan dari dapur bangsawan atau kalangan elit. Seiring dengan perjalanan waktu dan perpindahan manusia antarwilayah, churros mulai dikenal di berbagai negara. Penyebarannya erat kaitannya dengan eksplorasi dan kolonisasi yang dilakukan bangsa Spanyol.
Churros juga mulai dikenal di Amerika Serikat, terutama di daerah dengan pengaruh budaya Hispanik yang kuat. Dari sana, churros masuk ke taman hiburan, festival makanan, hingga restoran modern, sehingga semakin dikenal oleh masyarakat global.
Memasuki era modern, churros tidak lagi terbatas pada bentuk dan rasa tradisional. Inovasi dalam dunia kuliner membuat churros bertransformasi menjadi hidangan yang lebih variatif dan mengikuti tren pasar.
Di banyak negara, churros kini hadir dalam berbagai ukuran dan bentuk, mulai dari versi mini hingga churros berbentuk spiral. Topping dan saus pendampingnya pun semakin beragam, seperti saus karamel, matcha, keju, hingga es krim.
Perkembangan media sosial juga berperan besar dalam popularitas churros. Tampilan churros yang menarik dan mudah dikreasikan menjadikannya objek yang sering dibagikan di platform digital. Hal ini mendorong pelaku usaha kuliner untuk terus berinovasi agar churros tetap relevan dengan selera konsumen masa kini.
Meski demikian, resep dasar churros relatif tidak berubah. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi kekuatan churros, karena mampu beradaptasi dengan berbagai budaya tanpa kehilangan identitas aslinya.
Di Indonesia, churros mulai dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Kehadirannya banyak dipengaruhi oleh perkembangan kafe dan restoran bergaya internasional, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner global.
Churros di Indonesia umumnya disajikan sebagai camilan atau dessert. Banyak kafe yang menyajikan churros dengan sentuhan lokal, seperti saus cokelat dengan rasa kopi, keju, atau bahkan gula aren. Adaptasi ini membuat churros lebih mudah diterima oleh lidah masyarakat Indonesia.
Selain di kafe, churros juga mulai muncul di festival kuliner dan bazar makanan. Bentuknya yang praktis dan rasanya yang familiar menjadikan churros pilihan camilan yang digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Menariknya, meski churros bukan makanan tradisional Indonesia, cara penyajiannya memiliki kemiripan dengan jajanan lokal berbasis gorengan. Hal ini membuat churros terasa tidak asing dan cepat populer di tengah masyarakat.
Sejarah churros menunjukkan bahwa camilan sederhana bisa memiliki perjalanan panjang lintas budaya dan zaman. Dari makanan praktis yang dibuat dengan bahan terbatas, churros berkembang menjadi ikon kuliner yang dikenal di berbagai negara. Keberhasilannya bertahan hingga kini membuktikan bahwa rasa, kesederhanaan, dan kemampuan beradaptasi adalah kunci dari sebuah makanan yang dicintai banyak orang.
Menjelajahi kuliner dunia bisa jadi kegiatan seru yang tak akan terlupakan. Kini, Traveloka hadir untuk membantu kamu dalam mewujudkannya. Dengan Traveloka, kamu bisa pesan tiket pesawat, tiket kereta api, shuttle bus, hingga booking hotel. Kamu juga bisa memesan tiket atraksi wisata di destinasi tujuan dari jauh-jauh hari, tanpa khawatir kehabisan tiket. Jadi, tunggu apa lagi? Pakai Traveloka sekarang dan dapatkan penawaran terbaiknya sekarang!










