Saya mendapat kamar di samping candi, di lantai dasar, view taman depan balkon. Sepertinya kamar itu sudah lama tidak digunakan. Saat kami masuk, debunya luar biasa tebal. Saya sudah minta dibersihkan ulang, petugas membersihkan sekenanya dan mengepel sekenanya. Setelah itu AC sering mati sendiri. Kondisi sudah malam jam setengah 10, dan kelistrikan padam setengah ruangan. Lorong antar kamar juga licin, karena pipa air bocor parah, tidak disapu, debu tebal sekali. Petugas maintenance datang sudah malam melakukan bongkar area lemari, switch aliran listrik. Jam 2 pagi saat lelap-lapnya tidur karena capek perjalanan Jawa 500 km, AC mati, kelistrikan mati setengah ruangan, pihak maintenance tidak datang-datang. Akhirnya saya minta kompensasi untuk pindah kamar. Di jam segitu ditawarkan pindah ke lantai 2, yang benar saja... kondisi mengantuk barang-barang masih tercecer, masih harus dibereskan, masih disuruh pindah ke lantai 2 beda blok yang naik dengan tangga. Saya menolak. Akhirnya kami dipindahkan ke kamar upgrade yang di lantai 2, harus ke arah depan gedung dekat resepsionis dan naik lift. Kamarnya walaupun lebih besar, tapi kondisi di jam segitu apa sih yang diharapkan. Saat pagi tiba saya buka tirai jendela ternyata pemandangannya langsung di lorong jalanan koridor kamar, dan saat saya buka tirai, kaget karena ada orang lewat langsung melihat ke arah saya, sedangkan saya hanya pakai baju pendek dan celana pendek. Saat makan pun semua makanan terlalu asin rasanya.