Unduh Aplikasi
IDR
Pay
Log In
Daftar
Transportasi
Tempat Menginap
Aktivitas dan Hiburan
Tagihan & Isi Ulang
Produk Tambahan
traveloka
Explore
0

Anna Cendana

02 Aug 2022 - 5 min read

9 Cara Ampuh Mencegah Diare pada Anak-Anak dan Orang Dewasa

Diare mungkin terdengar seperti masalah kesehatan sepele. Namun menurut WHO, diare menjadi penyebab malnutrisi dan kematian tertinggi kedua pada balita. Secara global ada sekitar 1,7 miliar kasus diare anak tiap tahun dan sekitar 525.000 anak meninggal akibat diare. Lalu bagaimana cara mencegah diare?

Untuk bisa mencegah, maka kamu harus paham dulu diare disebabkan oleh apa. Bisa jadi karena infeksi bakteri, malnutrisi, sumber air yang buruk, atau sanitasi dan makanan yang tidak higienis. Secara umum, berikut adalah pencegahan diare menurut WHO dan Kemenkes pada orang dewasa maupun anak-anak.

1. Cuci Tangan dengan Sabun

cuci tangan dengan sabun

Salah satu cara mencegah dan mengobati diare yang paling penting adalah mencuci tangan dengan benar dan sesering mungkin.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Bersihkan sela-sela jari dan kuku. Aktivitas ini akan mencegah penularan dari orang ke orang.

Kapan waktu terbaik untuk mencuci tangan?

Setiap kali kamu selesai dari kamar mandi
Sebelum, saat, dan sesudah menyiapkan makanan
Setelah ganti popok anak
Sebelum makan
Habis bersin, batuk, dan membersihkan hidung
Sebelum dan sesudah merawat orang sakit
Setelah menyentuh sampah dan binatang (termasuk saat memberi makan dan membersihkan kandang)

Bagaimana dengan kamu yang selesai beraktivitas di luar rumah? Setalah sampai rumah, langsung mandi dan berganti pakaian, ya.

2. Konsumsi Air yang Layak Minum

konsumsi air layak minum

Dehidrasi adalah ancaman paling parah dari diare. Ini karena kamu terus menerus kehilangan cairan dan tidak ada gantinya. Masalahnya, air minum juga bisa jadi sumber utama diare.

Konsumsi air yang tak layak minum seperti air sungai yang tercemar hingga air mentah, turut serta jadi penyebab. Menurut WHO sendiri, 780 juta orang kesulitan mendapat akses air bersih. Bayangkan, akses air saja sulit apalagi untuk dapat air minum yang layak, kan?

Di Indonesia sendiri, air layak minum biasanya berupa air tanah yang direbus sebelum dikonsumsi. Selain itu, kamu juga bisa beli air mineral dalam kemasan galon untuk konsumsi di rumah. Intinya, jika tak ada air minum dalam kemasan, kamu wajib merebus air sebelum dikonsumsi, ya.

3. Tingkatkan Sanitasi

sanitasi air bersih

Menurut WHO, 2,5 miliar orang kekurangan sarana sanitasi yang memadai. Ini juga menjadi pemicu penyakit diare muncul. Sanitasi adalah hal terkait dengan tempat kamu mandi, BAK, BAB, dan mencuci pakaian.

Untuk mencegah diare, rumahmu perlu memiliki saluran sanitasi yang baik agar feses, urin, dan limbah kotoran lain, tidak mencemari tanah dan sumber air di sekitar.

Perlu kamu ingat, sanitasi yang buruk tak hanya bisa memicu diare saja, namun juga penyakit lain seperti cacingan, polio, hingga tifus. Untuk mencegah kondisi kesehatan yang lebih buruk, kamu perlu mendapat layanan kesehatan memadai.

Sebagai langkah awal, kamu bisa konsultasi dengan dokter di Traveloka Health. Dokter umum dan spesialis dari berbagai fasilitas kesehatan dan regional siap membantumu.

4. ASI Eksklusif

pemberian ASI eksklusif

Untuk kamu yang sudah memiliki bayi, penting untuk memberikannya ASI eksklusif. Pemberian ASI pada 6 bulan pertama usia bayi bisa membantu membentuk antibodi mereka.

Apa manfaatnya? Sistem imun jadi lebih kuat sehingga tubuh bayi mampu melawan mikroorganisme yang menyebabkan diare ini.

Bagaimana dengan pemberian susu formula? Sebenarnya respon tubuh bayi terhadap susu formula tidak sama. Namun, pada dasarnya usus manusia itu akan berisiko terganggu saat mengonsumsi susu sapi. Karena itu, tidak sedikit orang yang berstatus lactose intolerant.

5. Olah Makanan dengan Benar

pengolahan makanan dengan benar

Diare juga bisa disebabkan oleh makanan yang tidak higienis. Makanan mentah termasuk dalam kategori makanan unhygienic ini, ya.

Bakteri dalam makanan mentah dan tidak bersih bisa masuk ke tubuh melalui mulut dan menyebarkan infeksi dalam tubuh. Untuk mencegahnya, pastikan selalu mencuci bersih buah dan sayuran ketika akan mengonsumsinya mentah.

Cara mencucinya juga tak boleh asal, ya. Pastikan menggunakan air mengalir dan gosok bagian permukaan sayur dan buah hingga bersih.

Sedangkan untuk daging, telur, dan seafood, pastikan tersaji dalam bentuk matang menyeluruh agar tidak ada kuman dan bakteri berbahaya di dalamnya. Namun kamu jangan hanya berfokus pada bahan makanan, jangan lupa selalu membersihkan peralatan dan perlengkapan memasak dengan benar.

6. Jangan Sembarangan Makan

jajan di luar

Makan sembarangan di sini bisa berarti soal kamu jajan di luar maupun mengenai pola makan. Untuk kasus pertama yakni jajan di luar, terkait dengan kebersihan makanan dan cara mengolahnya.

Sementara kasus kedua terkait dengan pola makanmu dalam keseharian. Beberapa jenis makanan seperti yang bersantan, pedas, atau mengandung rempah dan bahan tertentu, juga bisa memicu diare. Minuman-minuman tertentu juga bisa memicu diare, lho.

Untuk itu, kamu harus paham bahan makanan apa yang harusnya kamu hindari. Saat jajan di luar kamu juga perlu memperhatikan komposisi yang digunakan agar tidak memicu diare.

7. Makanan dengan Kandungan Probiotik

makanan berprobiotik

Probiotik adalah kombinasi bakteri baik yang hidup alami di dalam tubuh manusia. Saat probiotik masuk ke dalam tubuh maka ia bisa membantu menjaga balance antara bakteri baik dan jahat.

Diare sendiri bisa disebabkan oleh infeksi E.Coli. Untuk itulah kamu bisa mencegah infeksinya dengan memperbanyak makanan yang mengandung probiotik seperti tempe dan yoghurt.

Kabar baiknya, tak hanya bisa membantu mencegah diare saja, konsumsi makanan berprobiotik juga jadi cara mencegah sembelit, lho. Namun, apakah makanan probiotik ini cukup?

Tentu tidak. Kamu tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi lain agar asupan nutrisi tubuh terpenuhi. Pola makan yang sehat bisa kamu jadikan kunci untuk memerangi diare ini.

8. Vaksinasi

vaksinasi

Ada 3 jenis diare, yakni diare berair akut (termasuk kolera), diare berdarah akut (disentri), dan diare kronis. Ketiganya sama-sama bisa disembuhkan asal penanganan tidak terlambat.

Salah satu cara pencegahan diare menurut Kemenkes adalah dengan vaksinasi. Bayi disarankan mendapat vaksinasi rotavirus. Vaksin ini bisa bekerja memicu sistem imun untuk memproduksi antibodi untuk melawan rotavirus penyebab muntaber pada anak.

Ada dua jenis vaksin rotavirus di sini yakni monovalen dan pentavalen. Keduanya memiliki penggunaan yang berbeda. Pemberian monovalen (2 kali) pada bayi maksimal di usia 6 bulan. Sementara pentavalen (3 kali) maksimal di usia 8 bulan.

9. Edukasi Terhadap Penyakit dan Penyebaran

edukasi masalah kesehatan

Menyebarkan informasi tentang gejala diare, penyebab, hingga cara pengobatan (termasuk vaksinasi) akan sangat membantu dalam proses pencegahan.

Masyarakat jadi tahu bahwa diare tak hanya berbentuk BAB yang encer atau cair saja, namun juga bisa terdapat darah. Selain itu, edukasi ini juga bisa membuatmu lebih aware untuk menjaga asupan makanan dan minuman ke dalam tubuh.

Edukasi soal diare juga bisa mencegah terjadinya kematian terhadap penderita karena penanganan yang lambat. Ini penting karena faktanya masyarakat banyak yang menyepelekan diare dan menganggapnya tak perlu dibawa ke dokter.Pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama untuk melawan diare. Semoga cara mencegah diare di atas bisa membantumu mengatasi masalah pencernaan di rumah. Yuk, antisipasi terjadinya masalah kesehatan dengan download aplikasi Traveloka, agar kamu lebih mudah berkonsultasi dengan dokter.

Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan