
1 jam
Maskapai | Waktu Keberangkatan | Waktu Kedatangan | Bandara Asal | Bandara Tujuan | |
|---|---|---|---|---|---|
Super Air Jet | 08.30 | 10.15 | Jakarta (CGK) | Banyuwangi (BWX) | Pesan penerbangan |
Wings Air | 16.00 | 17.00 | Surabaya (SUB) | Banyuwangi (BWX) | Pesan penerbangan |
Banyuwangi berada di ujung paling timur Pulau Jawa, tepat di seberang Selat Bali. Kabupaten terluas di Jawa Timur ini mencakup bagian dari tiga taman nasional, yaitu Baluran, Alas Purwo, dan Meru Betiri, serta punya kawah dengan api biru yang tersohor, sabana ala Afrika, dan ombak kelas dunia di pantai selatan. Budaya Osing, masyarakat asli Banyuwangi, memberi warna tersendiri lewat bahasa, tarian gandrung, dan kulinernya. Karena itu, pesawat ke Banyuwangi kini menjadi pilihan favorit bagi pelancong yang tidak ingin menghabiskan waktu di jalan darat panjang dari Surabaya.
Bandara Banyuwangi, yang juga dikenal dengan nama Blimbingsari dan berkode BWX, adalah satu-satunya bandara komersial di kabupaten ini. Bangunannya menarik perhatian karena arsitektur hijau bernuansa lokal: atap dilapisi tanaman rumput, sirkulasi udara alami, dan ornamen yang terinspirasi dari rumah adat Osing.
Bandara terletak di Kecamatan Blimbingsari, di sisi selatan kota Banyuwangi dekat Rogojampi. Posisi ini cukup strategis karena berada di tengah jalur antara pusat kota di utara dan kawasan wisata pantai di selatan seperti Pulau Merah dan Alas Purwo.
Penerbangan domestik dilayani dari satu terminal yang terbuka dan lapang. Di dalamnya tersedia area lapor diri, ruang tunggu, gerai makanan, serta toko oleh-oleh khas Banyuwangi. Karena ukurannya tidak terlalu besar, alur dari pintu masuk hingga ruang tunggu cukup singkat dan mudah dipahami.
Taksi bandara, mobil sewaan, dan ojek serta taksi daring menjadi pilihan utama untuk menuju pusat kota, Ketapang, atau kawasan Licin di kaki Ijen. Banyak penginapan juga menawarkan layanan jemput. Bila Anda berencana langsung ke Bali, perjalanan dilanjutkan lewat jalan darat ke Pelabuhan Ketapang lalu menyeberang ke Gilimanuk.
Rute yang paling ramai dicari adalah tiket pesawat Jakarta Banyuwangi, yang di beberapa periode tersedia tanpa transit dari Soekarno Hatta. Dari kota lain seperti Medan, Makassar, atau Balikpapan, perjalanan umumnya transit di Jakarta atau kota besar lain. Gunakan filter tanpa transit di halaman pencarian untuk memisahkan penerbangan langsung, lalu bandingkan jam tiba bila Anda ingin mengejar pendakian Ijen dini hari.
Sebagai alternatif, sebagian wisatawan mendarat di Bali lalu menyeberang ke Banyuwangi, atau menggabungkan Banyuwangi dengan Surabaya dan Malang dalam satu perjalanan darat. Cara ini masuk akal bila Anda ingin menjelajah Jawa Timur secara lebih luas.
Musim kemarau, kira-kira Mei hingga September, adalah waktu paling nyaman untuk mendaki Ijen dan bersafari di Baluran. Sabana Baluran justru tampak paling cokelat keemasan di puncak kemarau, sedangkan musim hujan membuatnya hijau. Ombak besar di Plengkung paling konsisten di pertengahan tahun, sehingga peselancar biasanya datang pada periode ini.
Harga dan ketersediaan kursi dipengaruhi musim liburan. Lebaran, libur sekolah pertengahan tahun, dan libur Natal serta Tahun Baru termasuk periode tersibuk. Rangkaian festival Banyuwangi yang padat sepanjang tahun juga bisa membuat penerbangan penuh di akhir pekan tertentu. Periksa grafik harga bulanan di halaman ini, pasang Price Alert, dan pertimbangkan hari kerja bila jadwal Anda fleksibel.
Ikon Banyuwangi yang terkenal karena fenomena api biru dari gas belerang yang terbakar, terlihat saat gelap sebelum fajar. Pendakian dimulai dari Paltuding, dan danau kawah berwarna toska menanti saat matahari terbit. Siapkan masker, jaket tebal, dan cek status kawah sebelum berangkat.
Sabana Bekol dengan latar Gunung Baluran sering dijuluki Afrikanya Jawa. Rusa, banteng, dan burung merak mudah dijumpai, lalu perjalanan bisa diakhiri di Pantai Bama yang tenang.
Pantai di Pesanggaran dengan bukit kecil kemerahan di lepas pantai yang bisa didekati saat air surut. Ombaknya ramah untuk peselancar pemula dan matahari terbenamnya indah.
Hutan tua di semenanjung tenggara yang menyimpan gua, pantai sepi, dan savana Sadengan. Di ujungnya, Plengkung atau G-Land dikenal peselancar dunia sebagai salah satu ombak kiri terbaik.
Deretan pohon trembesi raksasa berusia tua di Benculuk, dengan dahan penuh tumbuhan paku yang menjuntai. Suasananya teduh dan sering dipakai untuk berfoto.
Pusat kota Banyuwangi paling praktis untuk kuliner malam, taman kota, dan akses ke berbagai arah. Kawasan Licin dan sekitarnya cocok bagi Anda yang ingin memulai pendakian Ijen lebih dekat. Ketapang di utara berguna bila Anda akan menyeberang ke Bali atau berkunjung ke Baluran. Sementara itu, Pesanggaran dan pesisir selatan menawarkan suasana pantai untuk menikmati Pulau Merah dan menjadi pintu ke Alas Purwo.
Paduan unik rujak sayur bercampur bumbu petis yang disiram kuah soto daging. Kedengarannya aneh, tetapi rasa manis, gurih, dan segarnya justru menjadi ciri khas Banyuwangi.
Nasi hangat dengan sayur rebus, lauk goreng, dan sambal tomat yang sangat pedas. Nama tempong berasal dari kata yang berarti ditampar, menggambarkan sensasi pedasnya.
Ayam kampung bakar yang disuwir lalu dicampur parutan kelapa berbumbu. Hidangan ini berasal dari tradisi selamatan masyarakat Osing dan kini mudah dijumpai di warung-warung desa.
Sarapan khas Osing berupa nasi yang disiram kuah gurih berisi parutan kelapa, jagung muda, dan irisan timun, lalu disantap bersama lauk pilihan di warung pagi.
Mau mengejar api biru Ijen atau ombak di selatan? Bandingkan jadwal penerbangan ke Blimbingsari di Traveloka dan pilih jam tiba yang memberi cukup waktu istirahat sebelum pendakian.

