Unduh Aplikasi
IDR
Pay
Log In
Daftar
Transportasi
Tempat Menginap
Aktivitas dan Hiburan
Tagihan & Isi Ulang
Produk Tambahan
traveloka
Explore
0

Anna Cendana

17 Sep 2022 - 5 min read

10 Cara Manajemen Stres untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Stres bisa datang dari manapun dan menimpa siapa saja. Ini karena stres menjadi respon alami dari tubuh terhadap perubahan yang terjadi. Tanpa pengelolaan yang baik, stres bisa sangat mengganggu kesehatan mental. Apa pun latar belakangmu, kamu wajib memiliki skill manajemen stres yang baik.

Manajemen stres itu seperti apa? Ini adalah strategi, teknik, atau cara untuk mengurangi stres. Dalam menerapkan teori manajemen stres, kamu perlu melibatkan perilaku, emosi, dan juga mental.

Apa Saja Manajemen Stres yang Bisa Kamu Coba?

cara mengelola stres

Sumber: Freepik

Menerapkan teori dan teknik manajemen stress memiliki tujuan agar coping skill dalam diri bisa terbentuk saat stres kembali menerpamu. Jadi ketika stres, tubuh dan mental tidak akan kewalahan dan mengganggu kesehatan mental. Yuk, terapkan beberapa cara manajemen stres yang baik berikut:

1. Tidur

Tidur

Sumber: Freepik

Susah tidur adalah salah satu efek samping dari stres dan bisa menambah tingkat stres lho. Untuk itu, kamu perlu mendapatkan tidur yang berkualitas. Bagaimana caranya?

Coba untuk olahraga secara teratur dan pastikan tubuh mendapat paparan sinar matahari pagi. Kurangi alkohol dan kafein di saat mendekati jam tidur. Kamu juga perlu mengatur waktu tidur secara rutin.

Jauhkah gadget setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum kamu tidur. Meditasi sebelum tidur juga bisa membantumu lebih rileks,lho. Jika kamu memiliki masalah sulit tidur yang berkepanjangan, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter.

Gunakan fitur Traveloka Health untuk konsultasi dengan dokter agar kamu dapat diagnosis dan perawatan yang tepat. Hindari self diagnosis ya.

2. Olahraga

olahraga

Sumber: Freepik

Aktivitas fisik selalu menjadi jalan yang aman untuk meningkatkan kualitas tidur. Ketika kamu dapat tidur berkualitas, maka ini artinya mengelola stres bisa lebih mudah.

Orang-orang yang berolahraga cenderung mendapat slow wave yang lebih baik saat tidur. Gelombang ini bisa membantu menyegarkan otak dan tubuh. Olahraga juga bisa menstimulasi tubuh untuk mengeluarkan hormon endorfin dan endocannabinoid.

Kedua hormon tadi bisa membantu menghalangi rasa sakit, meningkatkan tidur, dan menenangkan kamu, lho. Namun, kamu perlu ingat untuk menghindar olahraga terlalu dekat dengan waktu tidur, ya.

3. Diet

diet sehat

Sumber: Freepik

Apa kamu tahu kalau diet yang sehat bisa membantu mengurangi dampak stres? Selain itu, mengonsumsi makanan sehat juga bisa membantu membangun sistem imun lebih baik. Masih belum cukup? Diet sehat juga bisa menaikkan mood dan menurunkan tekanan darah.

Kamu bisa mencoba pola makan yang lebih baik dengan konsumsi karbo kompleks, protein tanpa lemak, dan juga asam lemak. Kamu juga bisa memperhatikan makanan yang kaya antioksidan karena bisa membantu melindungi kerusakan sel akibat stres.

Selain itu, perhatikan juga beberapa nutrisi penting untuk mengurangi efek stres bagi tubuh dan pikiran. Sebut saja vitamin C, magnesium, dan juga asam lemak omega-3.

4. Yoga

yoga

Sumber: Freepik

Salah satu teknik relaksasi yang bisa kamu coba untuk mengelola stres adalah yoga. Sebenarnya, aktivitas ini bisa masuk kategori olahraga dan juga meditasi.

Ada cukup banyak pilihan yoga yang bisa kamu coba. Namun, untuk stress management kamu bisa fokus pada gerakan yang lambat.

Selain itu stretching dan pernapasan yang dalam adalah pilihan terbaik untuk mengurangi kecemasan dan stres. Pentingnya manajemen stres di sini tak hanya soal pikiran saja, melainkan tubuh yang lebih sehat dan rileks.

5. Meditasi

meditasi

Sumber: Freepik

Siapa yang tak kenal dengan meditasi? Ini adalah salah satu teknik relaksasi yang eksis selama lebih dari 5.000 tahun. Banyak manfaat terkait stres yang bisa kamu peroleh dari meditasi.

Sebagai contoh, meditasi bisa membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Tak hanya itu, dengan bermeditasi kamu juga bisa meningkatkan kualitas tidur dan mood, lho.

Namun perlu kamu ingat, meditasi tak bisa dilakukan secara asal. Kamu perlu tempat yang tenang untuk bermeditasi. Posisinya juga bisa diatur dengan duduk ataupun berbaring. Usahakan untuk fokus pada satu objek ataupun tarikan napas.

6. Deep Breathing

deep breathing

Sumber: Freepik

Aktivitas yang satu ini sangat baik dalam memicu kemampuan alami tubuh untuk rileks. Saat melakukan deep breathing, maka ini bisa membuat tubuh ada di kondisi istirahat total sehingga dapat mengubah bagaimana respon tubuh terhadap stres.

Selain itu, deep breathing juga bermanfaat untuk menambah asupan oksigen ke otak. Kondisi ini bisa menenangkan sistem saraf, lho. Jadi, tak heran jika tubuh lebih rileks.

Salah satu pilihan deep breathing yang bisa kamu coba adalah belly breathing atau napas melalui perut.

Buat tubuh rileks dan nyaman saat memulai latihan pernapasan ini. Tutup mata kamu dan letakkan salah satu tangan di atas perut dan tangan lain di dada. Ambil napas panjang melalui hidung dan buang napas melalui hidung lagi.

7. Interaksi dengan Orang

interaksi sosial

Sumber: Freepik

Salah satu manajemen stres pada remaja yang cukup alami adalah dengan berinteraksi atau menghabiskan waktu dengan orang tertentu. Setiap orang pasti punya circle atau support system, kan?

Habiskan waktu kamu dengan mereka untuk menenangkan diri dan menurunkan tingkat stres. Ketika kamu terhubung langsung dengan orang lain, tubuhmu mengeluarkan hormon yang bisa membuat lebih rileks.

8. Kelola Respon

kelola respon

Sumber: Freepik

Stres selalu berkaitan dengan bagaimana kamu merespon seseorang. Misalkan, kamu cuek dengan perkataan orang lain yang menyakitkan, maka ini bisa membantu mengurangi resiko stres.

Sebaliknya, kamu yang terlalu terbawa dengan omongan dan ekspektasi orang lain bisa sangat stres. Untuk itu, kamu wajib mengelola respon yang kamu berikan terhadap orang lain.

Caranya ada banyak. Misalkan kamu bisa menghitung 1-10 sebelum memberikan respon sehingga otak dan hati lebih tenang. Kamu juga bisa menjauh dari keadaan yang sedang chaos. Selain itu, kamu juga menghindari perilaku yang terlalu memaksakan diri sendiri.

9. Positive Self Talk

positive self talk

Sumber: Freepik

Siapa yang sering berbicara dengan diri sendiri? Atau mungkin kamu punya suara di dalam kepala yang bertindak dominan?

Kabar baiknya, saat kamu memiliki kontrol penuh maka pikiran buruk apa pun bisa diubah menjadi positif. Lakukan positive self talk secara rutin agar pikiran negatif jauh-jauh dari diri kamu.

Ada cukup banyak manfaat dari cara unik ini. Mulai dari mengurangi stres, umur panjang, menurunkan tingkat depresi, hingga kamu punya coping skill lebih baik saat kejadian buruk terjadi.

10. Terapi Tertawa dan Bicara

terapi tertawa dan bicara

Sumber: Freepik

Ada dua jenis terapi yang bisa kamu coba dalam manajemen stres cemas dan depresi, yakni terapi tertawa dan bicara. Pertama, saat kamu tertawa, ini bisa memasukkan lebih banyak oksigen ke tubuh dan tubuhmu memproduksi hormon yang baik.

Tertawa juga bisa membantu meningkatkan sistem imun dan mood, lho. Bahkan bisa juga mengurangi rasa sakit.

Sementara itu, terapi bicara yang long term bisa membantu beberapa orang mengatasi stres. Ada beberapa jenis pendekatan yang bisa digunakan. Salah satunya terapi perilaku kognitif yang bermanfaat untuk mengubah pola pikir negatif.

Dari beberapa cara manajemen stres di atas, menurutmu pendekatan mana yang ingin dicoba? Kamu bisa mencobanya satu per satu untuk mengelola stres. Jika butuh konsultasi dokter jangan lupa gunakan Traveloka Health di Traveloka App ya! Sudah download belum, nih?

Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan