
Catatan penting: Situasi ini masih berkembang dan status bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti sebaran abu vulkanik dan NOTAM (Notice to Airmen) terbaru dari AirNav Indonesia. Sebelum berangkat ke bandara, selalu cek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau akun Instagram resmi bandara terkait. Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), AirNav Indonesia, InJourney Airports, dan pemberitaan media nasional per 8 September 2026.
Selat Sunda kembali jadi pusat perhatian setelah Gunung Anak Krakatau memasuki fase erupsi menerus, mengirim abu vulkanik jauh ke atas jalur penerbangan tersibuk di Indonesia. Dentuman yang terdengar hingga ratusan kilometer dan semburan lava sempat membuat warga di pesisir Banten dan Lampung was-was, sementara di langit, maskapai mulai membatalkan dan mengalihkan penerbangan satu demi satu.
Erupsi Anak Krakatau telah membuat sejumlah bandara di Jakarta, Lampung, dan Bandung ditutup sementara. Jika penerbangan Anda termasuk yang terdampak, Anda bisa langsung mengecek Status Penerbangan di Traveloka untuk melihat apakah jadwal Anda berubah.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meningkat sejak malam Jumat, 4 September 2026, hingga Sabtu dini hari, 5 September 2026, dan gunung ini kini berstatus Level III (Siaga). Badan Geologi melarang aktivitas warga, wisatawan, dan pendaki dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Sebaran abu vulkanik terpantau meluas ke wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu berdasarkan pemantauan BMKG serta analisis citra satelit Himawari-9 dan VAAC Darwin.
Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara mulai pukul 01.30 WIB pada Minggu, 6 September 2026. Penutupan ini diperpanjang berkali-kali sebelum akhirnya dibuka kembali:
Total penutupan Soekarno-Hatta berlangsung sekitar 47 jam, sejak Minggu dini hari (6/9, pukul 01.30 WIB) hingga Selasa dini hari (8/9, pukul 00.30 WIB) — dengan lebih dari 6 kali perpanjangan NOTAM di sepanjang periode tersebut.General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyampaikan bahwa pembukaan kembali dilakukan secara bertahap melalui skema Air Traffic Flow Management (ATFM) pengaturan arus keberangkatan dan kedatangan secara terukur pada fase awal pemulihan, bukan langsung beroperasi 100% kapasitas normal.
Kabar baik: mayoritas bandara sudah dibuka kembali. Setelah dievaluasi tengah malam, AirNav Indonesia dan InJourney Airports menyatakan enam dari sembilan bandara yang sempat terdampak (termasuk Soekarno-Hatta) telah resmi kembali beroperasi normal mulai dini hari ini, Selasa (8/9). Hanya dua bandara di Lampung dan satu bandara kecil di Pandeglang yang masih closed:
| # | Nama Bandara | Kode | Lokasi | Status Terkini | Waktu Buka/Estimasi |
| 1 | Soekarno-Hatta | CGK | Tangerang, Banten | 🟢 DIBUKA KEMBALI | Sejak 00.30 WIB, 8 Sep |
| 2 | Halim Perdanakusuma | HLP | Jakarta | 🟢 DIBUKA KEMBALI | Sejak 00.40 WIB, 8 Sep |
| 3 | Husein Sastranegara | BDO | Bandung | 🟢 DIBUKA KEMBALI | Sejak 00.42 WIB, 8 Sep |
| 4 | Budiarto | — | Curug, Tangerang | 🟢 DIBUKA KEMBALI | Sejak 02.25 WIB, 8 Sep |
| 5 | Pondok Cabe | PCB | Tangerang Selatan | 🟢 DIBUKA KEMBALI | Sejak 02.25 WIB, 8 Sep |
| 6 | Atung Bungsu (Pagar Alam) | — | Pagar Alam, Sumatra Selatan | 🟢 DIBUKA KEMBALI | Sejak 08.12 WIB, 7 Sep |
| 7 | Radin Inten II | TKG | Lampung | 🔴 MASIH CLOSED | Estimasi ~10.00 WIB, 8 Sep |
| 8 | Muhammad Taufiq Kiemas | — | Pesisir Barat, Lampung | 🔴 MASIH CLOSED | Estimasi ~10.00 WIB, 8 Sep |
| 9 | Salakanagara Tanjung Lesung | WIHI | Pandeglang, Banten | 🔴 MASIH CLOSED | Estimasi ~10.00 WIB, 8 Sep |
Catatan penting (update pukul 10.00 WIB, 8 September):
BMKG mencatat sebaran abu vulkanik pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki (4,57 km) yang tadinya bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot kini berbalik ke arah timur dengan kecepatan sekitar 5 knot, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat bagian barat-selatan, Lampung, dan Bengkulu. Pada lapisan yang lebih tinggi (hingga 50.000 kaki/15,24 km), sebaran abu justru teramati menjauh dari wilayah Indonesia ke arah Samudra Hindia.Sejak erupsi pertama pada 4 September 2026, BMKG telah menerbitkan 39 dokumen SIGMET (Significant Meteorological Information) untuk mendukung keputusan keselamatan penerbangan.
Tidak semua bandara di Indonesia terdampak. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, misalnya, tetap beroperasi normal secara umum. Berdasarkan keterangan pihak bandara dan Gubernur Bali Wayan Koster (7 September 2026):
Pola ini kemungkinan berlaku juga untuk bandara-bandara lain di luar radius sebaran abu (misalnya Makassar, Medan, atau Manado): operasional normal, dengan dampak hanya pada rute yang terhubung langsung ke bandara-bandara yang ditutup di Jawa/Sumatra.
BMKG memastikan jalur penyeberangan Selat Sunda aman. Pemantauan HF Radar di Carita dan Tanjung Lesung per 7 September pukul 08.00 WIB menunjukkan probabilitas tsunami berada pada kategori rendah (di bawah 50%). Pemantauan 20 tsunami gauge di sekitar Selat Sunda juga tidak mendeteksi anomali muka air laut. Tinggi gelombang di Selat Sunda diperkirakan berkisar 0,5–2,0 meter untuk tujuh hari ke depan (8–13 September 2026), dengan cuaca umumnya cerah hingga cerah berawan.
Berdasarkan data yang dirilis pihak Bandara Soekarno-Hatta:
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tidak ada risiko tsunami dari aktivitas erupsi saat ini, dan pemerintah berencana melakukan teknologi modifikasi cuaca (cloud seeding) untuk mempercepat pembersihan abu vulkanik dari atmosfer.
Kementerian Perhubungan telah mengaktifkan sejumlah bandara alternatif untuk operasi 24 jam, guna menampung penerbangan yang tidak bisa mendarat/berangkat dari Soekarno-Hatta:
| Bandara Alternatif | Kota/Wilayah |
| Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati | Majalengka, Jawa Barat |
| Bandara Jenderal Ahmad Yani | Semarang |
| Bandara Internasional Juanda | Surabaya |
| Yogyakarta International Airport (YIA) | Yogyakarta |
| Bandara Adi Soemarmo | Solo/Surakarta |
Kertajati disebut paling dekat secara geografis dengan Jakarta dan telah digunakan untuk pengalihan sejumlah penerbangan internasional Garuda Indonesia (misalnya rute dari Jeddah dan Madinah). Keputusan memakai bandara alternatif tetap berada di tangan masing-masing maskapai; penumpang bisa memilih melanjutkan perjalanan lewat bandara pengganti atau membatalkan penerbangan.
Pemerintah memastikan tidak ada biaya tambahan untuk transportasi lanjutan dari bandara alternatif menuju Jakarta atau sebaliknya:
Kalau perjalanan Anda melewati salah satu bandara yang terdampak, ada beberapa langkah praktis yang bisa langsung dilakukan sambil menunggu situasi membaik.
1. Cek status penerbangan secara berkala
Gunakan fitur Status Penerbangan di Traveloka untuk memantau apakah jadwal Anda berubah, tertunda, atau dibatalkan, tanpa perlu menunggu e-tiket di tangan.
2. Ajukan refund atau reschedule sesuai kebijakan maskapai
Jika penerbangan dibatalkan langsung oleh maskapai, Anda bisa mengikuti panduan penerbangan yang dibatalkan atau diubah maskapai, lalu mengajukan refund tiket pesawat dengan alasan pembatalan oleh maskapai. Detail nominal dan jenis pengembalian mengikuti kebijakan refund masing-masing maskapai.
3. Pertimbangkan bandara alternatif
Otoritas penerbangan menyarankan penumpang mempertimbangkan bandara alternatif selama Soekarno-Hatta dan sekitarnya masih ditutup, seperti Kertajati, Semarang, Surabaya, atau Yogyakarta, tergantung rute dan ketersediaan penerbangan lanjutan dari kota tujuan.
4. Hindari mendatangi bandara saat status masih ditutup
DJPU mengimbau penumpang tidak datang ke bandara selama masa penutupan berlangsung dan menunggu informasi resmi dari maskapai sebelum berangkat menuju bandara, untuk menghindari penumpukan dan ketidakpastian di lokasi.
Situasi di lapangan masih terus berkembang, dan PVMBG sendiri belum bisa memastikan kapan aktivitas Anak Krakatau akan benar-benar mereda. Empat bandara yang masih ditutup per 7 September 2026 dijadwalkan dievaluasi kembali setiap beberapa jam berdasarkan hasil pemantauan sebaran abu vulkanik, sehingga jadwal pembukaan kembali bisa maju atau mundur tergantung kondisi di lapangan.
Bagi penumpang yang penerbangannya belum terdampak langsung, situasi ini tetap layak dipantau beberapa hari ke depan mengingat status Siaga masih berlaku dan potensi erupsi susulan belum sepenuhnya reda. Menyimpan nomor tiket dan memantau status penerbangan secara berkala adalah langkah paling sederhana untuk tetap siap menghadapi perubahan jadwal mendadak.
Traveloka mengelola halaman khusus yang memuat daftar maskapai terdampak beserta kebijakan refund dan reschedule masing-masing secara real-time: Info Gangguan Penerbangan: Erupsi Gunung Anak Krakatau.Halaman ini mencantumkan, per maskapai, rute dan nomor penerbangan yang terdampak, syarat pengajuan refund/reschedule, serta detail kompensasi. Sejumlah maskapai yang sudah tercatat di halaman tersebut antara lain:
Karena kebijakan dan status pembatalan setiap maskapai berbeda-beda dan terus diperbarui, cara tercepat untuk memastikan penerbangan Anda termasuk yang terdampak — beserta opsi refund/reschedule yang berlaku — adalah dengan mengecek halaman tersebut langsung berdasarkan maskapai dan nomor penerbangan Anda.
Untuk status paling akurat dan real-time, sumber-sumber resmi berikut lebih dapat diandalkan dibanding artikel berita agregator (termasuk artikel ini):
Catatan: informasi dalam artikel ini berdasarkan data resmi per 8 September 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan di lapangan.






