Total Akomodasi | 6 Properties |
Hotel Populer | ANA INN Ambarawa RedPartner, Griya Wijaya |
Objek Wisata Populer | Masjid Al Muttaqin Ambarawa, Kampoeng Rawa |
Jika kamu sedang liburan di Ambarawa, area terbaik untuk menginap adalah di sekitar Bandungan, Ungaran, Semarang Barat, Tembalang, Semarang Timur, Banyumanik, Semarang Selatan, Bawen, Semarang Tengah, Semarang Utara.
Hotel yang paling populer dan banyak dipesan oleh wisatawan diantaranya ANA INN Ambarawa RedPartner, Griya Wijaya, SPOT ON 92732 Bagus Jaya Hotel, SPOT ON 92791 4 Saudara Hotel, Joglo Mbah Guru Villa Homestay, Cozy Villa at Griya Katarina
Saat ini, ada sekitar 6 hotel yang dapat kamu pesan di Ambarawa
Ambarawa adalah salah satu kota kecamatan di Kabupaten Semarang yang sangat ramai didatangi pengunjung. Hal tersebut dikarenakan kota ini menjadi jalur utama bagi transportasi antara Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa. Kota yang dikenal dengan Kota Palagan ini mempunyai daya tarik besar bagi wisatawan terutama pada wisata sejarahnya.
Masyarakat yang multikultural menjadikan Ambarawa sebagai salah satu daerah yang banyak menyajikan keunikan dalam hal informasi dan wawasan yang berkaitan dengan wisata sejarah. Mengingat banyaknya pilihan wisata yang ada di Ambarawa, sebaiknya Anda merencanakan untuk bermalam di Kota Palagan ini. Ada beberapa pilihan penginapan dan hotel sesuai dengan bujet Anda. Berbagai macam hotel juga tersedia di beberapa lokasi yang dekat dengan objek wisata.
Ambarawa menjadi salah satu bukti perjuangan besar para pahlawan di masa penjajahan. Kota ini menghubungkan antara kota-kota besar di Indonesia. Ambarawa dikenal dengan nama Limbrawa pada masa kerajaan Mataram.
Ambarawa berasal dari dua kata ‘Lembah’ dan ‘Rawa’. Kata ‘Lembah’ berasal dari nama Kiai Lembah yang mempunyai nama asli Yasir Rahmatullah dan kata ‘Rawa’ yang berarti danau atau kawasan perairan yang dikenal dengan nama Rawa Pening. Penyebutan nama Kiai Lembah berubah menjadi Mbahrawa oleh sebagian masyarakat Ambarawa yang akhirnya berubah menjadi Ambarawa.
Kecamatan Ambarawa berbatasan dengan Kecamatan Tuntang di sebelah timur, Kecamatan Jambu di sebelah utara Kecamatan Banyubiru di sebalah selatan, dan Kecamatan Jambu di sebelah barat.
Anda bisa menaiki pesawat dengan tujuan pendaratan di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Dari bandara, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Ambarawa dengan mobi sewa atau taksi yang ada di sekitar bandara.
Bandara Ahmad Yani tidak menyediakan sarana transportasi berupa Damri seperti bandara lainnya, namun telah menyediakan bus trans Semarang yang disebut dengan Bus Rapid Transit (BRT). Transportasi ini terdiri dari beberapa koridor dan halte khusus dengan harga cukup terjangkau. Jenis transportasi ini mempunyai jam operasional, yaitu dari 05.30 hingga 17.30 WIB. Koridor IV adalah halte yang terdekat dengan Bandara Ahmad Yani.
Stasiun yang berada dekat dengan Kota Semarang adalah Stasiun Tawang yang dikenal sebagai stasiun tertua di Indonesia. Stasiun yang telah diresmikan sejak 1868 ini masih menjaga bentuk bangunan aslinya dengan hanya melakukan sedikit renovasi. Banyak kereta api yang melewati stasiun ini, hanya saja kereta api yang disediakan mencakup kereta kelas Bisnis dan Eksekutif saja. Jika ingin menggunakan kereta kelas Ekonomi, Anda harus berhenti di Stasiun Poncol.
Jika ingin memilih transportasi laut, Anda bisa menggunakan kapal yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas. Selain tempat berlabuh bagi kapal-kapal pembawa penumpang dari beberapa daerah di Indonesia, pelabuhan ini berfungsi sebagai tempat kegiatan perdagangan atau pembongkaran muatan peti kemas. Pelabuhan Tanjung Emas ini telah dikelola oleh PT Pelindo III sejak 1985.
Taksi merupakan moda transportasi utama yang paling sering digunakan di Kota Ambarawa dan sekitarnya.
Pemerintah Daerah setempat telah memberikan fasilitas transportasi umum berupa bus kota. Saat ini, ketersediaan bus kota telah ada di hampir seluruh lokasi strategis di pusat-pusat kegiatan Kota Semarang, termasuk di Kecamatan Ambarawa. Ada banyak trayek bus yang dapat dipilih dari berbagai jalur yang menawarkan Anda kenyamanan dalam berkendara.
Bus regular juga banyak tersedia di daerah Ambarawa dan sekitarnya. Adapun terminal yang lokasinya mudah dicapai adalah Terminal Terboyo.
Kampung Rawa Pening adalah salah satu objek wisata di Ambarawa yang resmi dibuka pada 2012. Kampung ini terletak berdekatan dengan Danau Rawa Pening. Tujuan dibangunnya kampung ini adalah untuk membantu menyejahterakan petani dan memperkenalkan ragam hasil pertanian di wilayah tersebut.
Ada beberapa fasilitas yang tersedia di Kampung Rawa Pening, seperti tempat memancing, restoran mengapung yang menyediakan berbagai menu khas masakan Indonesia, pendopo untuk beristirahat, dan tempat kerajinan tangan. Selain itu, Anda dapat menikmati pemandangan alam dengan beberapa gunung yang menjulang di sekitarnya, seperti Gunung Ungaran, Telomoyo dan gunung Merbabu. Objek wisata ini juga menawarkan berbagai permainan seru, salah satunya adalah flying fox.
Benteng Williem II atau Fort Willem II ini lebih populer dengan istilah Benteng Pendem. Objek wisata sejarah ini cukup digemari oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Sebutan Benteng Pendem diambil dari istilah Jawa, yaitu ‘pendem’ atau ‘pendhem’ yang berarti terpendam atau terkubur. Benteng ini dibangun sejak zaman penjajahan Belanda.
Candi Gedong Songo merupakan candi peninggalan Hindu yang semula disebut dengan nama Candi Gedong Pitu. Pada 1804, Thomas Stamford Raffles menemukan candi ini dengan jumlah 7, sehingga tersebutlah nama ‘Gedong Pitu’.
Seiring perkembangan penelitian yang dilakukan oleh seorang arkeolog Belanda, Van Stein Callenfels pada tahun 1908, ditemukanlah dua candi lainnya,sehingga nama Candi Gedong Pitu diubah menjadi Candi Gedong Songo. Candi ini berada di Desa Candi, Ambarawa yaitu di lereng Gunung Ungaran.
Museum Palagan Ambarawa mempunyai arti sejarah yang penting bagi Indonesia. Museum Palagan lebih dikenal dengan nama Museum Isdiman. Museum Isdiman memiliki beberapa koleksi barang-barang peninggalan berupa pakaian perang dan puluhan jenis senjata, termasuk meriam yang merupakan koleksi utama dan beberapa alat transportasi, seperti kereta api, pesawat, tank dan sebagainya.
Monumen Palagan Ambarawa dikenal sebagai simbol untuk mengenang jasa para pejuang, terutama saat menghadapi serangan kolonial Belanda pada 12-15 September 1945. Pertempuran dahsyat yang terjadi di Ambarawa itu dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman yang membawa hasil kemenangan untuk Indonesia. Monumen ini telah dibangun sejak 1973 dan diresmikan satu tahun setelahnya.
Di Monumen Palagan, terdapat tugu dengan tinggi 17 meter yang diapit oleh patung Jenderal Soedirman di sebelah selatan dan Jenderal Gatot Soebroto di sebelah utara. Selain itu, terdapat juga patung Letkol Isdiman yang diapit oleh dua orang tentara lainnya yang membawa senjata. Monumen Palagan juga dilengkapi suatu keterangan tertulis pada dinding monumen, yaitu sebuah relief yang menuliskan secara singkat mengenai sejarah pertempuran Ambarawa.
Museum Kereta Api Ambarawa tidak jauh dari Monumen Palagan. Museum kereta api ini mempunyai nama lain museum Willem Spoorweg. Dalam sejarahnya, stasiun ini dibangun untuk keperluan transportasi pemerintahan kolonial Belanda. Di museum ini, ada beberapa lokomotif tua dan kereta api uap yang dapat dinaiki oleh wisatawan yang datang.
Kereta ini akan melewati jalur Ambarawa menuju Tuntang dengan kapasitas muatan 15-20 penumpang dengan suguhan pemandangan alam yang indah. Di dalam museum ini juga terdapat poster yang menjelaskan mengenai sejarah Museum Kereta Api Ambarawa.
Lokasi museum ini cukup strategis karena berjarak dekat dengan bandara dan fasilitas penginapan atau hotel yang mendukung perjalanan wisata Anda. Anda hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dari Bandara Ahmad Yani untuk menuju lokasi ini. Jadi, tidak ada salahnya menjadikan museum ini sebagai destinasi pertama Anda saat ke Ambarawa.
Gua Maria Kerep ini merupakan gua yang dijadikan lokasi ziarah oleh umat Katolik. Di dalam gua ini, terdapat Patung Maria yang cukup besar. Gua Maria Kerep berada di Jalan Tentara Pelajar.
Serabi Ngampin yang telah berdiri sejak 1970 ini terletak di Jalan Raya Ngampin.. Serabi adalah salah satu santapan khas Ambarawa yang tak jauh berbeda dengan serabi lainnya. Serabi ini memiliki ciri khas dimasak menggunakan kayu bakar dengan cetakan tradisional berbahan dasar tanah liat. Saat penyajian, serabi ini diberi kuah dari santan dan gula merah dengan daun pandan agar aromanya lebih wangi.
Pecel ini dibuka oleh Veronica Tukinem. Pecel ini cocok untuk santapan pagi hari dan buka pada pukul 07.00-12.00 WIB. Warung Pecel Tukinem Ambarawa bisa Anda kunjungi di daerah Sanggrahan Dr. Cipto.
Tahu serasi ini merupakan makanan khas bertekstur padat dengan rasa lezat dan tanpa bahan pengawet. Biasanya, tahu ini disajikan bersama sambal kecap yang ditambahkan cabai dan bawang goreng.