Unduh Aplikasi
IDR
Pay
Log In
Daftar
Transportasi
Tempat Menginap
Aktivitas dan Hiburan
Tagihan & Isi Ulang
Produk Tambahan
traveloka
Explore
0

Anna Cendana

22 Jun 2022 - 5 min read

8 Cara Jitu Menyiapkan Tabungan Haji Sejak Dini

Setiap Muslim pastinya punya impian bisa naik haji dan menyentuh Ka’bah suatu hari nanti, ya. Untuk melaksanakan rukun Islam kelima ini, nyatanya belum cukup cuma dengan berbekal iman, mental, serta fisik yang kuat saja. Bagaimanapun, kamu butuh dana yang tidak sedikit untuk bisa terbang ke Tanah Suci.

Terlebih biaya naik haji secara keseluruhan dari tahun ke tahun cenderung jadi lebih mahal. Karena itulah, haji menjadi sunnah dilakukan bagi yang mampu.

Tapi, kamu tidak perlu khawatir. Sekalipun penghasilan bulanan pas-pasan, kamu tetap bisa menjalankan ibadah mulia ini di masa depan asal menyiapkan tabungan haji sedini mungkin.

Tips Menyiapkan Tabungan Haji

Ibadah Haji dilakukan setiap bulan Dzulhijjah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Dalam berikhtiar naik haji, niat yang sungguh-sungguh harus kamu tanamkan terlebih dahulu sebagai motivasi. Sehingga saat menunggu antrean keberangkatan haji sambil mengumpulkan dananya, akan dijauhkan dari rasa berat dan was-was.

Jika sudah memantapkan niat di awal, mari simak cara efektif menyiapkan tabungan haji yang sudah Traveloka rangkum di bawah ini. Bagi kamu yang masih muda, ikut terapkan juga, yuk.

1. Ketahui Kategori Haji Berdasarkan Ongkosnya

Terlebih ddahulu, kamu perlu tahu berapa jumlah uang yang sekiranya dibutuhkan untuk naik haji. Hal ini guna memudahkan kamu juga saat membuat rencana keuangan.

Berdasarkan ketegori daftar hajinya, setidaknya ada dua jenis Ongkos Naik Haji (OHN). Pertama, OHN Reguler dikoordinasi langsung oleh pemerintah melalui Kementerian Agama. OHN Reguler mematok biaya haji rata-rata Rp40.000.000 per jemaah dengan setoran awal Rp25.000.000 untuk memperoleh nomor antrean keberangkatan. Tentunya, wating list dan durasi haji menggunakan OHN Reguler lebih lama.

Lalu kedua, OHN Plus yang selenggarakan pihak swasta yang ditunjuk oleh pemerintah. OHN Plus pun dikenakan biaya lebih mahal mulai dari Rp150.000.000. Besaran biaya pun sebanding dengan waiting list yang lebih singkat, serta fasilitas yang diberikan selama haji meliputi penginapan hotel, durasi haji, dan jarak tempuh ke lokasi haji yang lebih dekat.

2. Tentukan Jumlah yang Ditabung per Bulan

Setelah menentukan mau daftar Haji Reguler atau Haji Plus, kini saatnya kamu menentukan jumlah uang yang harus ditabung perbulan. Kamu bisa mencaritahunya dengan membuat simulasi perhitungan biaya naik haji.

Misalkan, jika berencana naik haji menggunakan OHN Reguler untuk 15 tahun mendatang, maka:

OHN Reguler sekarang Rp40.000.000
Kenaikan OHN diluar inflasi 3% per tahun
Inflasi tahunan 7% per tahun
Setoran awal tabungan haji Rp25.000.000
Bagi hasil tabungan 3% per tahun

Sehingga diperoleh perkiraan biaya haji pada 15 tahun mendatang adalah Rp178.156.782 dengan setoran bulanan yang dianjurkan untuk kamu bayar yaitu sebesar Rp610.753.

3. Buat Tabungan Terpisah

Kamu mungkin punya beberapa goals yang ingin dicapai di masa depan. Bukan cuma soal dana haji, melainkan juga dana darurat, pernikahan, budget liburan, hingga dana pendidikan anak. Bakal pusing deh, kalau menggabungkan semua jatah dana tersebut di satu akun. Belum lagi jumlah masing-masingnya pasti berbeda.

Oleh karena itu, penting punya tabungan terpisah sesuai goals agar gampang dalam mengelola keuangan. Banyak bank syariah di Indonesia yang kini turut mengeluarkan produk tabungan haji, tinggal cari tahu ketentuannya dan pilih sesuai kemampuan.

Untuk kebutuhan haji, kamu bisa menyesuaikannta dengan target waktu keberangkatan haji. Tapi umumnya, tabungan jangka menengah atau jangka panjang adalah yang paling sering dipilih.

4. Investasi Jangka Panjang

Selain menabung di bank, salah satu cara menyiapkan tabungan haji yang kini banyak dipilih yaitu dengan berinvestasi. Baik di reksa dana, saham, atau emas. Tapi, terlebih dahulu, cari tahu sebanyak-banyaknya informasi tentang masing-masing instrumennya, ya.

Selain untuk mengamankan dana, investasi juga ditujukan agar dana yang kembali bisa lebih besar karena adanya profit yang ditambahkan. Memilih cara satu ini tentunya dengan komitmen untuk investasi jangka panjang, agar kamu benar-benar merasakan manfaatnya.

5. Pahami Kemampuan Finansialmu

Menetapkan ibadah haji sebagai tujuan hidup tentunya akan membuat kamu selalu termotivasi untuk menabung, ya. Akan tetapi, bukan berarti lantas mengalokasikan sebagian besar pendapatan bulananmu ke tabungan haji.

Kamu perlu paham juga soal kemampuan finansial yang dimiliki. Sebab masih ada kebutuhan harian yang tidak kalah penting. Salah-salah perhitungan, malah akan terjebak di situasi keuangan yang sulit, loh.

Tidak perlu memaksakan diri untuk menabung dalam jumlah besar jika kondisi keuangan bulanan memang belum cukup. Tidak masalah loh, menyisihkan sedikit-sedikit, karena lama-lama pasti akan tercapai juga targetnya.

6. Buat Catatan Keuangan

Mungkin tampak sepele sekaligus ribet ya, menulis berapa uang yang keluar dan masuk dompet atau rekening. Tapi, cara satu ini akan berguna dalam memantau cash flow pribadi secara jelas.

Kamu bisa lebih tahu pembelian apa saja yang sebetulnya tidak diperlukan. Di waktu lain berikutnya, kamu jadi lebih selektif saat ingin membelanjakan uang karena lebih worth it dialokasikan ke kebutuhan yang lebih penting atau ditabung saja.

Pada akhirnya, catatan keuangan akan membantu kamu untuk bertanggung jawab dan mulai berhemat supaya tujuan adanya tabungan haji bisa tercapai.

Membuat catatan keuangan sebetulnya tidak sulit, kok. Kamu bisa memanfaatkan buku tulis atau aplikasi catatanan keuangan digital yang bisa diunduh di HP.

7. Jadikan Tabungan Haji Sebagai Prioritas

Niat tanpa usaha atau usaha tanpa niat sama-sama tidak akan membuat tujuanmu tercapai. Dalam masa ikhtiar untuk suatu hal, niat perlu dikokohkan selalu dan dibarengi dengan tindakan untuk mewujudkannya.

Jika kamu cuma berangan-angan ingin melaksanakan ibadah haji tanpa dilandasi niat yang kuat, pastinya rasa malas untuk mulai menabung bakal sering menghampiri. Bentuknya bisa berupa godaan untuk jajan, traveling, belanja, dan nongkrong.

Maka dari itu, jika kamu memang ingin lekas naik haji ke Tanah Suci, tetapkan niatnya dalam hati kamu dan jadikan tujuan tersebut sebagai prioritas. Dengan begitu, kamu jadi tidak merasa keberatan mengumpulkan dana untuk tabungan haji sejak dini.

8. Cari Pemasukan Tambahan

Bertambahnya tujuan dan prioritas dalam hidup seringkali mengharuskan kamu mencari strategi baru untuk bisa mewujudkannya. Sama seperti saat ingin ganti laptop, pasti sudah direncanakan dari bulan-bulan sebelumnya dan mulai bekerja keras agar punya pemasukan lebih.

Begitupun dalam menyiapkan tabungan haji. Apalagi nominal yang harus ditabung secara rutin setiap bulannya cukup besar. Maka, mencari pemasukan tambahan dari pekerjaan atau bisnis sampingan perlu kamu lakukan.

Bukan cuma demi mempercepat tercapainya target tabungan haji, melainkan juga agar kebutuhan yang lain bisa sama-sama terpenuhi. Sehingga kamu pun tidak akan khawatir dengan kondisi keuangan.

Investasi Emas untuk Tabungan Haji

Banyak yang memilih untuk mengamankan dana dengan mengalokasikannya ke investasi emas. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun memperbolehkan investasi emas selama tidak diperjualbelikan yang menyebabkan perpindahan kepemilikan.

Nah, bagi kamu yang ingin menyiapkan tabungan haji, bisa banget loh, dengan investasi emas di Traveloka. Pastinya untung karena harga emas cenderung naik dan tahan inflasi.

Persyaratannya pun tidak ribet, cukup menyiapkan e-KTP, foto diri, dan nomor ponsel, sudah bisa mendapatkan akun tabungan investasi emas. Budget awal bisa hanya dengan Rp10.000 saja, loh. Tentunya aman karena turut bekerja sama dengan Pegadaian, ya.

Yuk, investasi emas di Traveloka sekarang, terbang haji kemudian!

Selalu Tahu Kabar Terbaru
Dapatkan berbagai rekomendasi travel & gaya hidup serta info promo terkini dengan berlangganan newsletter kami.
Langganan