
Berkendara saat hujan adalah tantangan yang dihadapi hampir setiap pengemudi di Indonesia, negara tropis dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Kondisi jalan yang basah dan licin, jarak pandang yang berkurang, genangan air yang bisa menyembunyikan lubang, hingga potensi aquaplaning membuat berkendara di musim hujan membutuhkan teknik dan kewaspadaan yang jauh lebih tinggi dari kondisi normal. Dengan memahami tips berkendara saat hujan yang tepat, risiko kecelakaan bisa diminimalkan secara signifikan. Rencanakan perjalananmu dengan aman bersama Traveloka — tersedia sewa mobil dengan armada terawat untuk perjalanan yang lebih nyaman.
Baca juga: 10 Cara Belajar Mobil Manual untuk Pemula
Sebelum membahas berbagai tips yang dapat dilakukan, penting bagi kamu untuk memahami mengapa berkendara saat hujan memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan kondisi cuaca normal.
Ketika hujan turun, air akan bercampur dengan debu, oli, dan kotoran yang ada di permukaan jalan. Campuran ini dapat membuat jalan menjadi sangat licin terutama pada awal turunnya hujan. Kondisi tersebut membuat ban kendaraan lebih mudah kehilangan traksi terhadap permukaan jalan.
Selain itu, hujan juga dapat mengurangi jarak pandang pengemudi. Air hujan yang mengenai kaca depan dapat membuat pandangan menjadi kabur, terutama jika intensitas hujan cukup deras.
Genangan air juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Genangan yang cukup dalam dapat menyebabkan kendaraan mengalami aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena terangkat oleh air. Karena berbagai faktor tersebut, pengemudi harus lebih berhati hati saat berkendara di tengah hujan.
Baca juga: 9 Cara Mengemudi Mobil Manual untuk Pemula
Langkah pertama dan paling krusial adalah mengurangi kecepatan berkendara saat hujan. Di jalan tol yang normalnya ditempuh dengan kecepatan 100 km/jam, kurangi menjadi 60–80 km/jam saat hujan. Di jalan biasa, ikuti batas kecepatan yang dianjurkan dan selalu berikan ruang yang cukup untuk bereaksi terhadap situasi mendadak di depan.
Nyalakan lampu utama kendaraan saat hujan meski kondisi belum gelap sepenuhnya. Lampu yang menyala membuat kendaraanmu lebih mudah terlihat oleh pengemudi lain terutama dari arah depan dan belakang. Di kondisi hujan deras, aktifkan juga lampu hazard jika kamu terpaksa berhenti di bahu jalan untuk alasan keselamatan.
Jarak pengereman di jalan basah bisa dua hingga tiga kali lebih panjang dibanding jalan kering. Oleh karena itu, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan minimal dua kali lebih panjang dari jarak normal. Aturan praktis yang bisa digunakan adalah menjaga jarak setara dengan 3–4 detik waktu tempuh dari kendaraan di depan.
Genangan air di jalan bisa menyembunyikan lubang yang dalam atau kondisi permukaan yang berbahaya. Jika tidak bisa dihindari, lewati genangan dengan kecepatan sangat rendah dan jaga kemudi tetap lurus. Setelah melewati genangan, injak rem beberapa kali dengan lembut untuk mengeringkan kampas rem yang mungkin basah.
Aquaplaning terjadi ketika kecepatan kendaraan terlalu tinggi sehingga ban tidak mampu membuang air dan kehilangan kontak dengan aspal. Jika terjadi aquaplaning, jangan panik dan jangan rem mendadak — angkat kaki dari gas secara perlahan dan pegang setir lurus hingga kendaraan kembali mendapat traksi. Pencegahan terbaik adalah mengurangi kecepatan dan memastikan kondisi ban masih baik sebelum berkendara.
Wiper yang aus atau tidak berfungsi optimal akan sangat mengganggu visibilitas saat hujan deras. Ganti karet wiper secara berkala dan pastikan cairan pembersih kaca selalu tersedia. Saat hujan sangat deras, aktifkan wiper dengan kecepatan tertinggi dan gunakan defogger untuk mencegah embun yang mengaburkan kaca bagian dalam.
Pengereman mendadak di jalan basah sangat berbahaya karena bisa menyebabkan ban mengunci dan kendaraan kehilangan kendali. Rem secara bertahap dan lembut jauh lebih efektif di kondisi basah. Kendaraan modern yang sudah dilengkapi ABS (Anti-lock Braking System) memberikan keunggulan signifikan dalam situasi ini, namun tetap tidak boleh membuat pengemudi lengah.
Ban dengan alur yang aus memiliki kemampuan membuang air yang jauh lebih buruk sehingga meningkatkan risiko aquaplaning secara drastis. Pastikan ketebalan alur ban masih di atas batas minimum (umumnya 1,6 mm) dan tekanan angin ban sesuai spesifikasi kendaraan sebelum memulai perjalanan terutama di musim hujan.
Cruise control yang aktif saat hujan sangat berbahaya karena fitur ini akan berusaha mempertahankan kecepatan konstan bahkan saat ban kehilangan traksi. Selalu kendalikan akselerasi secara manual saat berkendara di jalan basah agar kamu bisa merespons perubahan kondisi jalan dengan lebih cepat dan tepat.
Jika hujan turun sangat deras dan visibilitas hampir nol, pilihan paling aman adalah menepi di tempat yang aman seperti rest area atau SPBU terdekat dan menunggu intensitas hujan berkurang. Tidak ada jadwal perjalanan yang lebih berharga dari keselamatanmu dan penumpang di dalam kendaraan.
Untuk perjalanan yang lebih aman di segala cuaca, percayakan kebutuhan transportasimu pada Traveloka. Pesan sewa mobil dengan armada terawat dan pengemudi berpengalaman, atau pilih tiket bus dan tiket kereta untuk perjalanan antarkota yang nyaman tanpa perlu khawatir cuaca. Tersedia juga tiket pesawat ke berbagai destinasi dan layanan airport transfer yang profesional. Temukan berbagai tempat wisata menarik dan pesan hotel terbaik sesuai anggaran. Manfaatkan promo Traveloka untuk perjalanan yang lebih hemat dan berkesan.










