
Di persimpangan jalan yang ramai di Padang Timur, berdiri sebuah monumen berbentuk lidah api yang menyala ke langit. Bentuknya mencolok dan mudah dikenali siapa pun yang melintas di kawasan Simpang Haru, tapi di balik desainnya tersimpan kisah panjang perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Monumen ini dikenal dengan nama Tugu Simpang Haru, meski warga setempat juga menyebutnya Tugu Api atau Monumen Padang Area. Dibangun sejak 17 Agustus 1990 dan rampung pada 1992, tugu ini mengenang para pejuang yang gugur di kawasan tersebut antara 1946 hingga 1949. Jika Anda berencana menjelajahi Kota Padang, pesan lebih dulu Tiket Pesawat ke Padang agar perjalanan lebih praktis.
Kawasan Simpang Haru punya posisi strategis sejak era kolonial, ditandai dengan keberadaan Stasiun Kereta Api Simpang Haru yang dibangun Belanda pada 1891. Posisi ini menjadikan Simpang Haru sebagai titik penting yang diperebutkan saat revolusi kemerdekaan berlangsung.
Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kawasan ini menjadi lokasi pertempuran sengit antara pelajar STM, masyarakat sekitar, laskar Harimau Kuranji, dan pasukan TNI melawan tentara Belanda yang berusaha merebut kembali markas militer di area tersebut. Puluhan pejuang gugur dalam rangkaian pertempuran yang berlangsung antara 1946 hingga 1949.
Untuk mengenang peristiwa tersebut, pemerintah kota membangun monumen ini mulai 17 Agustus 1990 dan menyelesaikannya pada 1992, dengan konsep dirancang oleh seniman Ibenzani Usman. Monumen ini menjadi pengingat permanen atas pengorbanan warga Padang dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.
Monumen ini berdiri setinggi sekitar 12 meter di atas lahan taman seluas kurang lebih 64 meter persegi. Bentuknya menyerupai tiga lidah api yang menjulang, memberi kesan dinamis dan penuh semangat dibanding monumen berbentuk patung atau tugu batu pada umumnya.
Bagian dasar monumen dihiasi relief yang menggambarkan adegan-adegan revolusi, termasuk sosok Presiden Soekarno bersama perwira Angkatan Laut Jepang Tadashi Maeda yang memegang pedang samurai. Relief lain menampilkan warga sipil bersenjata bambu runcing berhadapan dengan tentara Belanda bersenjata lengkap, menggambarkan ketimpangan kekuatan namun besarnya tekad para pejuang.
Selain Tugu Simpang Haru dan Tugu Api, monumen ini juga dikenal dengan sebutan Tugu Tigo Tungku Sajarangan. Istilah "tigo tungku sajarangan" sendiri dalam falsafah adat Minangkabau merujuk pada tiga unsur kepemimpinan masyarakat, yaitu ninik mamak (pemangku adat), alim ulama (tokoh agama), dan cadiak pandai (kaum cendekiawan), yang bekerja bersama layaknya tiga batu tungku menopang satu perapian. Nama ini beriringan dengan bentuk tiga lidah api pada monumen, meski tidak ada catatan resmi yang menyebut ini sebagai konsep desain awal.
Tue, 20 Oct 2026

Lion Air
Jakarta (CGK) ke Padang (PDG)
Mulai dari Rp 1.081.300
Sat, 24 Oct 2026

Super Air Jet
Batam (BTH) ke Padang (PDG)
Mulai dari Rp 1.176.600
Wed, 21 Oct 2026

Citilink
Jakarta (HLP) ke Padang (PDG)
Mulai dari Rp 1.282.800
Simpang Haru menjadi lokasi pertempuran penting karena posisinya yang strategis sebagai jalur keluar-masuk kota sekaligus lokasi markas militer yang diperebutkan kedua belah pihak. Stasiun kereta api yang sudah berdiri sejak 1891 juga menjadikan kawasan ini titik transportasi vital yang harus dikuasai.
Kombinasi faktor geografis dan infrastruktur inilah yang membuat pertempuran di Simpang Haru berlangsung berulang kali antara 1946 dan 1949, melibatkan tidak hanya TNI tapi juga pelajar dan laskar rakyat setempat.
Monumen ini berada di pusat kota, sehingga mudah dijangkau dari berbagai titik di Padang.
Tugu Simpang Haru terletak di Jalan Dokter Soetomo, Kecamatan Padang Timur, hanya sekitar 10-15 menit berkendara dari pusat kota maupun kawasan Pantai Padang. Lokasinya berada di simpang jalan yang ramai sehingga cukup mudah ditemukan.
Wisatawan bisa naik angkutan kota (angkot) jurusan Simpang Haru dari berbagai titik di pusat kota, atau menggunakan taksi online yang mudah diakses di area Padang. Bagi yang datang dari luar kota lewat jalur kereta, Traveloka juga menyediakan Tiket Kereta ke Padang yang berhenti tak jauh dari kawasan bersejarah ini.
Perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju lokasi monumen memakan waktu sekitar 40-50 menit berkendara, tergantung kondisi lalu lintas menuju pusat kota.

Indonesia

Hotel O Padang City Center Near Gunung Padang Formerly Hotel Fitriaendika

8.3/10
•


Padang Timur
Rp 122.462
Karena berada di tengah persimpangan jalan yang ramai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berfoto di sini.
Area taman kecil di sekitar monumen memberi ruang aman untuk mengambil foto tanpa harus mendekati jalan raya, sekaligus menampilkan keseluruhan bentuk tiga lidah api dalam satu bingkai.
Kunjungan sore hari menjelang matahari terbenam memberi pencahayaan hangat yang membuat detail relief pada monumen lebih terlihat jelas dan dramatis.
Karena lokasinya persis di persimpangan jalan dengan arus kendaraan cukup padat, tetap waspada dan hindari berdiri terlalu dekat dengan jalur kendaraan saat mengambil foto.
Selain foto keseluruhan monumen, luangkan waktu memotret detail relief perjuangan di bagian dasar tugu, karena bagian ini menyimpan cerita sejarah yang sering terlewat oleh pengunjung yang hanya memotret dari kejauhan.
Tugu Simpang Haru mungkin bukan monumen terbesar di Indonesia, tapi nilai sejarahnya sangat besar bagi masyarakat Padang. Bentuk lidah api yang menyala menjadi simbol semangat perjuangan yang tidak pernah padam, sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati sekarang datang dengan pengorbanan besar.
Mengunjungi monumen ini bisa jadi selingan singkat sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Padang, mengingat lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah kota.

Indonesia

Tiket KID'S BOX JUMBO by kidzooona Transmart Padang

9.2/10
Padang Utara
Rp 29.100
Traveloka hadir sebagai Aplikasi Travel #1 di Asia Tenggara yang memudahkan Anda merencanakan kunjungan ke situs bersejarah seperti Tugu Simpang Haru. Pesan Tiket Pesawat ke Padang atau Tiket Kereta ke Padang, lalu lanjutkan dengan Hotel di Padang dan Aktivitas di Padang untuk melengkapi liburan Anda.
Dipercaya oleh jutaan pengguna di seluruh Asia Tenggara, Traveloka memberi kemudahan transaksi lewat berbagai metode pembayaran seperti PayLater, transfer bank, dan dompet digital seperti GoPay maupun OVO. Unduh aplikasi Traveloka sekarang dan rasakan kemudahan menjelajahi jejak sejarah sekaligus keindahan alam Kota Padang dalam satu perjalanan.










