Staf hotel cuma resepsionis saja, tidak ada yang bantu bawa barang-barang ke lantai 2 kamar saya padahal saya masalah naik tangga, (usia 60 tahun). Kamar hotel sangat kotor, lantai berdebu, horden jendela bercak hitam cokelat berjamur. Kamar mandi licin karena bekas sabun yang sudah mengering dan jenis keramiknya memang licin, jadi tidak layak, karena saya terjatuh waktu mandi. Puji Tuhan masih hidup jadi saya bisa komplain ke resepsionis. Saya pergi acara dan minta kamar dibereskan dan horden diganti. Pulang acara, hanya dijawab dengan cuek kalau horden tidak bisa diganti dengan alasan yang tidak jelas. Tidak ada solusi karena katanya lantai 1 dan lantai 2 full, lantai 3 saya tidak bisa naik tangga. 1 jam lebih menunggu, resepsionis diam saja tidak ada solusi setiap saya tanya. Dia membiarkan saya di sofa depannya tanpa solusi, diam saja. Saya naik ke kamar saya dengan naik tangga yang menyakitkan tubuh akibat jatuh tadi di kamar, beresin barang, dan turun tertatih-tatih bawa tas-tas dengan turun tangga. Di resepsionis tanya lagi bagaimana solusinya. Saya berencana pulang ke rumah, tidak jadi staycation. Enggak kebayang kalau saya dari luar kota ya. Sebelum pulang saya tanya ulang, bagaimana solusinya, dan staf bilang kamar diganti dari 204 ke 208. Padahal tadi dia bilang lantai 2 juga full. Sebenarnya sebelumnya saya sudah dengan staf bicara diteleponkan kalau customer 208 itu baru besok check in tapi staf tetap tidak mau tawarkan ke saya karena dia sudah bilang lantai 2 full. Sungguh staf hotel yang sadis tanpa empati (staf hanya 1 all in). Ketika dia mau kasih kamar 208 saya tidak mau lagi naik sekalipun dia menawarkan membantu saya naik. Saya menganggap staf tidak empati dan profesional memberi solusi. Tanpa naik ke kamar 208 saya ambil kuncinya, mengembalikan kunci 204. Saya pulang ke rumah saya yang sebenarnya dengan fasilitas melebihi hotel ini. Saya menginap hanya untuk terapi renang saja dengan kondisi saya yang kesulitan naik tangga.