
Bagi kamu yang sedang berburu rasa dan ingin mencicipi kelezatan makanan halal di tengah gemerlap metropolis Shanghai, kamu telah menemukan panduan yang tepat. Dengan sejarah yang kaya dan pengaruh budaya yang beragam, Shanghai menyimpan deretan sajian halal yang tak hanya lezat, tapi juga merefleksikan warisan kuliner kota ini.
Jadi, bagi kamu yang selalu memprioritaskan kehalalan dalam setiap gigitan, namun tidak ingin melewatkan autentisitas rasa khas Shanghai, berikut daftar makanan halal khas Shanghai yang pastinya wajib kamu cicipi.
Foto hanya sebagai ilustrasi
Mengambil inspirasi dari masakan Xinjiang, kebab daging kambing ini memiliki rasa yang khas. Dagingnya yang empuk dengan rempah-rempah pilihan pasti akan membuat lidah kamu bergoyang.
Hal yang menarik dari yangrou chuan adalah cara penyajiannya. Daging kambing dibumbui dengan campuran rempah seperti jintan, cabai, dan sedikit garam, lalu ditusuk menggunakan batang bambu atau besi. Kemudian, kebab ini akan dipanggang di atas bara api hingga berwarna keemasan dan memiliki aroma khas bakaran. Aroma tersebut, dikombinasikan dengan rempah-rempah, menciptakan sensasi rasa yang sulit untuk ditolak. Di beberapa daerah, terkadang ditambahkan potongan bawang atau paprika di antara daging untuk memberikan variasi rasa dan tekstur.
Foto hanya sebagai ilustrasi
Meski banyak variasi mi tersebar di seluruh Asia, mi sapi ala China memiliki keunikan dan sejarah tersendiri. Diketahui bahwa tradisi makan mi telah dimulai sejak dinasti Han di China. Mi sapi, khususnya, menjadi populer di daerah utara China, di mana cuaca yang dingin membuat sajian hangat seperti mi sapi menjadi favorit banyak orang.
Hal yang membuat mi sapi ala China ini begitu spesial adalah komponennya yang sederhana: mi yang kenyal, daging sapi yang empuk, dan kuah yang kaya rasa. Kombinasi rempah-rempah seperti bawang putih dan jahe memberikan rasa gurih pada kuahnya. Tak jarang, tambahan sayuran seperti pakcoy atau tauge memberikan tekstur dan rasa segar dalam setiap suapan. Sajian ini tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghangatkan tubuh, membuatnya sempurna untuk dinikmati di cuaca yang dingin atau ketika kamu membutuhkan kehangatan ekstra.
Foto hanya sebagai ilustrasi
Hot pot, dalam tradisi kuliner Cina, bukanlah hal baru. Namun, penggunaan daging kambing dalam hot pot memang memiliki sejarah khusus. Daging kambing dianggap memiliki banyak manfaat kesehatan dan sering dihubungkan dengan kehangatan, yang membuatnya menjadi pilihan utama di musim dingin.
Keunikan dari hot pot daging kambing terletak pada bumbu dan rempah-rempah yang digunakan untuk kuahnya. Bintang adas, kayu manis, dan jahe sering kali menjadi bahan utama yang menciptakan aroma khas. Daging kambing yang diiris tipis-tipis kemudian dicelupkan ke dalam kuah mendidih, memastikan daging matang sempurna namun tetap empuk.
Sambil menunggu daging matang, kamu bisa menikmati berbagai sayuran, jamur, atau tahu yang juga dicelupkan. Teknik ini tidak hanya memastikan semua bahan matang dengan sempurna, tetapi juga memungkinkan setiap orang untuk menyesuaikan cita rasa sesuai selera, membuat pengalaman makan hot pot menjadi lebih personal dan menyenangkan.
Foto hanya sebagai ilustrasi
Roti naan mungkin memang identik dengan kuliner India, tapi tahukah kamu bahwa roti ini juga telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner di beberapa daerah di China, terutama di Xinjiang? Berkat Jalur Sutra, berbagai tradisi kuliner dari Timur Tengah dan Asia Selatan, termasuk roti naan, diperkenalkan ke China. Di Xinjiang, roti ini sering disebut dengan nama "nang" dan memiliki tekstur serta rasa yang sedikit berbeda dari versi India aslinya.
Roti naan versi China biasanya lebih tebal dan memiliki tekstur yang sedikit lebih renyah di bagian luar, namun tetap lembut di bagian dalam. Proses pembuatannya melibatkan fermentasi adonan, yang kemudian dipanggang dengan menggunakan oven tanah liat khas yang disebut "tandoor". Hasil akhirnya adalah roti dengan aroma khas bakaran yang menggoda. Di China, "nang" seringkali disajikan dengan sajian daging, seperti kebab daging kambing, atau bisa juga dinikmati dengan saus atau semangkuk kuah gurih. Keberadaannya membuat roti naan menjadi salah satu makanan favorit yang cocok dinikmati kapan saja, baik untuk sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Foto hanya sebagai ilustrasi
Dim sum adalah makanan khas Cina yang terdiri dari berbagai jenis makanan kecil yang biasanya dinikmati dengan teh. Meskipun tradisionalnya beberapa dim sum menggunakan bahan-bahan non-halal, dengan semakin besarnya komunitas Muslim di Shanghai dan permintaan yang meningkat untuk makanan halal, banyak restoran yang mulai menawarkan varian dim sum halal. Ini memungkinkan para pencinta kuliner untuk menikmati kelezatan dim sum tanpa harus khawatir mengenai isinya.
Dalam versi halalnya, daging babi pada umumnya digantikan dengan daging ayam, sapi, atau kambing yang telah disertifikasi halal. Contohnya, siomay yang biasanya menggunakan daging babi kini hadir dengan isian daging ayam atau udang yang gurih.
Hakau, dengan isian udang segar, tetap mempertahankan teksturnya yang kenyal dan rasa udang yang autentik. Xiaolongbao, kuahnya yang kaya rasa kini berasal dari kaldu ayam atau sapi yang dimasak perlahan. Meski telah diadaptasi, keaslian rasa dim sum tetap terjaga. Jadi, kamu bisa menikmati beragam dim sum dengan rasa autentik tanpa melanggar prinsip halal kamu.
Foto hanya sebagai ilustrasi
Tahu sutra, dikenal juga dengan sebutan "tahu lembut" atau "silken tofu", memiliki tekstur yang sangat halus dan lembut, mirip dengan puding. Berasal dari China, tahu sutra menjadi salah satu makanan khas yang telah ada selama berabad-abad. Dibuat dari kedelai yang difermentasi, tahu sutra diproduksi dengan proses yang khusus agar mencapai tekstur yang halus dan serupa dengan sutra, sehingga dinamakan "tahu sutra". Meskipun biasanya dikaitkan dengan makanan vegetarian atau vegan, tahu sutra juga populer di kalangan komunitas Muslim karena status halalnya yang jelas.
Meskipun tampak sederhana, tahu sutra bisa diolah menjadi berbagai sajian lezat. Seringkali, tahu sutra disajikan dengan saus kedelai, jahe parut, dan sedikit daun bawang cincang untuk memberikan rasa yang kaya. Tapi tidak berhenti di situ, tahu sutra juga bisa dijadikan bahan dasar untuk sup, salad, atau bahkan dessert. Kelembutan teksturnya membuat tahu sutra mudah menyerap bumbu dan rasa dari makanan lain yang disajikan bersamanya. Jadi, meskipun tampak sederhana, tahu sutra memiliki potensi untuk menjadi bintang dalam berbagai sajian makanan halal yang kamu coba.
Foto hanya sebagai ilustrasi
Mochi, yang berasal dari Jepang, adalah makanan manis yang terbuat dari beras ketan yang dilumatkan hingga menjadi tekstur yang kenyal. Namun, kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa mochi ada di daftar makanan Shanghai? Ternyata, mochi memiliki saudara dekat di China yang disebut "nuomici". Baik mochi maupun nuomici memiliki tekstur yang mirip, namun dengan pengolahan dan variasi isi yang sedikit berbeda. Di China, salah satu isian favorit untuk mochi adalah pasta kacang merah.
Kacang merah telah lama menjadi salah satu bahan dasar pencuci mulut di Asia Timur, termasuk di China. Kacang merah yang dimasak dengan gula hingga menjadi pasta memiliki rasa manis alami yang pas sebagai isian mochi. Tekstur kenyal dari mochi dikombinasikan dengan kelembutan dan kekayaan rasa dari pasta kacang merah menciptakan harmoni rasa yang sempurna.
Pencuci mulut ini tidak hanya memberikan rasa manis di lidahmu, tetapi juga sensasi kenyal yang unik saat digigit. Baik dinikmati saat hangat ataupun dingin, mochi kacang merah selalu berhasil menjadi camilan yang memanjakan setiap kali kamu ingin sesuatu yang manis dan berbeda.
Walaupun terkenal dengan ragam makanannya, Shanghai tetap menawarkan berbagai pilihan makanan halal yang lezat dan autentik. Jadi, jangan ragu untuk menjelajahi dan mencicipi berbagai makanan halal saat berada di sana
Penasaran ingin kulineran halal di Shanghai? Booking hotel sekarang dan jangan sampai kelewatan penawaran terbaik dari Traveloka! Ada juga tiket pesawat dengan harga terbaik yang bisa kamu langsung booking detik ini juga. Yuk, liburan ke Shanghai dengan Traveloka!










