Papan nama tidak jelas jadi sempat kelewatan. Pas awal datang tidak sesuai ekspektasi, tempat parkir mobilnya tidak begitu luas dan susah kalau mau keluar masuk hotel, harus sedikit ahli mengemudi. Kamarnya kecil untuk seharga Rp200.000-an karena saya ambil kamar tipe paling murah. Di kamar tidak ada AC ya, walaupun memang suasana di situ sejuk tapi pasti ada kalanya suasana sumuk dan kalau tanpa AC bisa makin sumuk. TV bukan smart TV, cuma pakai STB analog jadi tidak bisa YouTube dll, cuma nonton siaran lokal saja. Kasurnya keras sekali dan bantalnya buluk tapi dilapisi kain putih biar tidak kelihatan kali ya. Amenities-nya pelit banget, cuma sabun batang kecil, tidak ada sikat gigi dll. Minumannya cuma air putih + kopi hitam dan gula. Ada dispenser di mana-mana kalau mau refill minum gampang. Pemandangannya lumayan lah, tapi kalau mau bagus harus ke lantai 3. Kalau malam bagus melihat lampu kota dan kalau siang melihat Gunung Panderman. Kolam renangnya kecil dan airnya tidak jernih, agak keruh. Pelayan resepsionis benar-benar tidak rekomen, melayani tamu cuek banget alakadarnya dan melayani tamu sambil merokok itu sangat tidak sopan. Taman bermain anaknya ya alakadarnya lah. Wifi lemot tapi tidak bikin emosi kok. Kalau ke sini saran saya jangan ambil kamar yang harga paling murah karena tidak worth it sama harganya.