Tips Aman Puasa untuk Penderita GERD

Xperience Team
Kurang dari 1 menit

Siapa saja yang menjalankan puasa Ramadan pasti ingin ibadahnya lancar, tetapi bagaimana jika Anda memiliki penyakit GERD atau asam lambung? Tenang, dengan beberapa perubahan gaya hidup, penderita GERD dapat mengendalikan asam lambung dan puasa sampai tamat. Simak penjelasannya dalam artikel ini!

Apa itu GERD?

Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah penyakit pencernaan di mana asam lambung naik dari perut ke kerongkongan. Dalam kondisi pencernaan normal, katup antara perut dan kerongkongan akan menutup setelah makanan masuk ke dalam perut. Namun, pada penderita GERD, katup ini melemah sehingga isi lambung dapat naik kembali ke kerongkongan.

Kondisi pencernaan normal (kiri) dan penderita GERD (kanan)

Berikut gejala yang umum ditemukan pada penderita GERD:

Heartburn atau rasa panas di dada yang dapat naik ke leher dan tenggorokan
Regurgitasi atau asam lambung yang naik kembali ke mulut
Sulit menelan
Muntah
Rasa pahit dan asam di mulut
Bau mulut

Semua orang dapat mengalami kenaikan asam lambung dari waktu ke waktu, tetapi jika terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, Anda patut memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui apakah Anda memiliki GERD.

Bolehkah penderita GERD berpuasa?

Boleh atau tidaknya penderita GERD berpuasa tergantung pada kondisi masing-masing individu. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak berpuasa jika Anda merasakan nyeri yang hebat atau muntah. Namun, orang lain mungkin tidak mengalami gejala yang mengganggu kelancaran puasa mereka. Penelitian yang dilakukan terhadap 130 pasien GERD ini malah melaporkan gejala yang lebih ringan pada penderita GERD yang puasa Ramadan daripada yang tidak puasa.

Dokter spesialis gastroenterologi Ari Fahrial Syam mengatakan, mereka yang memiliki penyakit asam lambung dapat berpuasa asalkan memerhatikan beberapa hal. Apa saja yang harus dilakukan agar pengidap GERD bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar? Simak tips berikut ini!

Bagaimana cara mencegah GERD kambuh?

Hindari makanan dan minuman pemicu asam lambung naik

Beberapa hidangan diketahui dapat melemahkan kerja katup esofagus bawah atau memiliki kandungan asam tinggi, yang merupakan penyebab naiknya asam lambung. Supaya asam lambung tetap terkontrol, sebaiknya jauhi makanan dan minuman ini:

Makanan tinggi lemak, seperti makanan bersantan dan makanan yang digoreng
Makanan pedas
Minuman berkarbonasi
Kafein
Cokelat
Peppermint
Buah sitrus

Konsumsi makanan yang dapat mencegah asam lambung naik

Makanan ini aman untuk pederita GERD sehingga cocok dimasukkan ke dalam menu sahur dan buka puasa Anda:

Protein rendah lemak seperti ayam, ikan, tahu, dan putih telur yang dioleh dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, atau dibakar
Makanan dan minuman manis rendah lemak seperti air kelapa muda dan bubur kacang hijau tanpa santan
Makanan tinggi serat seperti nasi merah dan sayuran hijau
Makanan yang mengandung banyak air seperti mentimun, semangka, dan sup kuah kaldu

Makan dengan porsi kecil dan kunyah secara perlahan

Bagi penderita GERD, makan 5 kali sehari dengan porsi kecil lebih baik daripada makan berat 2 – 3 kali saja. Selama Ramadan, Anda dapat menerapkan tips ini dengan memberi jeda antara takjil dan makan malam agar lambung tidak kaget. Anda dapat melakukan salat magrib sambil menunggu makan berat. Selain itu, hindari makan terburu-buru dengan mengunyah makanan sampai halus sebelum menelan.

Berhenti merokok

Merokok dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk melemahkan katup antara perut dan kerongkongan. Setelah tidak merokok dari subuh hingga magrib, bagaimana jika memanfaatkan momen Ramadan untuk menghentikan kebiasaan merokok sepenuhnya?

Jangan langsung berbaring setelah makan

Meski mengantuk, sebaiknya jangan langsung tidur setelah sahur, ya! Tunggu 2 – 3 jam setelah makan agar asam lambung turun dan GERD tidak kambuh.

Demikian tips agar puasa tetap lancar meski memiliki GERD. Jika gejala GERD masih muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk konsultasi dengan ahlinya.

Referensi:

Ariska, Rima. 2021. “Mengenal Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).” Radioedukasi.kemdikbud.go.id. March 28, 2021. https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/2849/mengenal-gastroesophageal-reflux-disease-gerd.html.

Bhargava, Hansa D. 2020. “Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).” WebMD. September 11, 2020. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1.

Gupta, Ekta. 2019. “GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn).” Johns Hopkins Medicine. December 7, 2019. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/gerd-diet-foods-that-help-with-acid-reflux-heartburn.

Perkasa, Gading. 2021. “Gaya Hidup Yang Perlu Diubah Untuk Sembuhkan Gerd.” KOMPAS.com. February 18, 2021. https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/18/185611420/gaya-hidup-yang-perlu-diubah-untuk-sembuhkan-gerd.

Putri, Maria Rosari Dwi. 2021. “Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita GERD.” Antara News. April 16, 2021. https://www.antaranews.com/berita/2104474/tips-aman-berpuasa-bagi-penderita-gerd.

Tags:

puasa

tips puasa ramadan

Hotel
Tiket Pesawat
Atraksi dan Aktivitas
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan