source : Kementerian ESDM RI
Wisata sejarah bukan sekadar pengalaman wisata masa lalu, tetapi juga pengalaman yang sarat akan nilai dan pelajaran hidup. Museum menjadi destinasi yang paling dekat dan relevan untuk menyelami sejarah di masa modern ini.
Namun, berbeda dari museum kebanyakan, Museum Tsunami Aceh menawarkan pengalaman yang jauh lebih sentimentil. Di sana, kamu tidak hanya bernostalgia, tetapi juga diajak untuk merasakan ketakutan, harapan, dan kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi kehidupan setelah bencana besar.
Jadi, jika kamu tertarik menyelami kehidupan pasca bencana dari sudut pandang sejarah dan kemanusiaan, Museum Tsunami Aceh wajib didatangi saat berkunjung ke Serambi Mekah. Dalam artikel ini, Traveloka mengulas informasi menarik museum istimewa satu ini.
Museum Tsunami Aceh hadir sebagai simbol kekuatan dan ingatan kolektif masyarakat Aceh pasca bencana besar tsunami 2004 silam. Di tempat ini, kamu tidak hanya menjumpai ribuan koleksi yang berkaitan dengan tragedi tsunami tetapi juga kekuatan dan harapan yang dibawa pasca bencana itu terjadi.
Terdapat sekitar enam ribu koleksi yang tidak serentak dipamerkan lantaran pengelola museum merotasi koleksi-koleksi tersebut setiap enam bulan sekali. Dalam sekali pameran, terdapat sekitar 1.300 koleksi yang terbagi di tiga titik, yaitu rumah Aceh, pameran temporer, dan ruang pameran tetap. Selain itu, museum ini juga dijadikan sebagai pusat edukasi melalui simulasi bencana dan ruang edukasi yang interaktif.
Museum Tsunami Aceh terletak di Jl. Sultan Iskandar Muda No.3, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, tidak jauh dari masjid penuh historis, Masjid Raya Baiturrahman. Menariknya lagi, lokasi museum ini juga dekat dengan beberapa landmark Aceh lain seperti Lapangan Blang Padang dan Kerkhof Peutjoet (kuburan Belanda).
Nah, kalau kamu berniat berkunjung ke sana, kamu bisa berangkat dari jantung Kota Banda Aceh yang berjarak 500 meter dari Masjid Raya Baiturrahman. Kamu bisa menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi dan menggunakan panduan arah dari Google Maps.
Jam operasional Museum Tsunami Aceh mulai setiap hari Senin-Kamis pukul 09.00-12.00 WIB dan 14.00-16.00 WIB untuk sesi selanjutnya. Di hari Jumat, museum tutup kemudian buka kembali pada hari Sabtu-Minggu mulai pukul 09.00-12.00 WIB untuk sesi pertama dan 14.00-16.00 WIB untuk sesi selanjutnya.
Sementara untuk harga tiket masuk, setiap pengunjung akan dikenakan biaya tiket yang berbeda. Untuk pengunjung anak-anak/pelajar dibebankan tiket sebesar Rp3.000, untuk dewasa/mahasiswa Rp5.000, dan Rp20.000 untuk wisatawan asing/WNA.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Terbaik di Banda Aceh
Museum Tsunami tidak hanya menyimpan ratusan koleksi, tetapi juga memiliki nilai historis tersendiri bagi warga Aceh. Oleh karenanya, museum ini memiliki daya tarik tersendiri yang tak akan kamu jumpai di museum-museum yang lain.
Museum Tsunami Aceh tidak hanya sekadar ruang nostalgia mengenang tragedi, tetapi juga wadah refleksi spiritual dan pembelajaran sekaligus simbol kekuatan masyarakat Aceh pasca bencana.
Selain itu, museum yang dirancang oleh Ridwan Kamil ini juga memiliki desain arsitektur simbolis di mana bangunannya berbentuk gelombang tsunami dan rumah tradisional Aceh (Rumoh Aceh).
Museum ini hadir untuk mengenang sekaligus belajar memahami pengalaman masyarakat Aceh ketika menghadapi bencana besar. Salah satunya adalah Lorong Tsunami (Space of Fear), di mana pengunjung akan masuk melalui koridor gelap sepanjang 30 meter dengan dinding air yang menetes dan suara gemuruh tsunami. Kehadiran lorong ini memberikan pengalaman emosional bagi pengunjung akan dahsyatnya bencana tsunami 2004 bagi masyarakat Aceh.
Setelah melewati Lorong Tsunami, pengunjung akan tiba di sebuah ruang silinder tinggi dengan dinding yang dipenuhi oleh nama-nama korban tsunami. Ruang ini dikenal sebagai Sumur Doa (The Light of God/Space of Sorrow) yang dirancang sebagai tempat untuk berdoa dan mengenang para korban.
Pencahayan yang masuk melalui langit-langit terbuka dan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang diputar menciptakan suasana yang semakin syahdu dan sakral di titik paling sunyi dalam museum tersebut.
Selain sebagai tempat yang penuh nostalgia dan historis, museum ini juga memiliki ruang edukasi dan simulasi gempa di ruang geologi. Ruangan ini menampilkan film dokumenter bencana tsunami. Selain itu, terdapat simulasi gempa yang bisa dicoba oleh setiap pengunjung. Beberapa bagian dirancang menggunakan 4D yang semakin memberikan kesan nyata sekaligus mendidik.
Area ini berupa lorong melingkar yang menjadi simbol dan harapan dari dunia Internasional untuk kebangkitan masyarakat Aceh. Lorong ini memperlihatkan bendera negara-negara donor yang membantu Aceh setelah bencana.
Museum Tsunami Aceh memiliki ratusan koleksi yang terbagi dalam beberapa kategori seperti koleksi etnografika, biologika, teknologika, keramologika, seni rupa, numismatika, koleksi geologika, koleksi filologika, serta koleksi historika 13.
Di sana, pengunjung juga akan menjumpai ribuan foto, video, dan barang-barang asli korban tsunami yang dipamerkan seperti sepeda, jam dinding yang berhenti ketika tsunami menerjang, serta barang milik anak-anak korban tsunami. Salah satu spot yang bisa kamu kunjungi adalah Ruang Kenangan (Memorial Hall) yang menampilkan ribuan foto yang menggambarkan korban dan kondisi lokasi saat bencana terjadi.
Selain ribuan koleksi yang dipamerkan, museum ini juga menyediakan perpustakaan dan pusat informasi bencana untuk pelajar, peneliti, hingga masyarakat umum. Ruang baca di museum ini menyediakan bahan bacaan seperti buku-buku, jurnal, dan arsip tentang gempa dan tsunami. Menariknya lagi, Museum Tsunami Aceh sangat ramah pengunjung termasuk aksesibilitas untuk difabel dan tempat evakuasi massal.
Museum dengan 4 lantai ini memiliki sejumlah fasilitas publik yang dapat digunakan oleh setiap pengunjung di antaranya, ruang parkir, toilet umum, toilet VIP, mushola, perpustakaan, taman, ruang pameran, ruang audio visual, ruang galeri, smoking room, ruang laktasi, café rooftop, toko cinderamata, ATM, lift, kursi roda, dan tempat evakuasi. Selain itu, terdapat juga kantor administrasi yang berada di lantai 3.
Grand Mahoni Hotel berlokasi di Jl. Sultan Aladin Mansyursyah No. 95, Peuniti, Baiturrahman, Banda Aceh. Lokasinya dekat dengan landmark Aceh seperti Masjid Raya Baiturrahman dan Museum Tsunami Aceh.
Hotel bintang 2 ini menawarkan pilihan kamar dengan harga mulai Rp200 ribuan hingga Rp600 ribuan dengan fasilitas lengkap. Harganya yang ekonomis ini menjadikan Grand Mahoni Hotel sebagai pilihan akomodasi ideal bagi pelancong yang mencari penginapan ramah kantong tetapi tetap nyaman sekaligus strategis.
Indonesia
Grand Mahoni Hotel
•
8.5/10
Baiturrahman
Rp 289.575
Rp 259.225
Terletak di Jalan Pante Pirak No. 10, Simpang Lima, Banda Aceh, Alhambra Hotel Banda Aceh menjadi pilihan akomodasi modern yang berada di pusat kota Banda Aceh. Hotel bintang 3 ini memiliki desain interior kontemporer bernuansa modern minimalis dengan pilihan perabotan kayu dan dekorasi yang memberi sentuhan warna. Terdapat puluhan kamar berbagai tipe termasuk opsi kamar tanpa jendela dengan nuansa homey dan elegan mulai dari Rp450 ribuan.
Indonesia
Alhambra Hotel Banda Aceh
•
9.0/10
Kuta Alam
Rp 690.000
Rp 517.500
Hip Hope Hotel Banda Aceh mengadopsi desain modern minimalis yang didominasi warna-warna netral seperti putih, krem, dan kayu muda. Hotel ini menyediakan kamar yang relatif luas dengan perabot minimalis.
Menariknya, Hip Hope Hotel kerap menawarkan pertunjukan hiburan untuk musik hip hop dilengkapi dengan DJ booth, penataan dan pencahayaan panggung, area nongkrong, karaoke, termasuk area khusus souvenir bertemakan hip hop seperti pakaian, aksesori, dan pernak-pernik budaya urban.
Meskipun akses ke lantai atas hanya menggunakan tangga, hotel ini menawarkan tema musik unik yang boleh dicoba bagi kamu yang ingin menikmati pengalaman menginap berbeda. Lokasinya berada di Jl. Moh. Jam Belakang No. 70, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, dekat dari Masjid Baiturrahman termasuk Museum Tsunami Aceh.
Indonesia
Hip Hope Hotel
•
8.8/10
Baiturrahman
Rp 513.348
Rp 385.011
Itulah beberapa informasi menarik Museum Tsunami Aceh yang menawarkan pengalaman wisata sejarah yang berbeda. Kamu tidak hanya melihat kembali masa lalu, tetapi juga belajar memahami konteks sejarah yang sangat dekat dengan masyarakat lokal Aceh.
Nah, kalau kamu tertarik di liburan ke Aceh dan berniat mengunjungi beberapa landmark-nya, percayakan Traveloka sebagai teman perjalanan yang memudahkan. Segala keperluan transportasi mulai dari pembelian tiket pesawat, kereta api, bus, hingga travel & shuttle jauh lebih gampang dalam satu aplikasi.
Booking berbagai pilihan hotel dekat Museum Tsunami Aceh dengan kode kupon Traveloka dan promo bank seperti promo BCA bisa banget kamu klaim loh. Yuk, cek promonya sekarang juga!
Hotel dan Penginapan Terbaik di Banda Aceh
Temukan di Traveloka
Lihat Harga