
2 jam, 25 menit
Tunis adalah ibu kota Tunisia di pesisir utara Afrika, menghadap Teluk Tunis di Laut Tengah. Kotanya memadukan medina berusia berabad-abad, boulevard bergaya Prancis, dan kota pesisir kecil bercat putih-biru di sekitarnya. Bagi wisatawan Indonesia, Tunis menarik karena warisan Islamnya yang kental, reruntuhan Carthage kuno, serta makanan halal yang mudah ditemukan. Halaman penerbangan menuju Tunis ini merangkum bandara, pilihan rute dari Indonesia, musim berkunjung, dan hal praktis lain untuk perjalanan Anda ke Tunisia.
Bandara Internasional Tunis Carthage (kode TUN) adalah bandara tersibuk di Tunisia. Letaknya di timur laut pusat kota, di antara kawasan Danau Tunis dan pinggiran utara, sehingga termasuk bandara ibu kota yang sangat dekat dengan kota. Namanya diambil dari Carthage, kota kuno yang reruntuhannya berada tak jauh dari sana.
Penerbangan penumpang dilayani di gedung terminal utama yang memuat area check-in, imigrasi, dan kedatangan internasional. Fasilitas penukaran uang dan kartu SIM lokal biasanya tersedia di area kedatangan. Pada musim ramai antrean imigrasi bisa panjang, jadi siapkan dokumen perjalanan di tangan sebelum turun dari pesawat.
Taksi kuning berargo adalah cara paling umum menuju Avenue Habib Bourguiba, medina, maupun La Marsa. Pastikan argo dinyalakan atau sepakati tarif sebelum berangkat. Bus kota juga menghubungkan bandara dengan pusat kota, tetapi kurang praktis bila Anda membawa koper besar. Untuk ke Sidi Bou Said atau Carthage, taksi langsung dari bandara biasanya pilihan paling nyaman.
Belum ada penerbangan tanpa henti dari Indonesia ke Tunis, sehingga perjalanan umumnya melalui satu atau dua kota transit di Timur Tengah atau Eropa. Rute lewat Teluk Arab atau Istanbul termasuk yang sering dipilih pelancong dari Jakarta. Saat mencari di Traveloka, urutkan hasil berdasarkan durasi atau jumlah transit, lalu bandingkan total waktu tempuh dan waktu singgah di tiap kota.
Jika Anda ingin menjadikan Tunis bagian dari perjalanan Mediterania, pertimbangkan tiket multi-kota yang masuk lewat satu negara dan pulang lewat negara lain. Pastikan juga bagasi diteruskan sampai Tunis ketika tiket diterbitkan dalam satu pemesanan.
Tunis beriklim Mediterania. Musim panas kering dan terik, cocok bagi yang ingin bersantai di pantai La Marsa atau Gammarth, sedangkan musim dingin sejuk dengan hujan yang lebih sering. Musim semi dan musim gugur sering dianggap paling ideal untuk menjelajah medina dan situs arkeologi karena udaranya hangat tanpa terik berlebihan.
Dari Indonesia, permintaan tiket cenderung naik pada libur sekolah pertengahan tahun, libur Lebaran, dan libur akhir tahun. Karena ini rute jarak jauh dengan transit, memesan lebih awal memberi Anda pilihan jadwal yang lebih luas. Gunakan grafik harga bulanan di halaman ini untuk membaca pola, dan aktifkan Price Alert bila tanggal Anda masih fleksibel.
Kota tua bertembok ini adalah Situs Warisan Dunia UNESCO, berisi lorong sempit, pasar tradisional, dan rumah-rumah tua dengan pintu berwarna mencolok. Masjid Az-Zaytuna berada di jantung medina dan menjadi salah satu masjid tertua di Afrika Utara.
Carthage pernah menjadi kekuatan besar di Laut Tengah sebelum dihancurkan dan dibangun kembali oleh Romawi. Kini sisa pemandian Antoninus, pelabuhan kuno, dan bukit Byrsa bisa dijelajahi dalam setengah hari, dengan pemandangan teluk yang indah.
Desa di atas tebing ini terkenal dengan dinding putih dan pintu serta jendela biru. Berjalanlah di jalan berbatu, nikmati teh mint dengan kacang pinus di kafe tepi tebing, dan tunggu senja di atas Teluk Tunis.
Museum ini menyimpan salah satu koleksi mosaik Romawi terbaik di dunia, ditata di istana tua peninggalan para bey. Kunjungan ke Bardo membantu Anda memahami lapisan sejarah Tunisia sebelum menjelajah situs aslinya.
Boulevard lebar bernaungan pohon ini adalah poros kota baru, dengan kafe, teater kota, dan katedral bergaya kolonial. Jalan ini nyaman untuk berjalan sore hari, dan ujung baratnya mengarah ke gerbang Bab el Bhar di tepi medina.
Pusat kota di sekitar Avenue Habib Bourguiba cocok bagi yang ingin berjalan kaki ke medina dan stasiun trem. Medina sendiri menawarkan rumah tua yang diubah menjadi penginapan kecil dengan suasana otentik. Les Berges du Lac adalah kawasan modern di tepi danau dengan restoran dan kantor, sekaligus dekat bandara. Bila Anda lebih suka suasana pantai, pesisir utara menjadi pilihan favorit. Sidi Bou Said dan La Marsa terhubung ke pusat kota lewat kereta pinggiran TGM, sedangkan Gammarth sedikit lebih jauh di utara La Marsa.
Butiran semolina kukus yang disajikan dengan sayuran, daging kambing, atau ikan, disiram kuah berbumbu. Di Tunisia couscous sering diberi harissa, pasta cabai merah khas negeri ini, sehingga rasanya cenderung pedas dan hangat.
Kulit pastri tipis yang diisi telur, tuna, peterseli, dan kadang kentang, lalu digoreng hingga renyah. Cara makannya unik karena kuning telur di dalamnya masih setengah matang.
Sup kacang arab dengan potongan roti, jintan, bawang putih, dan harissa. Hidangan murah dan mengenyangkan ini biasa disantap pagi hari atau saat udara dingin.
Kue semolina berisi pasta kurma yang digoreng atau dipanggang lalu direndam sirup madu. Makroudh cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh manis dari Tunis.
Tertarik menyusuri lorong medina, reruntuhan kuno, dan desa biru di tepi Laut Tengah? Bandingkan jadwal penerbangan menuju Tunis di Traveloka, pilih rute transit yang paling nyaman, dan bayar dengan metode pembayaran lokal atau PayLater. Periksa persyaratan masuk Tunisia untuk paspor Anda sebelum berangkat.

