Beli tiket di app tanpa promo, Rp 35K per orang, harga sama dengan di counter. Saat check in, bisa menukarkan tiket masuk dengan souvenir. Ternyata, souvenir hanya berlaku untuk pembelian tiket di counter. Jadi, membeli tiket di app tidak ada benefit souvenir. Parkir mobil Rp 10K. Ditawarkan naik bus ke area wahana, harga Rp 10K per orang untuk 3x trip. Dari area parkir, diarahkan oleh petugas untuk jalan kaki balik ke jalan masuk utama, ke area 12 spot foto, ternyata foto berbayar lagi per spot foto, bervariasi Rp 20K-40K. Tiket terusan Rp 100K per orang, termasuk 12 spot foto, yaitu Paragliding, Flying Lounge, Love Seat, Giant Hand, Tinkerbell Wings, UP House, Aladin Carpet, Sky Bike, Sky Tree, Sapu Sihir, Cloudy Castle, dan Bird Nest. Ada 2 spot foto yang rusak dan tidak beroperasi. Tiket terusan termasuk 7 wahana adventure, yaitu Flying Fox, Wall Climbing, Pirate Ship, Perahu Dayung, ATV Basic, Archery, dan Tarzan Cross. Antrean wahana Flying Fox sempat terhenti lama, karena seorang pengunjung meluncur dengan melakukan video selfie, dan handphone terjatuh, sehingga petugas disibukkan melakukan evakuasi dan pencarian untuk menyelamatkan handphone tersebut. Setelah meluncur Flying Fox, alat safety ditarik balik ke alam asal, menggunakan mesin. Wahana favorit Luge Gravity harus membayar lagi Rp 40K per orang. Area finish Luge Gravity "agak lain", di tengah-tengah bukit dengan akses jalan setapak bersemak. Lanjut ke tempat lain harus jalan menanjak terjal atau jalan menurun curam. Wahana Rumah Hantu membayar lagi, terlihat sosok talent hantu membawa gergaji mesin menjemput bola, ke luar rumah hantu dan duduk di pertigaan jalan ke wahana ATV, mungkin agar pengunjung tertarik memasuki rumah hantu. Denda Rp 200K jika membawa makanan dari luar. Kontur kawasan berbukit terjal, saat butuh ke toilet, pilihannya naik atau turun tangga, yang akan membuat berkeringat, dan lutut-betis-paha-kaki menjadi lelah hayati. Hati-hati membawa orang tua yang kesulitan berjalan.