
Tidak perlu jauh dari Banjarbaru untuk merasakan pendakian yang menantang. Di Mandiangin, ada Bukit Manjai, bukit yang tidak terlalu tinggi tetapi punya tanjakan curam. Dari puncaknya, kamu bisa melihat matahari terbit, matahari terbenam, dan perbukitan yang tertutup awan.
Bukit Manjai berada di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, sekitar 14 km atau 25 menit dari Bundaran Simpang Empat Banjarbaru. Tingginya 337 mdpl, dan pendaki pemula butuh sekitar 1,5 jam sampai puncak. Bandara Syamsudin Noor juga ada di Banjarbaru, jadi setelah memesan Tiket Pesawat ke Banjarmasin, kamu bisa langsung menuju Mandiangin.
Bukit Manjai adalah bukit setinggi 337 mdpl di Mandiangin Timur yang dikenal karena jalurnya curam dan pemandangan sunrise serta sunset-nya. Meski tidak tinggi, bukit ini cukup menguras tenaga, terutama di awal pendakian. Karena itu, Bukit Manjai sering dipilih untuk latihan fisik atau pendakian singkat di akhir pekan.
Bukit ini juga dikenal di kalangan peneliti. Di kawasan Lembah Bukit Manjai ada Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis yang menjadi lokasi penelitian tumbuhan. Peneliti mencatat tujuh jenis tumbuhan dari famili talas-talasan (Araceae) di kawasan ini, termasuk Alocasia princeps, Alocasia sarawakensis, dan beberapa jenis Amorphophallus.
Di puncak, ada area untuk mendirikan tenda dan memasang hammock. Banyak pendaki memilih bermalam supaya bisa melihat matahari terbenam dan matahari terbit tanpa harus naik dua kali.
Dari Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Bukit Manjai berjarak sekitar 14 km dan bisa ditempuh sekitar 25 menit dengan motor atau mobil. Lokasinya dekat dengan Banjarbaru dan Bandara Syamsudin Noor, jadi cocok untuk pendakian singkat sebelum atau sesudah penerbangan.
| Info | Keterangan |
| Alamat | Desa Mandiangin Timur, Kec. Karang Intan, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan |
| Ketinggian | 337 mdpl |
| Jarak | Sekitar 14 km dari Bundaran Simpang Empat Banjarbaru (sekitar 25 menit) |
| Lama pendakian | Sekitar 1,5 jam untuk pemula |
| Jalur | Tanjakan warik, lalu pilihan jalur ekstrem atau jalur santai |
| Tiket masuk | Rp15.000 per orang (termasuk parkir motor untuk yang menginap) |
Catatan: Harga bisa berubah sewaktu-waktu, jadi tanyakan lagi saat membayar di lokasi.
Berikut beberapa hal yang membuat Bukit Manjai berbeda dari bukit lain di sekitar Banjarbaru.
Bagian awal jalur Bukit Manjai disebut tanjakan warik. Dalam bahasa Banjar, warik berarti monyet, dan nama ini menggambarkan tanjakannya yang curam. Di bagian ini, kamu butuh stamina dan konsentrasi.
Kalau berhasil melewati tanjakan warik, sisa perjalanan biasanya terasa lebih ringan. Jangan terburu-buru dan istirahatlah kalau napasmu mulai berat.
Setelah tanjakan awal, jalur ke puncak terbagi dua, yaitu jalur ekstrem dan jalur santai. Kamu bisa memilih sesuai kemampuan dan pengalamanmu.
Pendaki pemula atau rombongan dengan anak-anak sebaiknya memilih jalur santai. Jalur ekstrem cocok untuk yang sudah terbiasa mendaki dan ingin tantangan lebih.
Dengan tinggi 337 mdpl, Bukit Manjai termasuk bukit yang rendah. Namun, jalurnya curam sehingga pemula tetap butuh sekitar 1,5 jam untuk sampai ke puncak, termasuk waktu istirahat.
Karena itu, Bukit Manjai cocok untuk latihan sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi. Kamu bisa melatih kaki dan napas di jalur yang pendek tapi berat.
Fri, 30 Oct 2026

Lion Air
Surabaya (SUB) ke Banjarmasin (BDJ)
Mulai dari Rp 808.300
Sun, 25 Oct 2026

Wings Air
Balikpapan (BPN) ke Banjarmasin (BDJ)
Mulai dari Rp 945.700
Fri, 30 Oct 2026

Super Air Jet
Jakarta (CGK) ke Banjarmasin (BDJ)
Mulai dari Rp 1.231.000
Kawasan Lembah Bukit Manjai punya Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis yang dipakai untuk penelitian. Di sini tercatat tujuh jenis tumbuhan talas-talasan, termasuk Alocasia dan Amorphophallus, kerabat bunga bangkai.
Fakta ini menunjukkan bahwa hutan di sekitar Bukit Manjai masih menyimpan keanekaragaman tumbuhan. Saat mendaki, jangan memetik atau merusak tanaman di sepanjang jalur.
Bukit Manjai paling cocok untuk kegiatan pendakian singkat dan berkemah. Berikut yang bisa kamu lakukan di sana.
Matahari terbit adalah salah satu pemandangan utama dari puncak Bukit Manjai. Kalau ingin melihatnya tanpa berkemah, mulailah mendaki sekitar 1,5–2 jam sebelum matahari terbit.
Bawa senter kepala karena jalur masih gelap. Saat cuaca mendukung, kamu bisa melihat perbukitan yang tertutup awan di sekitar puncak.
Selain pagi, sore hari juga jadi waktu favorit pendaki. Dari puncak, kamu bisa melihat matahari terbenam di balik perbukitan Mandiangin.
Kalau mendaki sore dan tidak berencana menginap, siapkan senter untuk turun karena jalur cepat gelap setelah matahari terbenam.
Puncak Bukit Manjai punya area untuk mendirikan tenda dan memasang hammock. Dengan berkemah, kamu bisa melihat matahari terbenam dan terbit dalam satu perjalanan.
Tiket Rp15.000 sudah termasuk parkir motor untuk pengunjung yang menginap. Bawa tenda atau hammock sendiri, matras, dan perlengkapan masak.
Setelah turun, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke tempat wisata di Banjarbaru. Ada Danau Seran, danau bekas tambang intan yang airnya hijau kebiruan, dan Hutan Pinus Mentaos yang teduh untuk bersantai.
Karena jaraknya dekat, Bukit Manjai dan tempat-tempat ini bisa kamu kunjungi dalam satu hari dari Banjarbaru.
Meski pendek, Bukit Manjai tetap butuh persiapan. Berikut beberapa tips sebelum mendaki.
Waktu terbaik mendaki Bukit Manjai adalah dini hari untuk melihat matahari terbit, atau sore hari untuk melihat matahari terbenam. Mendaki di siang hari bisa melelahkan karena cuaca Kalimantan Selatan cenderung panas.
Pilih juga hari yang tidak hujan. Jalur yang curam bisa jadi licin setelah hujan, terutama di tanjakan warik.
Jalur Bukit Manjai curam, jadi sepatu yang tidak licin sangat penting. Sandal atau sepatu dengan sol licin bisa membuatmu mudah tergelincir.
Sarung tangan juga bisa membantu kalau kamu perlu berpegangan di bagian jalur yang terjal.
Tanjakan yang curam membuat tubuh cepat berkeringat. Bawa air minum yang cukup untuk naik dan turun, apalagi kalau berencana berkemah.
Kami tidak menemukan info soal warung atau sumber air di puncak, jadi sebaiknya bawa persediaan sendiri.
Kalau ini pendakian pertamamu, pilih jalur santai setelah tanjakan warik. Tidak perlu memaksakan diri lewat jalur ekstrem.
Bawa pulang semua sampahmu dan jangan merusak tanaman. Kawasan ini masih dipakai untuk penelitian keanekaragaman tumbuhan, jadi kelestariannya perlu dijaga.
Bukit Manjai membuktikan bahwa bukit yang rendah tetap bisa memberi tantangan. Dengan tinggi 337 mdpl, jalurnya dimulai dengan tanjakan warik yang curam, lalu bercabang menjadi jalur ekstrem dan santai, sebelum sampai ke puncak dengan pemandangan matahari terbit, terbenam, dan perbukitan berawan.
Karena hanya sekitar 25 menit dari Banjarbaru dan dekat Bandara Syamsudin Noor, Bukit Manjai mudah dimasukkan ke rencana liburanmu di Kalimantan Selatan. Bawa sepatu yang tepat, air minum yang cukup, dan senter, lalu nikmati pagi atau sore dari puncak Mandiangin.
Sebagai platform travel terdepan di Asia Tenggara, Traveloka sudah membantu puluhan juta pengguna merencanakan perjalanan. Pesan Tiket Pesawat ke Banjarmasin, pilih Hotel di Banjarbaru yang dekat dengan Mandiangin, lalu tambahkan Aktivitas di Banjarbaru untuk melengkapi liburanmu. Kamu juga bisa menyiapkan eSIM, sewa mobil, dan asuransi perjalanan di aplikasi yang sama.
Bayar dengan Traveloka PayLater, transfer bank, atau dompet digital seperti DANA, OVO, dan GoPay sesuai kebutuhanmu. Unduh aplikasi Traveloka, yang termasuk aplikasi travel dengan rating terbaik di Google Play Store dan App Store, lalu mulai rencanakan pendakian singkatmu ke Bukit Manjai.










