
55 menit
Maskapai | Waktu Keberangkatan | Waktu Kedatangan | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Asiana Airlines | 02.10 | 09.05 | Da Nang (DAD) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Jeju Air | 08.55 | 10.00 | Fukuoka (FUK) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Trinity Airways | 11.45 | 14.00 | Tokyo (NRT) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Air Busan | 14.00 | 15.30 | Osaka (KIX) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Jeju Air | 14.10 | 16.40 | Tokyo (NRT) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Air Busan | 15.20 | 16.25 | Seoul (GMP) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Air Busan | 16.40 | 17.45 | Seoul (GMP) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Air Busan | 18.55 | 20.30 | Osaka (KIX) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Asiana Airlines | 22.55 | 06.20 (+1 days) | Bangkok (BKK) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Singapore Airlines | 23.15 | 06.50 (+1 days) | Singapore (SIN) | Busan (PUS) | Pesan penerbangan |
Busan adalah kota terbesar kedua di Korea Selatan dan pelabuhan utamanya, terletak di ujung tenggara Semenanjung Korea. Kota ini memadukan pantai berpasir, pegunungan hijau, kuil di tepi tebing, dan pasar ikan yang riuh, sehingga suasananya terasa lebih santai dibanding Seoul. Penerbangan menuju Busan populer di kalangan wisatawan Indonesia yang ingin menikmati sisi lain Korea, entah untuk berburu kuliner laut, bermain di pantai saat musim panas, atau menonton festival film internasionalnya.
Kota ini dilayani oleh Bandara Internasional Gimhae dengan kode PUS. Ini adalah bandara tersibuk kedua di Korea Selatan untuk penerbangan internasional dan melayani banyak rute ke kota-kota Asia, termasuk Asia Tenggara, serta penerbangan domestik ke Seoul dan Jeju.
Bandara berada di distrik Gangseo, di sisi barat kota dekat muara Sungai Nakdong. Meski namanya mengambil nama kota Gimhae di sebelahnya, bandara ini masuk wilayah administratif Busan dan terhubung baik dengan pusat kota seperti Seomyeon dan Nampo.
Gimhae memiliki gedung terminal terpisah untuk penerbangan internasional dan domestik yang letaknya berdampingan dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Penumpang dari Indonesia akan tiba di terminal internasional, sedangkan yang melanjutkan ke Jeju atau Seoul dengan pesawat perlu berpindah ke terminal domestik.
Kereta ringan Busan-Gimhae Light Rail menghubungkan bandara dengan stasiun Sasang di jalur metro 2 dan Daejeo di jalur metro 3, sehingga Anda bisa berpindah ke jaringan metro kota. Bus limusin bandara melayani kawasan populer seperti Haeundae dan Seomyeon, praktis bagi yang membawa koper besar. Taksi juga tersedia di depan terminal kedatangan.
Ketersediaan penerbangan langsung dari Indonesia ke Busan berubah menurut kota keberangkatan dan musim, dan banyak perjalanan singgah dulu di kota penghubung Asia. Aktifkan filter penerbangan langsung di hasil pencarian untuk melihat apakah ada rute tanpa transit pada tanggal Anda, lalu bandingkan dengan rute transit yang kadang jadwalnya lebih fleksibel.
Banyak pelancong juga menggabungkan Busan dan Seoul dalam satu perjalanan: masuk lewat Incheon, lalu naik kereta cepat KTX ke Stasiun Busan, dan pulang dari Gimhae, atau sebaliknya. Cari tiket open-jaw atau tiket PP dengan kota berbeda untuk menghemat waktu bolak-balik.
Musim semi, sekitar akhir Maret hingga April, membawa bunga sakura di sepanjang jalan dan taman Busan. Musim panas adalah musim pantai: Haeundae dan Gwangalli penuh pengunjung, meski udara lembap dan hujan musiman jangma biasanya turun di awal musim. Musim gugur yang cerah dan sejuk adalah waktu Busan International Film Festival digelar, sementara musim dingin di Busan relatif lebih ringan dibanding Seoul.
Wisatawan Indonesia paling ramai berangkat ke Korea pada libur sekolah, cuti Lebaran, dan menjelang tahun baru. Perhatikan juga libur nasional Korea seperti Chuseok dan Seollal, saat perjalanan domestik di sana sangat ramai. Periksa grafik harga bulanan di halaman ini untuk melihat pola sebelum memesan.
Pantai paling terkenal di Korea ini dikelilingi gedung tinggi, kafe, dan jalur pejalan kaki. Di dekatnya, Blueline Park menawarkan kereta pantai dan kapsul langit yang menyusuri tebing pesisir.
Rumah-rumah berwarna pastel yang bertingkat di lereng bukit ini dijuluki Machu Picchu-nya Busan. Gang-gangnya dipenuhi mural, instalasi seni, dan toko kecil.
Berbeda dari kebanyakan kuil Korea yang berada di pegunungan, kuil ini berdiri di atas batu karang di tepi laut. Pemandangan matahari terbit di sini sangat memukau.
Pasar ikan terbesar di Korea ini memungkinkan Anda memilih hasil laut segar di lantai bawah lalu memasaknya di restoran lantai atas. Kawasan Nampo-dong dan BIFF Square di dekatnya ramai dengan jajanan jalanan.
Pantai ini terkenal dengan pemandangan jembatan gantung yang berkilau lampu warna-warni di malam hari. Deretan kafe dan restoran di tepinya ramai hingga larut.
Haeundae cocok untuk liburan pantai dengan banyak pilihan restoran dan akses metro. Seomyeon adalah pusat kota yang praktis karena menjadi titik temu jalur metro 1 dan 2, dikelilingi pusat belanja dan kuliner. Nampo-dong dekat Jagalchi dan Gamcheon, sedangkan area sekitar Stasiun Busan paling praktis bila Anda datang atau pergi dengan KTX. Gwangalli pas bagi yang mencari suasana pantai yang lebih santai.
Sup kaldu tulang babi berisi irisan daging dan nasi ini adalah makanan rakyat khas Busan. Bagi wisatawan Muslim, carilah restoran bersertifikat halal atau menu seafood sebagai alternatif.
Mi gandum dingin dalam kuah segar yang lahir di Busan pada masa perang Korea. Hidangan ini paling nikmat disantap saat musim panas.
Kue ikan Busan terkenal di seluruh Korea. Anda bisa mencicipinya sebagai tusukan dalam kuah hangat di kios jalanan atau membelinya sebagai oleh-oleh.
Pancake manis berisi gula cokelat dan aneka biji-bijian ini adalah jajanan khas Nampo-dong dan BIFF Square yang selalu ramai antrean.
Siap menikmati pantai dan kuliner laut Korea? Bandingkan pilihan penerbangan ke Busan di Traveloka, aktifkan Price Alert, bayar dengan metode pilihan Anda termasuk PayLater, dan manfaatkan Easy Reschedule jika rencana berubah.



