Renovasi Megah, Namun Nuansa Bintang Lima Terasa Belum Lengkap
Singhasari Resort Batu Malang memberikan kesan pertama yang kuat. Lobi yang direnovasi terlihat estetis, megah, dan hampir seperti di film. Secara visual, properti ini memiliki daya tarik dan potensi sebagai resor di Batu.
Namun, nuansa bintang lima masih terasa belum lengkap. Kamarnya luas, tetapi fasilitasnya terasa terlalu mendasar, terutama kopi dan teh. Lokasinya juga tidak terlalu nyaman. Meskipun terletak di jalan utama antara Batu dan Malang, tidak banyak yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki, sehingga tamu masih membutuhkan kendaraan untuk pergi ke mana pun, terutama saat macet.
Masalah utamanya adalah keramahan. Pelayanan terasa kaku, transaksional, dan kurang hangat dari yang diharapkan dari hotel bintang lima. Check-in lebih awal dikomunikasikan dengan cara yang standar dan tanpa kompromi. Sarapan mengecewakan, dengan variasi terbatas, rasa biasa saja, dan kebijakan sarapan anak-anak yang ketat. Beberapa komunikasi staf terasa defensif daripada ramah.
Satu momen yang tidak nyaman terjadi di stasiun omelet, di mana saya disuruh mengantre meskipun saya tidak menyerobot antrean. Kata-katanya kemudian dikoreksi, tetapi kesannya tetap ada. Pelayanan juga terasa tidak konsisten.
Proses check-out kurang lancar dibandingkan hotel sejenis, karena kami diminta menunggu sementara kamar diperiksa. Secara keseluruhan, The Singhasari memiliki tampilan yang indah, tetapi belum memiliki jiwa resor bintang lima sejati. Renovasi meningkatkan penampilan, tetapi keramahan, sarapan, fasilitas, komunikasi, dan pengalaman tamu masih perlu perbaikan serius. Berdasarkan pengalaman menginap ini, saya tidak akan tertarik untuk kembali.