Saya isi semua bintang 1 tapi berubah bintang 4 semua. haduh. KEBIJAKAN ASTON yang Keliru pada Customer loyalitas ( atas nama saya dan istri yang biasa isi daftar )
Terkait Makan Berat atau Main Course.
Saya melakukan check-in di Aston Pluit Residence pada Senin, 23 Maret sekitar pukul 22.30 malam. Saya memilih Aston karena selama ini memiliki pengalaman yang baik dengan jaringan Aston, termasuk di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan juga unit afiliasi seperti Neo+. Sebagai pelanggan yang cukup loyal, ekspektasi saya terhadap kualitas layanan, fleksibilitas, dan kenyamanan tentu berada di level yang tinggi, apalagi untuk hotel bintang 4 dengan reputasi yang sudah dikenal.
Saat menginap, saya mengambil paket kamar sekitar Rp850.000 yang sudah termasuk sarapan untuk dua orang. Namun karena kondisi datang larut malam dan cukup lelah, saat sarapan saya tidak dapat menikmati makanan berat dan hanya mengonsumsi makanan ringan seperti jus, kopi, dan beberapa snack. Ketika saya mengajukan permintaan agar porsi makanan berat tersebut bisa dialihkan untuk dinikmati di kamar, pihak restoran hanya mengizinkan untuk satu porsi saja, bukan dua, dengan alasan kebijakan internal hotel. belas kasih. kebijakan kebaikan internal. yang saya yakini tidak tepat
Secara aturan saya memahami adanya kebijakan tersebut. Namun dari sudut pandang pelanggan, khususnya yang sudah sering menggunakan layanan Aston, saya merasa kebijakan ini kurang fleksibel terhadap kondisi tertentu. Mengingat paket yang dibeli untuk dua orang, harapannya tetap ada ruang solusi yang lebih customer-oriented. Masukan ini saya sampaikan sebagai bentuk kepedulian agar Aston tetap menjaga kualitas pelayanan yang selama ini sudah sangat baik, terutama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan.
feel free diskusi service terbaik dari customer loyal terbaik.