Panduan Utama Etiket & Hal Tabu di Denmark

Mas Bellboy
Waktu baca 4 menit

Denmark, negeri yang dikenal dengan keindahan alamnya dan desainnya yang minimalis, memiliki lebih dari sekadar daya tarik visual. Di jantung budaya Denmark bersemayam filosofi yang mendalam, yang tercermin dalam cara mereka berinteraksi satu sama lain dan dengan dunia luar. Konsep yang paling menonjol adalah 'Hygge' (diucapkan ""hoo-gah""), sebuah kata yang sulit diterjemahkan secara langsung namun merangkum suasana nyaman, kebersamaan, dan kepuasan dalam hal-hal sederhana dalam hidup. 'Hygge' bukan hanya tentang lilin dan selimut tebal di musim dingin; ini adalah cara hidup yang menekankan pada menciptakan lingkungan yang hangat, ramah, dan bebas stres. Masyarakat Denmark sangat menghargai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta menekankan pentingnya menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman.

Selain 'Hygge', kesetaraan adalah nilai fundamental dalam masyarakat Denmark. Hal ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kebijakan sosial hingga interaksi sehari-hari. Denmark adalah negara dengan tingkat kesenjangan pendapatan yang rendah dan komitmen yang kuat terhadap keadilan sosial. Pendekatan yang egaliter ini memengaruhi cara orang Denmark berkomunikasi, di mana mereka cenderung menghindari hierarki yang kaku dan menghargai pendapat semua orang. Memahami prinsip-prinsip dasar ini sangat penting untuk berinteraksi secara efektif dan menghormati budaya Denmark.

5 Hal Tabu yang Wajib Diketahui di Denmark

1. Mengganggu Privasi: Batasan yang Jelas dalam Ruang Pribadi

Konteks Sejarah/Sosial

Masyarakat Denmark sangat menghargai privasi. Hal ini berakar pada sejarah panjang mereka sebagai masyarakat agraris, di mana setiap keluarga memiliki lahan dan rumah mereka sendiri. Ketergantungan pada diri sendiri dan kebutuhan untuk melindungi sumber daya mereka mendorong rasa hormat yang mendalam terhadap batas-batas pribadi. Selain itu, nilai-nilai individualisme yang kuat di Denmark berkontribusi pada keinginan untuk memiliki ruang pribadi yang cukup. Privasi dianggap sebagai hak asasi manusia yang fundamental, dan oleh karena itu, dilindungi dengan sangat serius.

Skenario Nyata

Seorang turis yang terlalu bersemangat mengambil foto rumah penduduk tanpa izin, atau mencoba mengintip ke dalam jendela rumah mereka, dapat dianggap sangat tidak sopan. Demikian pula, mengajukan pertanyaan pribadi yang terlalu detail tentang kehidupan seseorang, seperti pendapatan atau status hubungan, dianggap melanggar batas privasi. Berbicara terlalu keras di tempat umum atau membuat kebisingan yang berlebihan juga dapat dianggap mengganggu privasi orang lain.

Panduan Perilaku yang Benar

1.
Hormati Batas Fisik:
2.
Minta Izin:
3.
Hindari Pertanyaan Pribadi:
4.
Jaga Volume Suara:
5.
Perhatikan Bahasa Tubuh:

Local Secrets

Orang Denmark cenderung sangat menghargai waktu mereka sendiri di rumah. Jika Anda diundang ke rumah seseorang, jangan datang terlalu awal atau tinggal terlalu lama. Tepat waktu adalah kunci, dan menunjukkan rasa hormat terhadap jadwal tuan rumah Anda. Membawa hadiah kecil, seperti sebotol anggur atau cokelat berkualitas, adalah isyarat yang baik, tetapi pastikan untuk tidak memberikan hadiah yang terlalu mewah, karena hal itu dapat dianggap berlebihan.

2. Kurangnya Rasa Hormat terhadap Waktu: Ketepatan yang Dianggap Serius

Konteks Sejarah/Sosial

Ketepatan waktu adalah nilai yang sangat dihargai dalam budaya Denmark. Hal ini mencerminkan rasa hormat terhadap waktu orang lain dan komitmen terhadap efisiensi. Masyarakat Denmark menghargai perencanaan dan organisasi, dan mereka mengharapkan orang lain untuk melakukan hal yang sama. Keterlambatan dianggap tidak sopan dan dapat merusak kepercayaan. Budaya kerja yang efisien dan produktif juga berkontribusi pada pentingnya ketepatan waktu.

Skenario Nyata

Terlambat untuk pertemuan bisnis, janji temu pribadi, atau bahkan makan malam di rumah seseorang dianggap sangat tidak sopan. Keterlambatan lebih dari beberapa menit dapat dianggap sebagai tanda kurangnya rasa hormat. Demikian pula, tidak menepati janji atau mengubah rencana pada menit terakhir tanpa pemberitahuan sebelumnya juga dianggap tidak dapat diterima.

Panduan Perilaku yang Benar

1.
Tepat Waktu:
2.
Berikan Pemberitahuan:
3.
Rencanakan dengan Matang:
4.
Hargai Jadwal:
5.
Konfirmasi Janji Temu:

Local Secrets

Jika Anda diundang ke acara sosial, seperti makan malam, biasanya Anda diharapkan tiba tepat waktu. Namun, ada sedikit kelonggaran untuk acara informal. Jika Anda terlambat beberapa menit, itu biasanya dapat diterima, tetapi selalu lebih baik untuk tiba tepat waktu. Jika Anda tahu Anda akan terlambat, beritahu tuan rumah Anda sesegera mungkin.

3. Mengabaikan Kesopanan: Tata Krama yang Halus Namun Penting

Konteks Sejarah/Sosial

Meskipun Denmark dikenal karena pendekatan mereka yang santai, kesopanan tetap menjadi bagian penting dari interaksi sosial. Masyarakat Denmark menghargai perilaku yang sopan dan hormat, dan mereka mengharapkan orang lain untuk melakukan hal yang sama. Hal ini mencerminkan rasa hormat terhadap orang lain dan keinginan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis. Kesopanan juga merupakan cara untuk menunjukkan rasa hormat terhadap budaya dan tradisi Denmark.

Skenario Nyata

Tidak mengucapkan ""tolong"" dan ""terima kasih"", tidak membuka pintu untuk orang lain, atau tidak menawarkan tempat duduk kepada orang yang lebih tua atau orang dengan kebutuhan khusus dianggap tidak sopan. Berbicara dengan nada yang kasar atau menggunakan bahasa yang tidak pantas juga dapat dianggap melanggar tata krama. Mengganggu orang lain saat mereka berbicara atau tidak mendengarkan dengan penuh perhatian juga dianggap tidak sopan.

Panduan Perilaku yang Benar

1.
Gunakan Kata-kata Sopan:
2.
Tawarkan Bantuan:
3.
Hormati Orang Lain:
4.
Berbicara dengan Sopan:
5.
Dengarkan dengan Penuh Perhatian:

Local Secrets

Saat makan di restoran, biasanya Anda diharapkan untuk menunggu sampai semua orang di meja telah menerima makanan mereka sebelum mulai makan. Jika Anda diundang ke rumah seseorang untuk makan malam, biasanya Anda diharapkan untuk membantu membersihkan meja setelah makan. Menawarkan untuk membantu adalah isyarat yang baik dan menunjukkan rasa hormat terhadap tuan rumah Anda.

4. Mengkritik atau Membandingkan: Menghindari Perbandingan yang Tidak Perlu

Konteks Sejarah/Sosial

Masyarakat Denmark cenderung menghindari konfrontasi langsung dan menghargai kesopanan. Mengkritik orang lain secara terbuka atau membandingkan mereka dengan orang lain dianggap tidak sopan dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Hal ini mencerminkan keinginan untuk menciptakan lingkungan yang positif dan inklusif, di mana semua orang merasa dihargai. Selain itu, nilai-nilai kesetaraan di Denmark mendorong untuk menghindari penilaian dan perbandingan yang tidak perlu.

Skenario Nyata

Mengkritik penampilan seseorang, pekerjaan mereka, atau pilihan pribadi mereka dianggap sangat tidak sopan. Membandingkan Denmark dengan negara lain secara negatif, atau membuat komentar yang merendahkan tentang budaya atau tradisi Denmark, juga dapat dianggap menyinggung. Membuat komentar yang menghakimi tentang gaya hidup orang lain atau keyakinan mereka juga harus dihindari.

Panduan Perilaku yang Benar

1.
Hindari Kritik:
2.
Hormati Perbedaan:
3.
Berpikir Positif:
4.
Gunakan Bahasa yang Netral:
5.
Dengarkan dengan Empati:

Local Secrets

Jika Anda ingin memberikan umpan balik, lakukan dengan cara yang konstruktif dan sopan. Hindari menggunakan bahasa yang kasar atau langsung. Fokus pada perilaku atau situasi tertentu, bukan pada orang tersebut. Jika Anda tidak yakin bagaimana menyampaikan umpan balik, lebih baik untuk tidak mengatakannya sama sekali.

5. Mengabaikan 'Janteloven': Prinsip Kesederhanaan dan Kesetaraan

Konteks Sejarah/Sosial

'Janteloven' adalah kode etik informal yang sangat berpengaruh dalam budaya Denmark. Prinsip-prinsipnya menekankan pada kesederhanaan, kesetaraan, dan menghindari kesombongan. 'Janteloven' mendorong orang untuk tidak berpikir bahwa mereka lebih baik dari orang lain, dan untuk menghindari pamer atau mencari perhatian. Hal ini berakar pada sejarah Denmark sebagai masyarakat agraris yang egaliter, di mana kerja keras dan kesederhanaan dihargai.

Skenario Nyata

Membual tentang pencapaian Anda, berpakaian terlalu mencolok, atau mencoba untuk menonjol dari kerumunan dianggap melanggar 'Janteloven'. Mengkritik orang lain atau mencoba untuk merendahkan mereka juga dianggap tidak sesuai dengan prinsip-prinsip 'Janteloven'. Menunjukkan kekayaan atau status sosial secara berlebihan juga dapat dianggap tidak sopan.

Panduan Perilaku yang Benar

1.
Tetap Rendah Hati:
2.
Hargai Kesederhanaan:
3.
Hormati Orang Lain:
4.
Hindari Pamer:
5.
Berpikir Positif:

Local Secrets

Saat berinteraksi dengan orang Denmark, cobalah untuk bersikap rendah hati dan tidak sombong. Hindari membicarakan tentang betapa suksesnya Anda atau betapa kayanya Anda. Fokus pada percakapan yang jujur dan tulus, dan tunjukkan minat pada orang lain. Ingatlah bahwa kesederhanaan adalah kunci.

Apakah Anda siap untuk menjelajahi keindahan dan budaya Denmark yang menawan? Jangan ragu lagi! Rencanakan perjalanan Anda sekarang dan rasakan sendiri pesona negeri 'Hygge' ini. Dapatkan tiket pesawat terbaik, pilih booking hotel yang sesuai dengan preferensi Anda, dan jangan lewatkan pengalaman tak terlupakan dengan Tiket Wisata yang menarik. Traveloka menawarkan berbagai pilihan dengan fitur Reschedule yang fleksibel, pilihan hotel yang beragam, dan promo Xperience yang menguntungkan. Segera rencanakan perjalanan impian Anda ke Denmark bersama Traveloka!

Dalam Artikel Ini

• 5 Hal Tabu yang Wajib Diketahui di Denmark
• 1. Mengganggu Privasi: Batasan yang Jelas dalam Ruang Pribadi
• Konteks Sejarah/Sosial
• Skenario Nyata
• Panduan Perilaku yang Benar
• Local Secrets
• 2. Kurangnya Rasa Hormat terhadap Waktu: Ketepatan yang Dianggap Serius
• Konteks Sejarah/Sosial
• Skenario Nyata
• Panduan Perilaku yang Benar
• Local Secrets
• 3. Mengabaikan Kesopanan: Tata Krama yang Halus Namun Penting
• Konteks Sejarah/Sosial
• Skenario Nyata
• Panduan Perilaku yang Benar
• Local Secrets
• 4. Mengkritik atau Membandingkan: Menghindari Perbandingan yang Tidak Perlu
• Konteks Sejarah/Sosial
• Skenario Nyata
• Panduan Perilaku yang Benar
• Local Secrets
• 5. Mengabaikan 'Janteloven': Prinsip Kesederhanaan dan Kesetaraan
• Konteks Sejarah/Sosial
• Skenario Nyata
• Panduan Perilaku yang Benar
• Local Secrets

Aktivitas Yang Harus Dicoba di Denmark

Airalo Denmark e-Sim Package

Kommune Silkeborg
Rp 76.328
Hotel
Tiket Pesawat
Things to Do
Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan