Isu tentang hepatitis akut di dunia sepertinya mulai masuk ke Indonesia. Pada tanggal 9 Mei 2022 lalu, Menteri Kesehatan menyebutkan bahwa sudah ada 15 kasus hepatitis akut ditemukan pada anak di negara kita. Isu ini sendiri merebak sejak kasus pertama ditemukan di Inggris pada 5 April 2022
Tidak lama, setidaknya 3 negara lain juga mengalami hal yang sama hingga akhirnya WHO (World Health Organization) menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) pada 15 April 2022. Seperti kebanyakan penyakit menular, hepatitis ternyata bisa berkembang dan menjadi wabah.
Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini bisa dideteksi dari gejala awal seperti muntah, diare, demam, atau gejala lain seperti air kencing berwarna pekat seperti teh, BAB berwarna pucat, mata atau kulit menguning, hingga gangguan kesadaran.
Hepatitis termasuk penyakit berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Tapi tidak perlu khawatir, kita bisa melakukan upaya pencegahan agar tidak tertular penyakit ini. Upaya tersebut bisa dimulai dari menerapkan beberapa kebiasaan baik.
Beberapa kebiasaan berikut dinilai efektif sebagai cara mencegah hepatitis akut menyerang anak ataupun orang dewasa, di antaranya:
Penularan hepatitis paling banyak diketahui berasal dari makanan, tangan, atau benda yang telah terkontaminasi air liur serta kotoran orang yang terinfeksi virus hepatitis (adenovirus). Inilah mengapa, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dinilai mampu mencegah hepatitis akut secara efektif.
Kebiasaan mencuci tangan bisa dilakukan ketika akan makan, saat kembali dari luar rumah, hingga sebelum dan sesudah melakukan aktivitas apapun. Tidak hanya mencegah penularan hepatitis, kebiasaan baik ini terbukti bisa mengurangi risiko penyakit apapun yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
Salah satu gejala hepatitis akut adalah gangguan pencernaan. Hal tersebut disebabkan oleh makanan dan minuman yang mungkin saja sudah terkontaminasi oleh adenovirus. Untuk mencegah ini, sebaiknya kamu masak setiap makanan atau minuman yang hendak dikonsumsi hingga benar-benar matang.
Bisa jadi dari makanan dan minuman yang kurang matang itulah, adeno virus berkembang. Selain itu, mengonsumsi makanan dan minuman matang yang telah dimasak sempurna akan mencegah risiko penyakit lain akibat bakteri seperti diare atau difteri.
Selain beberapa cara mencegah hepatitis akut sebelumnya, kamu juga bisa membiasakan anak untuk membawa bekal dan alat makan dari rumah ketika mereka pergi sekolah atau berkunjung ke tempat umum lainnya. Kebiasaan ini dinilai bisa mengurangi risiko karena kita benar-benar tahu kebersihan alat makan sendiri.
Jangan lupa ingatkan pula anak-anak untuk tidak berbagi peralatan makanan dengan orang lain. Beritahu mereka bahayanya sehingga anak-anak pun waspada meskipun kamu tidak selalu ada di samping mereka.
Selain alat makan, sebaiknya gunakan pula alat kebersihan pribadi seperti handuk, sikat gigi, alat cukur, atau gunting kuku ketika beraktivitas di luar rumah. Penularan hepatitis akut melalui alat kebersihan pribadi ini memang tidak selalu terjadi, tapi tidak ada salahnya untuk selalu waspada.
Inilah mengapa sebaiknya kita selalu memilah dan memilih mana barang yang bisa dipakai bersama dan mana yang harus digunakan sendiri. Apalagi jika anak tinggal di lingkungan seperti asrama, kos, atau pondok pesantren.
Seperti virus lainnya, penularan hepatitis paling banyak diketahui berasal dari percikan air liur yang menyebar lewat batuk atau bersin. Inilah mengapa salah satu cara mencegah hepatitis akut efektif adalah menggunakan masker ketika berada di luar rumah.
Mengingat dua tahun belakangan kita selalu menggunakan masker akibat pandemi Covid 19, kebiasaan ini mungkin tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Penggunaan masker sendiri sebaiknya satu kali pakai, jika dirasa masker sudah lembab akibat keringat segera ganti dengan yang baru.
Menurut sebuah penelitian, anak dengan sistem imun lemah cenderung lebih rentan tertular oleh adenovirus. Agar tidak mudah tertular, sebaiknya jaga jarak dengan orang lain apalagi mereka yang sedang sakit. Selain itu, batasi mobilitas dan aktivitas anak di luar rumah.
Diakui atau tidak, risiko tertular hepatitis akut cenderung lebih besar ketika anak-anak berada di luar dibanding di dalam rumah. Agar mereka tidak bosan, luangkan waktu untuk bermain dan memberikan kegiatan alternatif yang seru. Tidak hanya mencegah hepatitis, kebiasaan ini juga akan menguatkan bonding anak dengan orang tua.
Kita tidak pernah tahu dari mana kontaminasi adenovirus berasal meskipun mungkin sebagian waktu anak-anak dihabiskan di rumah. Inilah mengapa kebiasaan lain yang harus dilakukan adalah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan maupun benda-benda di sekitar.
Benda yang dimaksud adalah benda yang sering disentuh anak seperti mainan, alat tulis, perlengkapan sekolah, atau tempat tidur. Lakukan penggantian sprei dan selimut seminggu sekali untuk memastikan bahwa semua senantiasa bersih. Untuk mainan atau alat tulis anak, lakukan pembersihan menggunakan alkohol secara rutin.
Meskipun belum ada bukti nyata bahwa penularan hepatitis akut bisa berasal dari tempat umum, tapi kita tetap harus waspada. Tempat umum seperti playground, mal, taman bermain, atau kolam renang cenderung berisiko terkontaminasi oleh adenovirus.
Apabila terpaksa harus mengunjungi tempat-tempat tersebut, jaga kebersihan dan jangan lalai untuk cuci tangan. Untuk menekan risiko penularan, kamu juga bisa berkunjung di waktu-waktu tertentu. Seperti misalnya, berkunjung ke kolam renang di saat tidak banyak pengunjung atau bermain di playground yang tidak terlalu ramai.
Kunci utama dari cara mencegah hepatitis akut adalah selalu waspada dan sadar diri dengan kesehatan kamu ataupun keluarga. Perhatikan dengan serius ketika terlihat gejala tidak wajar dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila ada yang membuat kita khawatir.
Saat ini, konsultasi dengan dokter bisa kita lakukan di mana dan kapan saja lho! Salah satunya secara online melalui aplikasi Traveloka. Pilih menu Traveloka Health untuk menemukan jawaban dari dokter profesional tentang masalah kesehatan yang sedang kamu alami.
Selain itu kita juga bisa berkonsultasi tentang apa yang tidak dan harus dilakukan agar kondisi kesehatan segera membaik. Mengingat situasi pandemi dan risiko tertular virus hepatitis di luar ruangan, berkonsultasi secara online melalui Traveloka Health tentu bisa jadi alternatif terbaik.
Jadi tunggu apalagi, segera install aplikasi Traveloka dan dapatkan berbagai kemudahan termasuk soal kesehatan. Semoga beberapa cara mencegah hepatitis akut di atas bermanfaat.