Siapa saja yang menjalankan puasa Ramadan pasti ingin ibadahnya lancar, tetapi bagaimana jika Anda memiliki penyakit GERD atau asam lambung? Tenang, dengan beberapa perubahan gaya hidup, penderita GERD dapat mengendalikan asam lambung dan puasa sampai tamat. Simak penjelasannya dalam artikel ini!
Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah penyakit pencernaan di mana asam lambung naik dari perut ke kerongkongan. Dalam kondisi pencernaan normal, katup antara perut dan kerongkongan akan menutup setelah makanan masuk ke dalam perut. Namun, pada penderita GERD, katup ini melemah sehingga isi lambung dapat naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi pencernaan normal (kiri) dan penderita GERD (kanan)
Berikut gejala yang umum ditemukan pada penderita GERD:
Semua orang dapat mengalami kenaikan asam lambung dari waktu ke waktu, tetapi jika terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, Anda patut memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui apakah Anda memiliki GERD.
Boleh atau tidaknya penderita GERD berpuasa tergantung pada kondisi masing-masing individu. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak berpuasa jika Anda merasakan nyeri yang hebat atau muntah. Namun, orang lain mungkin tidak mengalami gejala yang mengganggu kelancaran puasa mereka. Penelitian yang dilakukan terhadap 130 pasien GERD ini malah melaporkan gejala yang lebih ringan pada penderita GERD yang puasa Ramadan daripada yang tidak puasa.
Dokter spesialis gastroenterologi Ari Fahrial Syam mengatakan, mereka yang memiliki penyakit asam lambung dapat berpuasa asalkan memerhatikan beberapa hal. Apa saja yang harus dilakukan agar pengidap GERD bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar? Simak tips berikut ini!
Beberapa hidangan diketahui dapat melemahkan kerja katup esofagus bawah atau memiliki kandungan asam tinggi, yang merupakan penyebab naiknya asam lambung. Supaya asam lambung tetap terkontrol, sebaiknya jauhi makanan dan minuman ini:
Makanan ini aman untuk pederita GERD sehingga cocok dimasukkan ke dalam menu sahur dan buka puasa Anda:
Bagi penderita GERD, makan 5 kali sehari dengan porsi kecil lebih baik daripada makan berat 2 – 3 kali saja. Selama Ramadan, Anda dapat menerapkan tips ini dengan memberi jeda antara takjil dan makan malam agar lambung tidak kaget. Anda dapat melakukan salat magrib sambil menunggu makan berat. Selain itu, hindari makan terburu-buru dengan mengunyah makanan sampai halus sebelum menelan.
Merokok dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk melemahkan katup antara perut dan kerongkongan. Setelah tidak merokok dari subuh hingga magrib, bagaimana jika memanfaatkan momen Ramadan untuk menghentikan kebiasaan merokok sepenuhnya?
Meski mengantuk, sebaiknya jangan langsung tidur setelah sahur, ya! Tunggu 2 – 3 jam setelah makan agar asam lambung turun dan GERD tidak kambuh.
Demikian tips agar puasa tetap lancar meski memiliki GERD. Jika gejala GERD masih muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk konsultasi dengan ahlinya.
Referensi:
Ariska, Rima. 2021. “Mengenal Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).” Radioedukasi.kemdikbud.go.id. March 28, 2021. https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/2849/mengenal-gastroesophageal-reflux-disease-gerd.html.
Bhargava, Hansa D. 2020. “Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).” WebMD. September 11, 2020. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1.
Gupta, Ekta. 2019. “GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn).” Johns Hopkins Medicine. December 7, 2019. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/gerd-diet-foods-that-help-with-acid-reflux-heartburn.
Perkasa, Gading. 2021. “Gaya Hidup Yang Perlu Diubah Untuk Sembuhkan Gerd.” KOMPAS.com. February 18, 2021. https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/18/185611420/gaya-hidup-yang-perlu-diubah-untuk-sembuhkan-gerd.
Putri, Maria Rosari Dwi. 2021. “Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita GERD.” Antara News. April 16, 2021. https://www.antaranews.com/berita/2104474/tips-aman-berpuasa-bagi-penderita-gerd.
Tags:
puasa
tips puasa ramadan






