Semua hal yang anda perlu ketahui mengenai status penerbangan dan kebijakan maskapai selama kasus penyebaran Corona Virus.

dismiss
Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Traveloka Accomodation

26 Feb 2021 - 4 min read

Taman Nasional Gunung Palung, Habitat Alami Orangutan di Kalimantan

Taman Nasional Gunung Palung, Habitat Alami Orangutan di Kalimantan

Taman Nasional Gunung Palung– Selain dikenal sebagai paru-paru dunia, hutan-hutan dan taman nasional di pulau Kalimantan juga menjadi rumah bagi satu primata yang sudah hampir punah, yaitu orangutan.

Beberapa dari kita pasti pernah melihat berita, baik di media offline ataupun online, betapa orangutan di pulau Kalimantan sudah semakin terancam akibat deforestasi ataupun pembangunan kebun sawit. Semakin hari, semakin berkurang populasi orangutan yang ada di Kalimantan. Bahkan data menunjukkan dari rentang 2002 sampai 2018, tak kurang dari 100 ribu orangutan terbunuh, baik secara alamiah ataupun faktor lainnya.

Itulah semakin tahun, penting menjaga dan merawat bukan hanya orangutan, namun habitat alamiahnya. Dan inilah yang juga terus diupayakan oleh berbagai taman nasional, khususnya yang ada di pulau Kalimantan.

Salah satu nama yang mencuat ketika berbicara tentang orangutan adalah Taman Nasional Gunung Palung di Kalimantan Barat.

Berkenalan dengan Taman Nasional Gunung Palung

Memiliki singkatan TNGP, Taman Nasional Gunung Palung adalah taman nasional yang berlokasi di Kalimantan Barat, tepatnya irisan antara Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang yang keduanya ada di Kalimantan Barat. Di Pulau Kalimantan sendiri, Kalimantan Barat memang mendominasi untuk perkara taman nasional. Selain TNGP, ada Taman Nasional Betung Kerihun, Bukit Baka Bukit Raya dan Danau Sentarum.

Memiliki luas hingga mencapai 95 ribu hektar, Taman Nasional Gunung Palung masuk dalam kategori taman nasional yang besar. Selain menjadi habitat alamiah bagi orangutan, prestasi lainnya yang ditoreh oleh Taman Nasional Gunung Palung adalah julukan sebagai Taman Eden Kalimantan. Ini karena, banyak orang menganggap bahwa taman nasional yang satu ini sangat kaya dalam perkara flora dan fauna. Variasi warna dan jenis juga menjadi alasan kenapa julukan tersebut disematkan.

Julukan tersebut juga diperkuat dengan fakta bahwa Taman Nasional Gunung Palung memiliki hutan primer, yang berarti adalah hutan yang telah mencapai umur lanjut dan memiliki struktur yang khas, karena kematangannya. Itulah kenapa hutan jenis ini biasanya memiliki sifat ekologis atau hubungan timbal balik antar makhluk hidup yang unik

Lalu sebenarnya bagaimana perjalanan Taman Nasional Gunung Palung hingga mencapai seperti sekarang? Jika ditarik kebelakang, taman nasional ini sudah ada semenjak pemerintahan Belanda dengan luas hanya 30 ribu ha. Saat itu, luas ini hanya dari Gunung Palung dan Gunung Panti.

Setelah sempat mengalami perluasan menjadi 90 ribu ha pada tahun 1981, status Hutan Lindung Gunung Palung akhirnya berubah menjadi Taman Nasional Gunung Palung pada tahun 2000, lewat Surat Kepala Badan Planologi, Departemen Kehutanan dan Perkebunan Nomor 1097/VII/Kp/4.2.2/1999. Surat ini juga mengatur luas Taman Nasional Gunung Palung yang menjadi 95.542 ha atau hektar.

Ekologi di Taman Nasional Gunung Palung

Predikat atau julukan Taman Eden Kalimantan tentunya tidak muncul tiba-tiba dan tanpa alasan. Ekologi atau hubungan timbal balik antara makhluk hidup di taman nasional ini, termasuk flora dan faunanya, berjalan sangat harmonis. Ditambah fakta bahwa taman nasional ini dialiri tiga Daerah Aliran Sungai atau DAS yaitu DAS Pawan, DAS Tulok dan DAS Simpang.

Lalu sebenarnya apa saja flora dan fauna yang ada di taman nasional ini?

Flora

Banyaknya Daerah Aliran Sungai juga tipe hutan yang bervariasi membuat ada berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di taman nasional ini. Angka perkiraan, ada sekitar 3.500 sampai 4.000 spesies tumbuhan berkayu di TNGP. Beberapa yang familier ada kayu damar, kayu ulin dan juga kayu pulai. Selain spesies kayu, ada juga beberapa jenis anggrek yang tumbuh, dengan nama anggrek hitam menjadi yang paling unik. Jika kamu ingin melihat anggrek ini, utamakan datang di bulan Februari dan April saat bunga ini mekar.

Fauna

Bergeser ke fauna Taman Nasional Gunung Palung, seperti yang sudah dibicarakan, spesies utama yang menjadi primadona di taman nasional ini adalah orangutan dan berbagai jenis kera lainnya. Sementara ada juga mamalia lain seperti kukang Kalimantan dan juga labi-labi.

Setiap taman nasional mempunyai hewan atau tumbuhan yang diberikan perhatian khusus, biasanya yang sudah hampir punah atau endemik. Dalam kasus Taman Nasional Gunung Palung, ada dua satwa yaitu monyet hidung panjang atau yang lebih dikenal dengan nama bekantan, juga tupai kenari.

Menjelajahi Taman Nasional Gunung Palung

Meskipun menjadi rumah bagi orangutan, yang diperkirakan berjumlah 2 ribu sampai 3 ribu, Taman Nasional Gunung Palung juga mengakomodasi aspek pariwisata, terutama bagi para pengunjung dari luar Kalimantan Barat. Beberapa di antara destinasi wisata ini saling melengkapi satu sama lain.

Bukit Peramas

Berbatasan langsung dengan Pantai Pulau Datok, Bukit Peramas terletak di Kecamatan Sukadana dan merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan. Selain menikmati panorama yang indah, ada beberapa flora dan fauna langka seperti monyet ekor panjang.

Lubuk Baji

Taman Nasional Gunung Palung memiliki dua destinasi air, yang pertama adalah Lubuk Baji. Nama Lubuk Baji sendiri adalah nama dari air tejun yang mengalir dari puncak bukit dan berlokasi di area perbukitan.

Untuk merasakan kesegaran air terjun ini, kamu bisa menempuh dua jalur. Pilihan pertama melalui Desa Sedahan, melewati Dusun Segua dan berakhir di Lubuk Baji. Pilihan lainnya melalui Desa Pangkalan Buton, lanjut ke Dusun Air Pauh dan sampai di Lubuk Baji.

Perbedaan dari kedua jalur tersebut adalah durasi. Kalau kamu ingin menikmati perjalanan dan panorama, maka jalur kedua adalah pilihannya karena total berdurasi 4 jam. Sementara jalur pertama lebih singkat karena hanya berdurasi 2 jam saja.

Riam Berasap

Destinasi air terjun lainnya dari Taman Nasional Gunung Paling adalah Riam Berasap yang memiliki ciri yang serupa seperti Lubuk Baji. Sisakan waktu 4 jam di perjalanan untuk mencapai tempat ini, dan jangan lupa berhenti di beberapa tempat karena sepanjang perjalanan kamu juga bisa menemukan beberapa air terjun, seperti Riam Karung, Riam Bekinjil dan Riam Karung.

Melihat beberapa fenomena, fakta dan pencapaian dari Taman Nasional Gunung Palung, tidak mengherankan bahwa keberadaan taman nasional ini vital bagi keberlangsungan ekosistem di Kalimantan dan Indonesia, termasuk hutan, orangutan juga beberapa satwa langka yang berhabitat di dalamnya.