Tari Tradisional Jawa Tengah: Warisan Budaya dari Keraton Hingga Rakyat

Mengetahui tarian tradisional Jawa Tengah sangat penting untuk edukasi anak dan terus melestarikan budaya Jawa yang kini semakin terkikis zaman.
Mas Bellboy
Waktu baca 5 menit

Indonesia memiliki jenis tarian lebih dari 3.000 tarian tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, hal ini sebagai cerminan keragaman ratusan suku bangsa. Bahkan beberapa sudah diakui oleh UNESCO. Sebagian dari tarian tersebut telah dicatat secara resmi, dan ratusan di antaranya ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh Pemerintah.

Tarian Jawa Tengah menjadi provinsi di Pulau Jawa yang sangat kental akan seni dan budayanya. Salah satu seni daerah yang wajib dilestarikan adalah tarian Jawa Tengah. Sebenarnya, eksistensi tarian tradisional ini telah ada sejak sekitar abad ke-7. Tepatnya, ketika terciptanya Mahabharata dan Ramayana. Mengetahui tarian tradisional Jawa Tengah sangat penting untuk edukasi anak dan terus melestarikan budaya Jawa yang kini semakin terkikis zaman.

Seni tari tradisional Jawa Tengah merupakan manifestasi dari filosofi, ajaran hidup, dan estatika spiritual masyarakat Jawa. Berkembang dari dua lingkungan budaya yakni keraton dan masyarakat rakyat pedesaan. Tarian Jawa Tengah menampilkan spektrum gerak yang kaya, mulai dari yang berkarakter halus, gagah, hingga yang bersifat ekspresif dan magis.

Kategori Utama Seni Tari

Awal mula kesenian tari biasanya lahir dari maksud dan tujuan berbeda-beda, akan tetapi seni tari dikategorikan secara garis besar menjadi tiga klasifikasi berdasarkan dari latar belakang sosial dan perkembangannya.

1. Tari Keraton

Pada zaman dahulu Keraton itu seperti Istana di setiap daerahnya dan memiliki aturan dan gerkan yang berbeda. Contohnya adalah tarian yang lahir dan berkembang di lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat maupun Mangkunegaran. Ditempat ini memiliki tata aturan yang sangat ketat, tempo musik yang cenderung lambat dan anggun, serta kaya akan makna simbolis dan filsafat spiritual pada setiap gerakannya.

Discover Flights With Traveloka

Thu, 5 Nov 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 762.500

Tue, 3 Nov 2026

Citilink

Jakarta (CGK) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 819.300

Wed, 11 Nov 2026

NAM Air

Pangkalan Bun (PKN) ke Semarang (SRG)

Mulai dari Rp 946.345

2. Tarian Rakyat

Tarian ini lahir dari rakyat yang berada di pedesaan dengan maksud dan tujuan berbeda-beda. Tujuan dari tarian rakyat ini lahir karena kerap disajikan dalam rangka upacara panen raya, ritual penyembuhan, atau syukuran warga. Selain dari itu tarian ini memiliki gerakan yang dinamis, komunikatif, dan lebih bebas tanpa aturan pakem yang kaku.

3. Tarian Kreasi

Tarian ini lahir secara modern yaitu tarian Tradisional yang sudah dimodifikasi dan ditambakan gerakannya ke arah lebih masa kini. Biasanya tarian ini memiliki gerakan yang energic, kamu bisa melihat jenis tarian ini di lagu-lagu jaman sekarang biasanya ia memadukan antara tarian Tradisional dan modern yang di improve. Walaupun sudah begitu biasanya tidak menghilangkan unsur dari daerahnya.

Jenis Tarian Jawa Tengah

Tarian Jawa Tengah sendiri muncul karena pengaruh dari penguasa adat, ritual agama, dan hadirnya Belanda. Tarian ini kerap dipertunjukkan saat acara atau upacara adat tertentu.

Tujuannya yaitu menjadi instrumen ketika upacara untuk menghubungkan kepada para penonton. Tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga edukasi, karena setiap tarian Jawa Tengah memiliki ceritanya sendiri.

Di antara beragamnya tarian Jawa Tengah, ada beberapa yang cukup populer dan masih sering dipertunjukkan hingga saat ini, yaitu:

1. Tari Serimpi

Tari Serimpi populer sebagai representasi puncak keanggunan seni tari klasik Keraton Jawa Tengah. Dibawakan oleh empat penari wanita yang melambangkan empat elemen kehidupan yaitu angin, air, api, bumi. Tarian ini menyajikan gerakan yang sangat halus, lambat, dan penuh dengan nilai estetika yang tinggi. 

Popularitasnya bertahan karena nilai historisnya yang kuat sebagai tarian sakral istana yang dahulu hanya dipentaskan untuk ritual kerajaan atau menyambut tamu penting. Kesan mistis, keindahan tata busana tradisional keraton, serta iringan musik gamelan yang tenang membuat Tari Serimpi terus dikagumi sebagai warisan budaya luhur yang memancarkan ketenangan jiwa.

Jika diperhatikan dari lembutnya gerakan penari, Tari Serimpi hampir mirip dengan Tari Pakarena yang berasal dari Makassar. Namun, eksistensi Tari Serimpi sendiri memang sudah sangat lama, karena memiliki sifat yang sakral dan sangat istimewa, terutama di kawasan keraton Jawa.

2. Tari Ebeg

Tari Ebeg atau yang dikenal masyarakat dengan Kuda Lumping sangat populer di daerah yaitu Banyumas, tarian ini masih sering dijumpai jika sedang ada pentas seni di daerah sana. Kuda Lumping yang dipakai adalah anyaman bambu yang dibuat berbentuk seperti kuda, pada tarian ini biasanya diiringi dengan musik gamelan yang dinamis dan memiliki gerakan yang enerjik. Tarian ini pada jaman dahulu menceritakan sebuah prajurit yang gagah berani menggunakan kuda. 

Alasan kenapa masih memiliki popularitas hingga saat ini karena terletak pada unsur magis yang dibuat oleh penari yaitu biasanya di sela-sela pertunjukannya akan menampilkan sosok penari yang kuat dan tidak mempan dengan benda yang tajam. 

Sifatnya yang komunikatif, serta kombinasi antara seni tari, irama musik yang membakar semangat, dan nuansa mistis menjadikan Tari Ebeg selalu dipadati penonton dalam setiap perayaan warga.

3. Tari Bedhaya Ketawang

Berikutnya adalah Tari Bedhaya Ketawang sangat populer dan dihormati karena statusnya sebagai tarian paling sakral di Keraton Kasunanan Surakarta. Tarian ini dibawakan oleh sembilan penari wanita pada acara penobatan raja atau peringatan kenaikan tahta pada jaman dahulu dikenal dengan nama Tingalandalem Jumenengan. Setiap penari memakai kostum berupa blus beludru sebagai atasan lengkap dengan sarung bermotif batik. Sebagai tambahannya, mereka menggunakan selendang keemasan.

Popularitasnya diselimuti oleh aura keagungan dan nilai spiritual tinggi, di mana masyarakat percaya adanya kehadiran sosok Ratu Laut Selatan yaitu Kanjeng Ratu Kidul saat pementasan berlangsung. Tari Bedhaya sendiri menceritakan tentang kisah asmara antara Ratu Kidul dengan para Raja Mataram yang dikisahkan melalui gerak tubuh dan tangan, lengkap dengan iringan musik gamelan.

Gerakannya yang sangat lambat, tenang, dan penuh simbolisme filosofis menjadikan Bedhaya Ketawang bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan warisan budaya bernilai sejarah dan spiritualitas mendalam yang sangat dijaga kelestariannya.

4. Tari Tayub

Tari Tayub atau dikenal juga dengan nama Tayuban atau Nayub adalah sebuah tarian yang cukup popular di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Tarian ini jika dilihat mirip dengan Tari Jaipong yang berasal dari Jawa Barat karena memadukan unsur seni tari, musik gamelan, dan tembang Jawa, yang penarinya umumnya berinteraksi secara interaktif dengan penonton.

Asal usul dari tarian ini bermula dari ritual penyembuhan dan upacara kesuburan pada zaman kerajaan Jawa kuno seperti Singhasari dan Majapahit. Pertunjukan ini awalnya digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen melimpah, penghormatan kepada Dewi Sri yaitu Dewi Padi, atau penolak bala.

5. Tari Golek

Terakhir ada Tari Golek, jika dilihat dari nama sama dengan salah satu kesenian dari Jawa Barat yaitu Wayang Golek, akan tetapi ini berbeda karena Tarian ini merupakan jenis tarian tunggal yang dilestarikan di keraton dan dipertontonkan untuk banyak acara budaya. Tari Golek sendiri berasal dari Solo yang bercerita tentang seorang gadis muda yang tumbuh menjadi wanita dewasa.

Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX sekitar tahun 1931 di Kraton Yogyakarta. Beliau terinspirasi setelah menyaksikan pertunjukan Wayang Golek dan ingin menerjemahkan karakter ekspresif boneka kayu tersebut ke dalam bentuk tarian manusia.

Seiring perkembangannya, Tari Golek menyebar ke wilayah Jawa Tengah seperti Surakarta dan melahirkan berbagai variasi cerita maupun gaya.

Rekomendasi Hotel Terbaik di Jawa Tengah

Berikut ini beberapa rekomendasi hotel terbaik untuk kamu menginap ketika sedang berada di Jawa Tengah:

1. Grand Edge Hotel Semarang

Grand Edge Hotel Semarang

Grand Edge Hotel Semarang merupakan pilihan akomodasi bintang 4 bergaya modern di Semarang, Jawa Tengah. Berlokasi di kawasan Gajahmungkur, penginapan ini menawarkan akses mudah ke berbagai destinasi populer dan pusat kuliner kota.

Tarif menginap di hotel ini dimulai dari Rp576.000 per malam, sudah mencakup fasilitas unggulan seperti rooftop infinity pool dengan panorama keindahan kota, restoran, pusat kebugaran, area bermain anak, koneksi Wi-Fi gratis, serta layanan resepsionis 24 jam.

Indonesia

Grand Edge Hotel Semarang

8.4/10

•

Gajahmungkur

Rp 395.695

2. Po Hotel Semarang

Po Hotel Semarang menghadirkan kenyamanan akomodasi bintang 5 yang terletak sangat strategis di Semarang Tengah, terintegrasi langsung dengan Paragon City Mall. Dengan tarif mulai dari Rp2.650.000 per malam, penginapan mewah ini menyediakan fasilitas lengkap kelas atas, mencakup kamar berpendingin udara yang luas, kolam renang outdoor, sarapan prasmanan variatif, pusat kebugaran, fasilitas executive lounge, layanan valet parking, dan Wi-Fi berkecepatan tinggi.

Lokasinya yang prima memudahkan para tamu untuk menjangkau kawasan Simpang Lima.

Indonesia

Po Hotel Semarang

8.5/10

•

Sekayu

Rp 824.120

3. The Sunan Hotel Solo

The Sunan Hotel Solo

The Sunan Hotel Solo adalah hotel bisnis bintang 4 bergaya klasik yang berlokasi di wilayah Laweyan, Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Penginapan ini menawarkan tarif kamar mulai dari Rp650.000 per malam. 

Fasilitas yang tersedia sangat beragam untuk memanjakan tamu, mulai dari kolam renang outdoor yang luas, kolam renang anak, fasilitas spa & pijat, pusat kebugaran, restoran dengan suguhan hiburan live music, bar, hingga layanan kamar serta Wi-Fi gratis.

Indonesia

The Sunan Hotel Solo

8.6/10

•

Kerten

Rp 432.456

Liburan ke Jawa Tengah Makin Praktis dengan Traveloka

Jawa Tengah menawarkan keindahan alam serta keberagaman kuliner yang bisa kamu coba bersama orang-orang tercinta. Kamu bisa jelajahi keindahannya dengan merencanakan perjalanan liburan bersama  Traveloka. Dalam satu aplikasi, kamu bisa booking hotel, pesan tiket pesawat, tiket kereta, bus dan travel, serta menemukan berbagai atraksi seru melalui  Traveloka Xperience. 

Untuk mempersiapkan perjalanan, kamu dapat menggunakan Traveloka untuk mencari hotel, tiket pesawat, tiket kereta api, atau tiket bus & shuttle. Sebelum melakukan pemesanan, jangan lupa cek promo Traveloka, termasuk Promo BCA, Kode Kupon Traveloka, dan Promo Bank Traveloka yang sedang berlaku untuk mendapatkan harga lebih hemat.

Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan