Pertama kali menginap di Mercure City Center:
Jam check-in terlalu sore di jam 15. Itupun tiba di hotel jam 15, room superior non-smoking yang dipesan belum ready. Setelah mendorong ke front office, dikasih upgrade ke 1 level di atasnya, non-smoking, tapi ada balkon di Lt 3.
Petugas front office yang cowok kayaknya cukup senior (tidak hafal namanya), dia ramah.
Masuk kamar, kamar bagus, karena hotel cukup baru.
Tapi ada jejak bau asap rokok tipis, ternyata di balkon disediakan asbak. Dan dari kiri kanan potensi asap rokok juga.
Bedsheet ada noda-noda, jadi minta ganti yang baru. Petugas housekeepingnya ramah, sopan, baik.
Tapi jejak bau rokok masih terasa, akhirnya dikasih mesin diffuser parfum untuk menghilangkan bau.
Kami pergi makan & pulang hotel jam 22an, bau lagi.
Posisi kamar Lt 3 agak depan dekat jalan, itu berisik banget knalpot motor. Tidak bisa istirahat.
Komplain ke FO, ditawarin ke Lt 10 paling belakang. Tapi downgrade kamar.
Eh justru, lebih senyap, tidak bau asap rokok sama sekali. Jadi pindah kamar.
FO yang antar pun baik.
Sarapan, varian menu banyak. Ruangan oke, respon staff untuk minta minum, dll cepat.
Hanya rasa makanan seharusnya bisa lebih baik. Bumbu-bumbunya itu kurang berasa. Cenderung tawar.
Parkiran, kalau pulang malam & high season siap-siap valet kunci atau paralel. Di basement & depan lobby terbatas banget. Dan lift yang ke basement hanya 1, yang 1 lagi hanya sampai lobby.
Akses jalan menuju hotel mudah, tidak jauh dari Asia Afrika. Tapi untuk keluar dari hotel & ke arah utara kota, itu harus muter lumayan jauh.
Checkout dll tidak ada masalah.
Kesimpulan:
Layanan staff nya ramah & gercep.
Kamar lebih baik pilih di atas & belakang biar lebih sunyi.