Seychelles, permata di Samudra Hindia, bukan hanya surga bagi para pelancong yang mencari keindahan alam. Lebih dari sekadar pantai berpasir putih dan air laut yang jernih, Seychelles menawarkan pengalaman budaya yang kaya dan unik. Masyarakat Seychelles, yang dikenal sebagai Kreol, adalah perpaduan dari berbagai etnis, termasuk Afrika, Eropa, dan Asia. Hal ini menciptakan mozaik budaya yang dinamis, tercermin dalam bahasa, musik, seni, dan tentu saja, etiket sosial mereka. Filosofi dasar yang mendasari kehidupan di Seychelles adalah harmoni dan rasa hormat. Masyarakat setempat sangat menghargai kesopanan, keramahan, dan rasa saling menghargai. Memahami dan menghormati nilai-nilai ini adalah kunci untuk pengalaman perjalanan yang tak terlupakan di Seychelles.
Keseharian di Seychelles seringkali berjalan dengan tempo yang lebih santai dibandingkan dengan negara-negara lain. "Laisser-faire" atau sikap santai adalah bagian tak terpisahkan dari budaya mereka. Namun, di balik kesan santai ini, terdapat aturan sosial yang kuat yang mengatur interaksi sehari-hari. Sebagai seorang pelancong, memahami etiket ini akan membantu Anda berinteraksi dengan masyarakat setempat dengan lebih baik, menghindari potensi kesalahpahaman, dan menunjukkan rasa hormat terhadap budaya mereka.
Di Seychelles, salam dan sapaan adalah fondasi dari setiap interaksi sosial. Hal ini berakar pada tradisi keramahan yang kuat dan rasa hormat terhadap orang lain. Mengabaikan salam dianggap sebagai tindakan yang sangat kasar dan dapat menyinggung perasaan orang lain. Tradisi ini juga mencerminkan sejarah Seychelles sebagai masyarakat yang erat, di mana hubungan antarindividu sangat penting.
Bayangkan Anda sedang berjalan di pasar lokal dan berpapasan dengan seorang pedagang. Jika Anda hanya lewat tanpa menyapa, pedagang tersebut mungkin akan merasa tersinggung dan enggan melayani Anda. Atau, saat memasuki sebuah toko kecil, jika Anda langsung melihat-lihat tanpa mengucapkan "Bonjour" (halo) atau "Bonsoir" (selamat malam), pemilik toko mungkin akan menganggap Anda tidak sopan.
Masyarakat Seychelles sangat menghargai usaha Anda untuk berbicara dalam bahasa Kreol. Meskipun bahasa Inggris dan Prancis juga digunakan secara luas, mencoba mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Kreol, seperti "Ki mannyer ou ete?" (Apa kabarmu?) atau "Merci bokou" (Terima kasih banyak), akan sangat dihargai dan menunjukkan rasa hormat Anda terhadap budaya mereka.
Meskipun Seychelles adalah tujuan wisata yang populer dengan pantai-pantai indah, masyarakat setempat tetap memegang teguh nilai-nilai kesopanan dalam berpakaian. Berpakaian terlalu terbuka, terutama di luar area pantai dan resor, dianggap tidak sopan dan dapat menyinggung. Hal ini berkaitan dengan nilai-nilai konservatif yang masih kuat dalam masyarakat Kreol, serta rasa hormat terhadap norma-norma sosial.
Seorang turis yang mengenakan bikini atau pakaian renang di luar area pantai, misalnya saat berjalan-jalan di pusat kota atau mengunjungi pasar lokal, dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dan dianggap tidak sopan. Demikian pula, mengenakan pakaian yang terlalu minim saat mengunjungi tempat-tempat keagamaan, seperti gereja, juga dianggap tidak pantas.
Masyarakat Seychelles cenderung berpakaian lebih konservatif di luar area wisata. Pakaian kasual seperti celana panjang, rok selutut, atau gaun ringan adalah pilihan yang tepat. Membawa syal atau selendang juga bisa berguna untuk menutupi bahu saat memasuki tempat-tempat keagamaan.
Meskipun Seychelles adalah tujuan wisata romantis, masyarakat setempat cenderung lebih konservatif dalam hal menunjukkan kasih sayang di depan umum. PDA, seperti berciuman atau berpelukan mesra di tempat umum, dianggap kurang pantas dan dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan. Hal ini berkaitan dengan nilai-nilai kesopanan dan rasa hormat terhadap norma-norma sosial yang berlaku.
Sepasang kekasih yang berciuman atau berpelukan mesra di jalanan, di pasar, atau di tempat umum lainnya dapat menarik perhatian dan bahkan membuat beberapa orang merasa tidak nyaman. Meskipun tidak ada aturan hukum yang melarang PDA, hal ini dianggap tidak sopan dan dapat menyinggung perasaan orang lain.
Jika Anda ingin menunjukkan kasih sayang kepada pasangan, lakukanlah di tempat-tempat yang lebih pribadi, seperti di pantai yang sepi, di resor, atau di restoran yang romantis. Menghormati norma-norma sosial setempat akan membantu Anda menikmati liburan yang lebih menyenangkan dan tanpa gangguan.
Masyarakat Seychelles sangat menghargai privasi. Mengambil foto seseorang tanpa izin dianggap tidak sopan dan dapat menyinggung. Hal ini berkaitan dengan rasa hormat terhadap hak-hak individu dan keinginan untuk menjaga privasi mereka. Selain itu, beberapa orang mungkin memiliki kepercayaan atau alasan pribadi mengapa mereka tidak ingin difoto.
Seorang turis yang mengambil foto seorang pedagang di pasar tanpa izin dapat membuat pedagang tersebut merasa tidak nyaman dan bahkan marah. Demikian pula, mengambil foto anak-anak tanpa izin orang tua mereka juga dianggap tidak sopan. Bahkan, mengambil foto bangunan atau properti pribadi tanpa izin juga bisa menimbulkan masalah.
Jika Anda ingin mengambil foto seseorang, cobalah untuk membangun sedikit percakapan terlebih dahulu. Tanyakan tentang nama mereka, dari mana mereka berasal, atau apa yang mereka lakukan. Hal ini akan membantu Anda membangun hubungan yang lebih baik dan membuat mereka merasa lebih nyaman untuk difoto. Selain itu, menawarkan untuk mengirimkan foto kepada mereka setelah Anda mengambilnya juga bisa menjadi gestur yang baik.
Seychelles dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Masyarakat setempat sangat peduli terhadap lingkungan dan berkomitmen untuk melestarikannya. Membuang sampah sembarangan atau merusak lingkungan dianggap sebagai tindakan yang sangat tidak sopan dan dapat merusak citra negara. Hal ini berkaitan dengan rasa hormat terhadap alam dan keinginan untuk menjaga keindahan Seychelles bagi generasi mendatang.
Seorang turis yang membuang sampah plastik di pantai atau di laut dapat merusak keindahan alam dan membahayakan satwa liar. Demikian pula, merusak terumbu karang saat snorkeling atau menyelam juga dianggap sebagai tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Bahkan, memetik bunga atau mengambil kerang dari pantai juga bisa dianggap sebagai pelanggaran.
Masyarakat Seychelles sangat menghargai wisatawan yang peduli terhadap lingkungan. Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, menggunakan botol minum yang dapat diisi ulang, dan berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih pantai adalah cara yang baik untuk menunjukkan rasa hormat Anda terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.
Setelah memahami etiket dan hal-hal tabu di Seychelles, saatnya untuk merencanakan perjalanan Anda! Jangan khawatir tentang kerumitan pemesanan, karena booking hotel, pesan tiket pesawat, dan Tiket Wisata semua bisa dilakukan dengan mudah melalui Traveloka. Nikmati fitur Reschedule yang fleksibel jika rencana Anda berubah, pilihan hotel yang beragam sesuai anggaran Anda, dan berbagai promo Xperience untuk pengalaman liburan yang tak terlupakan. Dengan Traveloka, Anda bisa fokus menikmati keindahan Seychelles tanpa khawatir!












