Semua hal yang anda perlu ketahui mengenai status penerbangan dan kebijakan maskapai selama kasus penyebaran Corona Virus.

dismiss
Promo
Jadi Partner Traveloka
Simpan
Pesanan Saya
IDR
Pay
Log In
Daftar
0
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan

Traveloka Accomodation

27 Feb 2021 - 4 min read

Mendaki Taman Nasional Gunung Rinjani, Pesona Vegetasi di Atas 12 Ribu Kaki.

Mendaki Taman Nasional Gunung Rinjani, Pesona Vegetasi di Atas 12 Ribu Kaki.

Taman Nasional Gunung Rinjani – Berpredikat sebagai gunung tertinggi ketiga di Indonesia membuat Taman Nasional Gunung Rinjani atau Gunung Rinjani setiap tahunnya kerap menjadi destinasi favorit bagi para pendaki. Baik itu pendaki lokal ataupun internasional, pesona vegetasi di Taman Nasional Gunung Rinjani, ditambah dengan pemandangan puncaknya yang memukau, membuat Taman Nasional Gunung Rinjani masuk ke dalam daftar favorit para penantang adrenalin.

Dengan lanskap yang menarik, vegetasi yang eksotis, Taman Nasional Gunung Rinjani bukan hanya menjadi surga bagi para pendaki gunung, namun hampir pasti selalu mengadakan acara trail run setiap tahun. Ini tak mengherankan mengingat pesona sabana, kaldera hingga puncak gunung yang ada di taman nasional di Lombok ini.

Kisah Panjang Taman Nasional Gunung Rinjani

Taman Nasional Gunung Rinjani

Memiliki singkatan TNGR, Taman Nasional Gunung Rinjani atau yang lebih familier disebut dengan Gunung Rinjani terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur, di pulau Lombok. Memiliki tinggi kurang lebih 12 ribu kaki atau 3.726 meter di atas permukaan laut dan luas hingga mencapai 41.000 ha.

Meskipun mayoritas wisatawan menjadikan Gunung Rinjani sebagai daya pikat utama, nyatanya, Taman Nasional Gunung Rinjani menawarkan lebih banyak hal, terutama seperti tentunya, kaldera dan sabana. Dengan potensi sebesar ini, maka tak heran bahwa pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.280/Kpts-II/1997 menjadikan gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini menjadi taman nasional pada tahun 2007.

Surat Keputusan Menteri Kehutanan ini sendiri secara teknis membagi Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi 2 bagian yaitu Wilayah I Lombok Barat yang menaungi tiga lokasi yaitu Anyar, Santong dan Senaru yang mengambil 30% wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani, sementara Wilayah II Lombok Timur yang mengontrol dua kabupaten di Lombok Timur, juga wilayah Aikmek, Kebon Kuning, Joben, Sembalun, Aik Berik dan Steling.

Berbagai Pesona Taman Nasional Gunung Rinjani: Fauna, Flora, Kaldera dan Sabana.

Menyandang status sebagai gunung tertinggi ketiga di Indonesia membuat banyak masyarakat menganggap bahwa Taman Nasional Gunung Rinjani hanya menawarkan pemandangan puncak yang memukau, padahal, Taman Nasional Gunung Rinjani menawarkan keindahan vegetasi dan pemandangan yang tak kalah keren. Apa sajakah itu?

Beragam Hewan

Dengan luas hampir 41 ribu ha dan vegetasi yang terawat dengan baik, maka tak heran bahwa Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi rumah bagai berbagai macam hewan. Mulai dari landak, babi hutan, rusa, kijang, hingga satwa yang dilindungi seperti musang rinjani.

Kekayaan Flora

Menjadi taman nasional yang berada di ketinggian 3000 meter di atas permukaan laut (mdpl) lebih membuat tumbuhan menjadi daya tarik utama dari Taman Nasional Gunung Rinjani. Tentunya, Bunga Abadi atau Edelweiss adalah daya tarik utama. Namun, Taman Nasional Gunung Rinjani menawarkan beragam flora lainnya yang tak kalah cantik.

Vegetasi Taman Nasional Gunung Rinjani sendiri dibagi menjadi tiga level, pada level 1000 mdpl pertama, kamu bisa menemukan berbagai jenis tumbuhan, seperti garu hingga yang lebih familier seperti pohon beringin.

Naik 1000 mdpl, tumbuhan yang akan kamu antara lain jenis jambu-jambuan, lumut jenggot, cemara gunung, hingga anggrek.

Pada 1000 mdpl terakhir, selain bunga edelweiss, kamu akan lebih sering bertemu dengan spesies rumput, tidak heran karena kondisi tanah di ketinggian ini tandus dan berpasir.

Kaldera

Sebelum seramai sekarang, Taman Nasional Gunung Rinjani dulu pernah meletus dan meninggalkan ‘kenang-kenangan’ berupa kaldera yang dikenal dengan nama Danau Segara Anak. Memiliki luas hingga 1.100 meter dan kedalaman hingga 230 meter, danau berbentuk bulan sabit ini kerap menjadi sasaran wisata para pendaki, meskipun berarti mereka harus melewati rute pulang yang lebih jauh.

Letusan itu bukan hanya meninggalkan Danau Segara Anak, namun juga gunung kecil yang bernama Gunung Barujari.

Sabana

Ada dua jalur utama pendakian Gunung Rinjani yaitu lewat desa Senaru atau Sembalun, jika kamu memilih jalur yang terakhir, maka kamu akan mendapatkan pemandangan Sabana Sembalun Lawang yang memiliki luas hingga 6 kilometer.

Alternatif Pendaki Baru dan Nilai Budaya Taman Nasional Gunung Rinjani

Seiring berjalannya waktu, Taman Nasional Gunung Rinjani perlahan mulai beradaptasi dan mengakomodasi jalur alternatif untuk para pendaki yang mau menikmati keindahan Taman Nasional Gunung Rinjani namun masih terlalu takut untuk menuju puncak. Tak hanya berhenti sampai di situ, Taman Nasional Gunung Rinjani juga menawarkan wisata budaya bagi para pengunjung.

Bukit Pergasingan

Masyarakat Desa Sembalun memahami bahwa Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki banyak keindahan yang bisa ditawarkan, maka mereka membuat jalur pendakian ringan dengan tujuan akhir bernama Bukit Pergasingan dengan ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut. Selain menjadikan gunung Rinjani sebagai latar, bukit ini juga menawarkan pemandangan Desa Sembalun, lengkap dengan petak-petak sawah yang indah. Jika kamu tertarik, sisihkan 3 jam untuk melakukan pendakian ini, ya!

Bukit Daun-Daun

Selain mendaki Bukit Pergasingan, kamu juga bisa berkunjung ke bukit lain bernama Bukit Daun-Daun. Jika Bukit Pergasingan memberikan lanskap atau pemandangan yang menakjubkan, di Bukit Daun-Daun kamu bisa memberi makan dan minum kepada sapi-sapi yang berkeliaran di sana.

Menengok sejarah di Desa Beleq

Taman Nasional Gunung Rinjani juga menawarkan wisata budaya lewat Desa Beleq. Menjadi asal muasal masyarakat Sembalun, desa yang terletak di antara dua bukit Pergasingan dan Selong ini memiliki tujuh rumah adat, yang menjadi simbol tujuh kepala keluarga yang memulai kehidupan baru di Sembalun.

Air terjun Sendang Gile

Perjalanan melelahkan ke Bukit Pergasingan dan Bukit Daun-Daun, serta mengenal budaya di Desa Beleq akan lengkap jika ditutup dengan kesegaran air terjun Sendang Gile, yang terletak 3 km dari pintu masuk pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani. Jika kamu beruntung, kamu bisa melihat kera ekor panjang di sepanjang jalan.

Sebagai Taman Nasional, Gunung Rinjani bukan hanya menawarkan keindahan vegetasi lewat Sabana Sembalun Lawang, Pemandangan puncak Gunung Rinjani hingga Danau Segara Anak, namun juga memberikan pengalaman kultural baru bagi para wisatawan yang ada. Sebagai Taman Nasional yang diapit oleh berbagai desa yang masih kental dengan budaya, sudah sepatutnya bagi para wisatawan untuk memerhatikan sopan santun, baik kepada warga sekitar maupun ketika memasuki wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani.