Semua hal yang anda perlu ketahui mengenai status penerbangan dan kebijakan maskapai selama kasus penyebaran Corona Virus.

dismiss
Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Traveloka Accomodation

23 Feb 2021 - 3 min read

Taman Nasional Gunung Merapi, Kemudahan Akses Hingga Keramahan Warga Sekitar

Taman Nasional Gunung Merapi, Kemudahan Akses Hingga Keramahan Warga Sekitar

Taman Nasional Gunung Merapi – Tidak banyak taman nasional yang ada di Indonesia, yang memiliki kuncen atau juru kunci yang relatif terkenal seperti Taman Nasional Gunung Merapi. Nama almarhum Mbah Maridjan pernah relatif dikenal oleh berbagai kalangan karena terlibat dalam program iklan. Efek positifnya, Taman Nasional Gunung Merapi berhasil lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan menjadi destinasi wisata baik oleh keluarga maupun institusi pendidikan.

Masuk menjadi bagian dari dua kabupaten, yaitu Jawa Tengah dan Yogyakarta, membuat Taman Nasional Gunung Merapi menjadi sumber daya yang tak tergantikan bagi desa yang mengelilinginya, terlepas dari siklus letusan yang relatif sering.

Lalu sebenarnya apa keunikan dari Taman Nasional Gunung Merapi dan bagaimana perjalanannya hingga kini? Simak beberapa keunikan Taman Nasional Gunung Merapi di bawah, yuk!

Sejarah Taman Nasional Gunung Merapi

Gunung Merapi

Taman Nasional Gunung Merapi berdiri di dua kabupaten, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kedua kabupaten yang notabene lekat dengan nilai sosial dan terkenal karena keramahtamahan warga sekitar membuat keberadaan kuncen penting bukan hanya untuk keberlangsungan Taman Nasional Gunung Merapi, namun juga menjadi penyambung antara nilai budaya dengan nilai saintifik.

Perjalanan Gunung Merapi menjadi taman nasional relatif panjang karena gunung Merapi sudah diakui bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada awalnya, Indonesia yang pada saat itu masih dijajah oleh Belanda menjadikan Gunung Merapi sebagai hutan lindung, status ini bertahan cukup lama dari 1931 hingga 1975. Hingga resmi menjadi Taman Nasional Gunung Merapi, total sudah tiga tahapan yang dilalui oleh Gunung Merapi dan perubahan mulai dari hutan lindung sampai cagar alam. Di tahun 2004, status taman nasional itu akhirnya diraih lewat SK Menhut 134/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004.

Status yang berubah dari hutan lindung atau cagar alam ke taman nasional tidak memiliki pengaruh terlalu besar kepada masyarakat sekitar, selain tentunya nilai ekonomi. Ini dikarenakan Taman Nasional Gunung Merapi telah dari dulu menjadi sumber air dan penyangga sistem kehidupan bagi berbagai kabupaten bahkan kota yang mengelilingnya, selain Yogyakarta, ada Sleman, Boyolali, Klaten hingga Magelang.

Kuncen atau Juru Kunci

Jika ada satu hal yang identik dengan Gunung Merapi adalah juru kunci. Dan jika sudah berbicara kuncen maka hampir pasti nama almarhum Maridjan atau Mbah Maridjan perlu untuk disinggung.

Mbah Maridjan sendiri memiliki nama asli Mas Peneru Surakso Hargo, telah memiliki darah kuncen dalam dirinya, karena ayahnya telah lebih dulu menjadi juru kunci Gunung Merapi. Wafatnya sang ayah membuat ia resmi menjadi juru kunci Gunung Merapi dari tanggal 3 Maret 1982.

Hingga ia wafat pada tahun 2010, almarhum Mbah Maridjan menjaga Gunung Merapi dengan sepenuh hati. Gesekan-gesekan perbedaan dengan kebijakan pemerintah daerah tidak mengurangi nilai dan peninggalan yang ia berikan kepada Gunung Merapi hingga akhir hayatnya. Kini, garis keturunan kuncen atau juru kunci ini diteruskan oleh sang anak, Mas Bekel Anom Suraksosihono atau yang lebih akrab disapa Mas Asih.

Erupsi tahun 2010

Taman Nasional Gunung Merapi atau Gunung Merapi itu sendiri merupakan gunung api aktif yang relatif sering erupsi. Biasanya erupsi kecil terjadi di kisaran 2-4 tahun, sementara yang besar bisa terjadi 15 tahun sekali.

Erupsi yang terjadi di tahun 2010 bukan hanya merenggut banyak nyawa, termasuk almarhum Mbah Maridjan, namun juga mengubah pola ekosistem di Taman Nasional Gunung Merapi. Erupsi tahun 2010 meningkatkan kandungan gas yang ada di dalam magma Gunung Merapi. Secara sederhana, gas ini mampu menghasilkan hujan abu yang beberapa kali dirasakan masyarakat sekitar, termasuk di Kabupaten Magelang pada tahun 2012.

Flora, Fauna dan Wisata Taman Nasional Gunung Merapi

Lokasi yang strategis di Jawa Tengah membuat Taman Nasional Gunung Merapi bisa menjadi destinasi wisata kamu selanjutnya. Selain itu, kesinambungan antara pemerintah daerah, masyarakat juga pengelola, bukan hanya membuat taman nasional ini memiliki banyak destinasi wisata, namun juga terawat flora dan fauna yang ada di dalamnya.

Fauna

Dengan luas 64 ribu ha dan vegetasi yang relatif terbuka, Taman Nasional Gunung Merapi memiliki beberapa fauna, tepatnya 15 mamalia dan lebih dari 90 burung. Jika beruntung, kamu bisa bertemu atau melihat kijang, babi hutan hingga lutung jawa.

Flora

Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi memiliki setidaknya 154 jenis tumbuhan, sesuai data terbaru setelah erupsi tahun 2010. Beberapa tumbuhan yang ada di taman nasional ini adalah puspa, tumbuhan paku-pakuan dan berbagai jenis bambu.

Destinasi Wisata

Taman Nasional Gunung Merapi telah menjadi destinasi wisata bagi banyak orang. Terutama, karena lokasinya yang berdekatan dengan kota Yogyakarta. Lalu apa saja yang bisa kamu lakukan di Taman Nasional Gunung Merapi?

1.
Pendakian Gunung

Sudah menjadi pengetahuan umum bagi para pendaki bahwa Gunung Merapi merupakan gunung wajib daki di Jawa Tengah. Salah satu motivasi utama kenapa Gunung Merapi adalah karena gunung ini masuk daftar 10 gunung tertinggi di Jawa Tengah. Waktu tempuh yang relatif cepat, hanya 7 jam saja menuju puncak, juga bisa menjadi alasan untuk para pendaki pemula untuk mencoba menaklukan gunung ini.

1.
Tlogo Putri

Meskipun terkesan gersang, Taman Nasional Gunung Merapi memiliki beberapa wisata air seperti Tlogo Nirmolo, Tlogo Muncar dan Tlogo Putri. Namun erupsi yang terjadi di tahun 2010 membuat beberapa di antara Tlogo tersebut tidak aktif, hingga sekarang hanya tertinggal Tlogo Putri.

Jika sudah selesai mendaki gunung, kamu bisa lebih bersantai di Tlogo Putri karena di sini kamu bisa bermain kano hingga ayunan dan jungkat-junkit. Jika ini tidak cukup menarik, erupsi yang terjadi di tahun 2010 meninggalkan ‘jejaknya’ di Tlogo Putri. Jadi kamu bisa melihat saksi bisu erupsi 2010 di tempat ini, sekaligus bersantai.

Nilai sejarah yang kaya dan destinasi wisata yang beragam membuat Taman Nasional Gunung Merapi tetap akan menjadi destinasi wisata favorit hingga beberapa tahun kedepan. Semoga kesinambungan antara pemerintah, pengurus dan masyarakat sekitar bisa mewujudkan hal ini.