Saya menginap pas momen lebaran. Sempat lihat mixed review di Google (terutama kamar yang ada serangga) dan rupanya saya mengalami hal tersebut. Saya pesan dua kamar (dapat 104 dan 105). Naasnya, kamar 104 ini sangat lembap, hawa enggak enak, ada bekas jalur rayap, dan semut di lantai di mana-mana. Sedangkan 105 lebih baik (walau akhirnya ternyata ada serangga kasur seperti di foto). Alhamdulillah saya dikasih kesempatan pindah kamar dari 104 ke 106.
Sebenarnya layout kamarnya bagus, terlihat modern. Cuma memang kamar mandinya sangat kecil (pintu sama toilet duduk aja mau gesekan), sulit untuk ganti baju di dalam dengan risiko baju jatuh. Untuk kasur, untung-untungan karena kasurnya bahan per jadi ada yang masih kuat menyangga, ada juga yang sudah meleot. Di kamar 105 kasurnya meleot jadi saya dan ibu saya sakit pinggang setiap bangun tidur.
Di hotel ini ada casan mobil listrik. Parkir di dalam hotel enggak banyak, sekitar 3 mobil untuk manuver optimal. Kalau dipaksa, 5 mobil muat tapi sulit keluar. Sisanya parkir di jalan (jalanannya nanjak).
Ada kolam renangnya, tapi enggak ada penyaringnya. Saya sempat lihat bersih, tapi setelah dipakai malah jadi butek putih gitu.
Plus-nya dari hotel ini adalah bisa jalan kaki ke Saoto Bathok yang terkenal dan area tempat makannya luas. Cocok untuk gathering keluarga dan sarapan.