Tugu Nol Kilometer Sabang, Penanda Titik Terbarat Indonesia

Mas Bellboy
Waktu baca 3 menit

Ujung barat Indonesia punya penanda fisik yang bisa didatangi langsung, bukan cuma garis di peta. Di pesisir Pulau Weh, berdiri sebuah monumen putih menjulang yang menjadi bukti bahwa Anda benar-benar sudah berada di titik paling barat wilayah Indonesia. Tempat ini dikenal luas sebagai Tugu Nol Kilometer, dan sudah lama jadi tujuan wajib siapa pun yang datang ke Sabang.

Tugu ini berlokasi di Desa Iboih Ujong Ba'u, Kecamatan Sukakarya, sekitar 29 km atau 40 menit dari pusat Kota Sabang. Monumen setinggi 43,6 meter ini diresmikan pada 9 September 1997 dan kini dilengkapi dek pandang yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Untuk menuju Sabang, Anda bisa memesan Tiket Pesawat ke Sabang menuju Bandara Maimun Saleh.

Sejarah dan Makna Tugu Nol Kilometer

Tugu Nol Kilometer dibangun sebagai penanda resmi titik terbarat wilayah Indonesia, menegaskan batas geografis negara dari ujung ke ujung. Peresmian dilakukan pada 9 September 1997 oleh Wakil Presiden Try Sutrisno, yang menandatangani sebuah pilar bundar di lantai pertama monumen sebagai bagian dari seremoni.

Sebulan setelah peresmian, tepatnya 24 September 1997, Menteri Riset dan Teknologi saat itu, B.J. Habibie, turut membubuhkan tanda tangan pada sebuah prasasti marmer hitam yang mendokumentasikan posisi geografis monumen berdasarkan data GPS. Prasasti ini menjadi bukti ilmiah bahwa titik tersebut memang secara akurat menandai ujung barat Indonesia, bukan sekadar simbol seremonial.

Monumen ini sempat direnovasi oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) antara 2015 hingga 2017. Setelah renovasi, tinggi monumen bertambah dari 22,5 meter menjadi 43,6 meter, menjadikannya lebih megah dan lebih mudah terlihat dari kejauhan.

Desain dan Keunikan Tugu Nol Kilometer

Struktur monumen ini didominasi warna putih dengan bagian atas berbentuk meruncing menyerupai ujung bor, memberi kesan modern sekaligus kokoh. Di puncaknya berdiri patung burung Garuda yang memegang angka nol, simbol langsung dari nama "Nol Kilometer".

Prasasti dan Elemen Simbolis

Selain prasasti marmer hitam berisi koordinat geografis, monumen ini juga dihiasi motif Rencong, senjata tradisional khas Aceh yang melambangkan semangat perjuangan dan kegigihan masyarakat Aceh. Motif ini menyatu dengan struktur bangunan, bukan sekadar tempelan dekoratif.

Empat Pilar Penopang

Monumen ditopang oleh empat pilar utama yang melambangkan empat titik ekstrem wilayah Indonesia, yaitu Sabang di barat, Merauke di timur, Miangas di utara, dan Pulau Rote di selatan. Susunan ini menegaskan bahwa monumen bukan hanya tentang Sabang, tapi juga tentang keutuhan wilayah Indonesia secara keseluruhan.

Discover Flights With Traveloka

Mon, 28 Sep 2026

Super Air Jet

Jakarta (CGK) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 1.977.100

Fri, 25 Sep 2026

Super Air Jet

Medan (KNO) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 1.172.800

Fri, 16 Oct 2026

AirAsia Berhad (Malaysia)

Kuala Lumpur (KUL) ke Banda Aceh (BTJ)

Mulai dari Rp 771.096

Kenapa Tugu Nol Kilometer Sabang Punya Kembaran di Merauke?

Tugu Nol Kilometer di Sabang punya pasangan monumen di Sota, Kabupaten Merauke, Papua, yang menandai titik terjauh di ujung timur Indonesia. Konsep ini sengaja dibuat berpasangan untuk menggambarkan rentang wilayah Indonesia dari barat ke timur, sering disebut dengan ungkapan "Sabang sampai Merauke".

Di Sota sendiri terdapat Tugu Kembaran Sabang dan Pos Lintas Batas Negara yang dilengkapi penanda titik nol, sehingga wisatawan yang penasaran dengan konsep ini bisa membandingkan langsung kedua ujung wilayah Indonesia tersebut.

Lokasi dan Cara Menuju Tugu Nol Kilometer

Tugu Nol Kilometer berada cukup jauh dari pusat kota, sehingga perlu perencanaan transportasi yang tepat sebelum berangkat.

Dari Pusat Kota Sabang

Perjalanan dari pusat Kota Sabang menuju monumen memakan waktu sekitar 40 menit dengan sepeda motor atau mobil sewaan, melewati jalan berkelok dengan pemandangan hutan dan tebing pantai. Jalan sudah beraspal dan cukup nyaman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dari Banda Aceh

Wisatawan dari Banda Aceh perlu menyeberang ke Pulau Weh terlebih dahulu, baik menggunakan kapal cepat sekitar 45 menit maupun kapal feri reguler sekitar 2 jam. Setelah tiba di Pelabuhan Balohan, perjalanan dilanjutkan darat menuju kawasan Iboih tempat monumen berada.

Lewat Jalur Udara

Opsi tercepat adalah terbang langsung ke Bandara Maimun Saleh di Sabang menggunakan maskapai perintis dari Banda Aceh, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Setelah mendarat, perjalanan darat ke lokasi monumen memakan waktu sekitar 30-40 menit.

Indonesia

Freddies Santai Sumurtiga

8.6/10

Sumur Tiga

Rp 309.917

Tips Berkunjung ke Tugu Nol Kilometer

Karena berdiri di tebing menghadap laut lepas, momen dan sudut foto di sini butuh sedikit perhitungan agar hasilnya maksimal.

1. Datang Pagi Hari untuk Cahaya Lembut

Kunjungan pagi hari memberi pencahayaan lembut yang membuat warna putih monumen kontras dengan birunya Samudra Hindia, tanpa bayangan keras dari matahari siang.

2. Ambil Foto Sertifikat sebagai Kenang-Kenangan

Jangan lewatkan mengambil sertifikat cetak sebagai bukti kunjungan ke titik terbarat Indonesia, lalu foto sertifikat tersebut bersama latar monumen sebagai dokumentasi yang lebih personal.

3. Manfaatkan Empat Pilar sebagai Bingkai Foto

Empat pilar penopang monumen bisa dimanfaatkan sebagai elemen framing alami untuk foto potret, terutama saat diambil dari sudut bawah menghadap ke arah patung Garuda di puncak.

4. Perhatikan Angin dan Tepi Tebing

Area sekitar monumen berada di ketinggian tebing dengan angin laut yang cukup kencang, jadi tetap berhati-hati saat berjalan mendekati pagar pembatas demi keamanan saat berfoto.

Tugu Nol Kilometer bukan sekadar tugu penanda batas wilayah, melainkan simbol nyata dari keutuhan Indonesia dari ujung barat hingga ujung timur. Berdiri di sini, menghadap langsung ke Samudra Hindia, memberi pengalaman berbeda yang sulit didapat di tempat lain karena Anda benar-benar berada di titik paling barat negara ini.

Bagi yang berencana menjelajahi Pulau Weh lebih jauh, kawasan Iboih dan Pantai Rubiah yang berdekatan dengan lokasi monumen juga layak dimasukkan dalam itinerary, mengingat keduanya menawarkan spot snorkeling dan pantai berpasir putih yang tak kalah menarik.

Indonesia

Paket Snorkeling Sabang by Exnevia Travel

Iboih

Rp 250.000

Rencanakan Petualangan ke Ujung Barat Indonesia Bersama Traveloka

Traveloka adalah platform travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya oleh jutaan pengguna untuk merencanakan perjalanan, termasuk ke destinasi unik seperti Sabang. Pesan Tiket Pesawat ke Sabang dan Hotel di Sabang lewat satu aplikasi, lalu lengkapi rencana perjalanan dengan Aktivitas di Sabang seperti island hopping ke Pulau Rubiah dan snorkeling di kawasan Iboih.

Sebagai Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara, Traveloka juga menyediakan opsi pembayaran fleksibel lewat PayLater maupun metode pembayaran lokal seperti transfer bank, GoPay, atau OVO, sehingga proses checkout jadi lebih mudah. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan mulai rencanakan petualangan ke titik terbarat Indonesia yang tak akan Anda lupakan.

Dalam Artikel Ini

• Sejarah dan Makna Tugu Nol Kilometer
• Desain dan Keunikan Tugu Nol Kilometer
• Prasasti dan Elemen Simbolis
• Empat Pilar Penopang
• Kenapa Tugu Nol Kilometer Sabang Punya Kembaran di Merauke?
• Lokasi dan Cara Menuju Tugu Nol Kilometer
• Dari Pusat Kota Sabang
• Dari Banda Aceh
• Lewat Jalur Udara
• Tips Berkunjung ke Tugu Nol Kilometer
• 1. Datang Pagi Hari untuk Cahaya Lembut
• 2. Ambil Foto Sertifikat sebagai Kenang-Kenangan
• 3. Manfaatkan Empat Pilar sebagai Bingkai Foto
• 4. Perhatikan Angin dan Tepi Tebing
• Rencanakan Petualangan ke Ujung Barat Indonesia Bersama Traveloka
Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan