Selamat siang. Perkenalkan, saya Pambudi, seorang traveler yang kebetulan sedang berada di Lampung. Saya memutuskan menginap di Horison karena selama ini Horison dan jaringannya sangat memuaskan. Tetapi, apa yang saya temui di Horison Lampung sangat mengecewakan. Tanggal 6 September, check-in kamar 314. Saya bawa mobil. Parkiran sempit. Malam itu sekitar jam 21.00 kami sampai hotel. Banyak sepeda motor yang parkir tak beraturan sehingga kami kesulitan bermanuver. Setelah susah payah, kami turunkan tas. Tiga orang. Begitu sudah pada berjalan menjauhi mobil, tiba-tiba datang satpam untuk meminta mobil kami agak mepet ke dinding. Kenapa tidak dari tadi, padahal saat masuk mereka hanya duduk-duduk di pos tanpa memandu seperti di hotel lain yang parkirnya sempit. Habis itu saya sudah illfeel. Kami batalkan rencana extend liburan berikutnya. Kami pindah hotel.
Tanggal 8 September malam, kawan atas nama Totok Ari booking lagi untuk 8-10 September. Saya diajak menginap di Horison lagi. Sebenarnya sudah bad mood. Check-in lah kami di kamar 510. Di voucher jelas tertera included breakfast 2 pax. Kami tambah lagi 1 extra bed included breakfast. Saat waktu sarapan pagi, kami ditolak karena di sistem kata waitres tidak tercatat include BF. Saya debat karena di voucher jelas ada BF. Akhirnya pihak restoran membolehkan. Masuklah kami ambil makanan (kami 2 orang). Belum selesai, kami disamperin katanya yang boleh BF hanya yang extra bed. Sayapun mendebat, di voucher ada BF kenapa di sistem tidak ada? Ribut-ribut mengundang beberapa pengunjung melihat kami. Sungguh malu.
Kami ke FO, kemudian dicek memang ada kesalahan. Kami tidak mempermasalahkan harga atau makanannya, tetapi ketidakprofesionalan dan hospitality yang kurang sehingga kami jadi tontonan beberapa pengunjung lain pagi itu. Sungguh mengecewakan.
Sebagai pemegang Diamond Priority Traveloka, baru kali ini saya merasa sangat malu hanya karena sarapan. Terima kasih dan mohon izin kami tulis review di Google dan Traveloka.