
Chinatown Singapura adalah salah satu kawasan paling kaya lapisan dan paling memuaskan untuk dijelajahi di Asia Tenggara. Tidak seperti Chinatown di banyak kota besar lainnya yang sering kali terasa seperti atraksi wisata yang disanitasi, versi Singapura mempertahankan kedalaman budaya yang sesungguhnya — kawasan yang dilindungi secara nasional di mana kuil-kuil yang masih aktif, gedung kedokteran berusia seabad, dan stall hawker berpenghargaan Michelin berdampingan dengan shophouse heritage yang kini menampung bar cocktail, hotel butik, dan beberapa restoran paling inovatif di kota. Bagi wisatawan Indonesia, Chinatown Singapura adalah tempat yang sangat worth dikunjungi — setengah hari untuk merasakan esensinya, satu hari penuh untuk menggali kedalaman lapisannya.
Pesan tiket pesawat ke Singapura dan rencanakan itinerary Chinatown-mu. Temukan hotel di dalam atau dekat Chinatown — kawasan ini dapat diakses langsung dari Chinatown MRT (Downtown Line dan North East Line) dan Maxwell MRT (Thomson-East Coast Line).
Wed, 5 Aug 2026

Scoot
Jakarta (CGK) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 893.583
Sun, 23 Aug 2026

Scoot
Surabaya (SUB) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 1.760.777
Thu, 6 Aug 2026

Scoot
Bali / Denpasar (DPS) ke Singapore (SIN)
Mulai dari Rp 2.313.641
Bangunan paling mencolok secara visual di Chinatown — kuil Buddha bergaya Dinasti Tang berlantai lima yang selesai dibangun pada 2007, menyimpan relik gigi suci Buddha di lantai empat. Eksteriornya megah: merah dan emas, dengan atap melengkung yang mengesankan dan ukiran batu yang rumit. Di dalam, aula doa utama yang tenang dan indah dihiasi lebih dari 300 patung Buddha dari seluruh dunia. Taman rooftop di lantai lima adalah oase ketenangan yang tak terduga di atas jalanan yang sibuk. Masuk gratis; pakaian sopan diwajibkan (sarung tersedia di pintu masuk).
Berlokasi di tiga shophouse yang dipugar indah di tahun 1950-an di Pagoda Street, museum imersif ini merekonstruksi kondisi kehidupan sempit imigran Tionghoa awal dengan perhatian luar biasa terhadap detail. Lantai atas merekonstruksi dapur bersama, kamar tidur multi-keluarga yang sesak, dan suara serta aroma kehidupan di Chinatown pascaperang. Bagi wisatawan Indonesia yang tertarik dengan sejarah diaspora Tionghoa di Asia Tenggara, ini adalah pengalaman museum paling kaya di kawasan ini. Tiket masuk: SGD 25 untuk non-residen dewasa.
Kuil Hindu tertua di Singapura, didirikan pada 1827. Gopuram (menara pintu masuk) yang menjulang dihiasi ratusan patung warna-warni yang menggambarkan dewa-dewa Hindu — sebuah mahakarya arsitektur Dravida di tengah kawasan heritage Tionghoa, mencerminkan karakter multikultural Singapura sejak hari-hari paling awalnya. Kuil ini aktif dan menarik jemaat setiap hari. Masuk gratis; lepaskan alas kaki sebelum masuk.
Kuil Hokkien paling penting di Singapura, dibangun pada 1839 ketika kawasan ini masih berada di tepi pantai (tanah sejak itu telah direklamasi). Kuil ini dibangun tanpa satu paku pun dan menampilkan dekorasi atap keramik ornate, pilar batu dari Tiongkok, dan pegangan besi cor dari Glasgow — sebuah cerminan jaringan perdagangan global yang membangun Singapura. Situs Warisan yang diakui UNESCO.
Pagoda Street adalah jantung visual Chinatown — lorong fotogenik dan berwarna-warni dengan shophouse yang dipugar, dipenuhi stall oleh-oleh, toko camilan tradisional, dan pintu masuk ke Chinatown Heritage Centre. Pasar ini meluas ke Trengganu Street dan Temple Street di dekatnya. Tawar-menawar adalah hal yang diharapkan; mulai dari 50–60% dari harga yang diminta adalah wajar. Jalan ini sangat atmosferik di malam hari dan berubah secara dramatis selama Tahun Baru Imlek dengan pajangan lentera yang sangat megah.
Tepat di selatan kawasan Chinatown utama, dua jalan yang terhubung ini mencerminkan evolusi kontemporer kawasan — kafe butik, firma arsitektur, bar wine, dan beberapa konsep restoran paling menarik di Singapura menempati shophouse heritage di bukit yang rindang. Kontras yang menyenangkan dengan jalan-jalan utama yang lebih ramai dan pilihan yang baik untuk kopi sore atau minuman malam.
Salah satu jalan makan dan minum paling semarak di Singapura — perpaduan kedai kopi heritage, restoran berpenghargaan Michelin, bar cocktail artisan, dan hotel butik semuanya dalam jarak beberapa ratus meter satu sama lain. Malam hari adalah waktu terbaik untuk mengunjunginya.
| Tips | Detail |
| Cara menuju ke sana | Chinatown MRT (NE4/DT19) — Exit A langsung ke Pagoda Street. Maxwell MRT (TE18) paling dekat untuk Maxwell Food Centre |
| Waktu terbaik | Pagi hari kerja untuk hawker food dan kuil dengan lebih sedikit keramaian; awal malam untuk suasana pasar jalanan dan makan malam di Keong Saik Road |
| Tahun Baru Imlek | Waktu paling dramatis — seluruh kawasan berubah dengan pajangan lentera, tarian singa, dan pasar jalanan besar. Sangat ramai namun sangat atmosferik |
| Etika di kuil | Berpakaian sopan (bahu dan lutut tertutup). Lepaskan alas kaki sebelum masuk. Fotografi diperbolehkan di sebagian besar area tapi tidak saat upacara doa aktif |
| Atraksi gratis | Ketiga kuil utama (Buddha Tooth, Sri Mariamman, Thian Hock Keng) dan Singapore City Gallery gratis untuk dikunjungi |
Temukan lebih banyak yang ditawarkan Singapura dengan tempat wisata terbaik di seluruh kota. Atur airport transfer dari Changi. Cek promo Traveloka terbaru untuk penawaran hotel dan aktivitas, dan rencanakan pengalaman Singapura-mu sepenuhnya di Traveloka.






