
Di kawasan Pucangsawit, Solo, berdiri sebuah kompleks tempat ibadah yang jarang disangka wisatawan sebagai destinasi foto. Bangunannya memadukan gedung bertingkat beratap limasan dengan sebuah candi putih yang bentuknya mengingatkan pada candi-candi Buddha kuno Nusantara. Tempat ini dikenal dengan nama Vihara Dhamma Sundara.
Vihara Dhamma Sundara adalah kompleks ibadah Buddha di Jalan Ir. Juanda No. 223 B, Pucangsawit, Jebres, Surakarta, yang diresmikan pada 24 Maret 2002 dan kini juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kota Solo. Jika Anda sedang memesan Tiket Pesawat ke Solo, tempat ini bisa jadi tambahan menarik saat menyusun itinerary wisata religi dan budaya di kota tersebut.
Vihara ini didirikan oleh Sundara Husea, pengusaha pemilik Sun Motor Group, dan diresmikan pada 24 Maret 2002. Sebagai bentuk penghormatan atas jasanya membangun vihara ini, pengelola kemudian mendirikan sebuah patung Sundara Husea di dalam kompleks.
Sejak awal berdiri, vihara ini bernaung di bawah pembinaan Sangha Theravada Indonesia dan kini dihuni oleh Bhikkhu Abhijāto. Selain menjadi tempat ibadah umat Buddha, vihara ini aktif menggelar kegiatan sosial dan edukasi keagamaan bagi masyarakat sekitar.
Kompleks vihara ini terdiri dari dua bangunan dengan gaya berbeda namun saling melengkapi. Perpaduan gedung modern dan candi klasik ini menjadikan Vihara Dhamma Sundara punya karakter arsitektur yang tidak biasa dibanding vihara lain di Solo.
Bangunan utama berupa gedung bertingkat dengan atap limasan khas Jawa. Lantai atas digunakan sebagai Ruang Dhammasala atau ruang ibadah utama, sementara lantai bawah berfungsi sebagai kantor pengelola dan toko yang menjual buku serta video seputar ajaran Buddha.
Bangunan kedua berupa candi berwarna putih dengan atap berbentuk stupa, mengambil ciri khas candi-candi Buddha era kerajaan Nusantara kuno. Candi ini dikelilingi halaman berlantai batu hitam yang menambah kesan tenang di sekitarnya.
Pada sisi kiri, kanan, dan belakang candi terdapat tiga relief Buddha dengan pose dan mudra berbeda-beda. Di bagian pintu masuk, dua patung gajah putih turut menghiasi kompleks, membawa sentuhan budaya Thailand ke dalam desain vihara ini.

Indonesia

Rasamadu Heritage

8.8/10
Kartasura
Rp 40.000
Suasana rindang dan sepi dari kebisingan kota menjadi daya tarik utama vihara ini selain arsitekturnya. Pepohonan di sekitar kompleks membuat udara terasa lebih sejuk, cocok untuk berjalan santai sambil menikmati detail bangunan.
Latar candi putih dengan halaman batu hitam adalah spot yang paling sering diabadikan pengunjung. Kontras warna putih candi dengan lantai gelap membuat foto di area ini terlihat lebih menonjol.
Dua patung gajah putih di pintu masuk candi juga jadi titik foto favorit, terutama karena detail ukirannya yang halus dan jarang ditemui di vihara lain di Jawa Tengah.
Di beberapa sudut kompleks terdapat koleksi seni dan patung yang menggambarkan perjalanan hidup Buddha, dari kelahiran hingga pencapaian pencerahan. Detail-detail ini menarik untuk diamati sekaligus dipelajari maknanya.
Keunikan utama vihara ini terletak pada perpaduan tiga elemen budaya sekaligus dalam satu kompleks: gaya Jawa pada gedung utama, gaya candi Buddha Nusantara kuno pada bangunan candi, dan sentuhan Thailand lewat patung gajah putihnya. Kombinasi ini jarang ditemukan dalam satu tempat ibadah yang sama.
Desainnya juga sengaja dibuat sederhana namun megah, menghindari ornamen berlebihan agar suasana tetap mendukung fungsi utamanya sebagai tempat ibadah dan kontemplasi. Itulah sebabnya banyak pengunjung datang bukan hanya untuk foto, tapi juga untuk menikmati ketenangan di tengah kota Solo yang ramai.
Vihara ini terbuka untuk umum setiap hari tanpa dipungut biaya tiket masuk.
| Keterangan | Detail |
| Jam operasional | 08.00 - 17.00 WIB, setiap hari |
| Tiket masuk | Gratis |
Catatan: Meski gratis, pengunjung tetap diwajibkan menjaga ketenangan serta bersikap sopan selama berada di area vihara, mengingat fungsi utamanya sebagai tempat ibadah aktif. Jam operasional di atas bisa berubah sewaktu-waktu, terutama saat ada kegiatan keagamaan khusus, jadi ada baiknya dikonfirmasi ulang sebelum berkunjung.

Indonesia

Lorin Syariah Hotel Solo

8.5/10
•



Solo
Rp 298.198
Vihara ini berada di Jalan Ir. Juanda No. 223 B, Pucangsawit, Jebres, tidak jauh dari pusat Kota Solo. Aksesnya cukup mudah dijangkau dari berbagai titik keberangkatan di dalam maupun luar kota.
Dari bandara, perjalanan menuju vihara memakan waktu sekitar 30-40 menit menggunakan taksi atau layanan transportasi online, tergantung kondisi lalu lintas di dalam kota.
Bagi yang datang menggunakan kereta api, Stasiun Solo Balapan hanya berjarak sekitar 15-20 menit berkendara ke arah timur menuju kawasan Jebres.
Dari area Keraton Surakarta atau pusat kota, vihara ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 10-15 menit berkendara ke arah Pucangsawit di sisi timur Solo.
Mon, 28 Sep 2026

Citilink
Jakarta (CGK) ke Solo (SOC)
Mulai dari Rp 875.200
Fri, 25 Sep 2026

Super Air Jet
Bali / Denpasar (DPS) ke Solo (SOC)
Mulai dari Rp 1.281.900
Mon, 28 Sep 2026

Batik Air Malaysia
Medan (KNO) ke Solo (SOC)
Mulai dari Rp 2.146.870
Karena vihara ini masih aktif digunakan untuk ibadah, beberapa hal berikut bisa membantu kunjungan Anda berjalan lebih nyaman dan tetap menghormati fungsi utamanya.
Untuk leluasa mengambil foto tanpa mengganggu jemaah, pilih waktu di luar jadwal kebaktian atau perayaan keagamaan tertentu. Suasana siang hari biasanya lebih lengang.
Sebagai tempat ibadah aktif, kenakan pakaian yang menutup bahu dan lutut sebagai bentuk penghormatan terhadap fungsi utama tempat ini.
Ruang ibadah di lantai atas gedung utama tetap digunakan untuk kebaktian rutin, sehingga penting menjaga ketenangan saat berada di dekat area ini.
Toko kecil di lantai bawah gedung utama menjual buku dan video seputar ajaran Buddha, cocok bagi yang ingin membawa pulang oleh-oleh yang lebih bermakna dari kunjungan ini.
Vihara Dhamma Sundara menunjukkan sisi lain Kota Solo yang jarang tersorot dibanding keraton atau pasar tradisionalnya. Perpaduan gedung beratap limasan, candi putih ala Nusantara kuno, dan sentuhan gajah putih Thailand menjadikan kompleks ini punya karakter arsitektur yang unik sekaligus tetap terasa tenang.
Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi religi dan budaya Solo secara lebih lengkap, menyempatkan diri mampir ke vihara ini di sela kunjungan ke Keraton Surakarta atau Pasar Gede bisa jadi pilihan yang pas. Kunjungan singkat sekitar satu jam biasanya sudah cukup untuk menjelajahi seluruh kompleks.
Sebagai aplikasi travel terkemuka di Asia Tenggara yang dipercaya jutaan pengguna, Traveloka memudahkan Anda merencanakan perjalanan ke Solo dari satu tempat. Pesan Tiket Pesawat ke Solo, Tiket Kereta ke Solo, dan Hotel di Solo, lalu lengkapi liburan dengan Aktivitas di Solo seperti tur budaya dan kunjungan ke tempat bersejarah lainnya.
Traveloka juga menyediakan layanan pendukung lain seperti sewa mobil, eSIM, dan asuransi perjalanan dalam satu aplikasi yang sama, dengan pilihan pembayaran fleksibel lewat PayLater, transfer bank, GoPay, atau dompet digital lainnya. Unduh aplikasi Traveloka, salah satu aplikasi travel dengan rating tinggi di Google Play Store dan App Store, dan mulai rencanakan perjalanan budaya Anda ke Solo.






